JAKARTA - Infeksi Saluran Kemih (ISK) masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling sering dialami oleh masyarakat di berbagai belahan dunia.
Kondisi ini umumnya ditangani dengan antibiotik untuk membasmi bakteri penyebab infeksi. Namun, seiring meningkatnya kasus resistensi antimikroba, pendekatan pendukung selain obat-obatan mulai banyak mendapat perhatian.
Dalam beberapa tahun terakhir, para peneliti menyoroti peran makanan dan minuman tertentu yang dapat membantu proses penyembuhan sekaligus mencegah kekambuhan ISK. Pendekatan ini tidak dimaksudkan untuk menggantikan terapi medis utama, tetapi berfungsi sebagai strategi pendukung yang aman dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Menariknya, berbagai bahan alami bekerja melalui mekanisme yang berbeda-beda, mulai dari membantu mengeluarkan bakteri lewat urin, menghambat pertumbuhan mikroorganisme, hingga menjaga keseimbangan mikrobiota tubuh. Pemahaman tentang peran nutrisi ini menjadi semakin penting, terutama bagi penderita ISK berulang yang ingin mengurangi ketergantungan pada antibiotik. Berikut tujuh jenis minuman dan makanan yang diketahui dapat membantu menyembuhkan dan mencegah ISK.
Cranberry dan Perannya Menghambat Bakteri
Cranberry merupakan salah satu bahan alami yang paling banyak diteliti dalam kaitannya dengan ISK. Buah ini mengandung senyawa proanthocyanidins (PACs) tipe-A yang memiliki kemampuan menghambat bakteri Escherichia coli menempel pada dinding saluran kemih.
Berbagai studi menunjukkan bahwa PACs mempermudah bakteri terbuang saat buang air kecil, sehingga menurunkan risiko kolonisasi dan perkembangan infeksi. Selain itu, cranberry juga memiliki sifat antimikroba, antioksidan, dan anti-inflamasi yang mendukung kesehatan saluran kemih secara menyeluruh. Meta-analisis tahun 2023 bahkan menunjukkan konsumsi cranberry dapat menurunkan risiko ISK hingga 54% serta mengurangi penggunaan antibiotik hampir setengahnya.
Manfaat optimal cranberry diperoleh dengan asupan minimal 36 mg PACs per hari selama 12–24 minggu. Meski demikian, jus cranberry tanpa pemanis lebih dianjurkan dan penggunaannya lebih efektif sebagai upaya pencegahan, bukan pengobatan utama untuk infeksi akut.
Air Putih sebagai Pembilas Alami Saluran Kemih
Asupan air putih yang cukup menjadi langkah paling sederhana namun sangat efektif dalam membantu meringankan gejala ISK. Minum air dalam jumlah cukup membantu meningkatkan frekuensi buang air kecil, sehingga bakteri dapat terbilas keluar sebelum berkembang lebih lanjut.
Penelitian dari BMJ Open Quality tahun 2019 menunjukkan bahwa peningkatan hidrasi hingga 6–8 gelas air per hari mampu menurunkan kejadian ISK yang memerlukan antibiotik hingga 58%, serta mengurangi kasus rawat inap sebesar 36%. Hidrasi yang baik juga mendukung fungsi ginjal dan menjaga keseimbangan sistem kemih secara keseluruhan.
Probiotik untuk Menjaga Keseimbangan Mikroba
Makanan probiotik seperti yogurt, kefir, dan kombucha berperan penting dalam menjaga keseimbangan mikrobiota usus dan urogenital. Penelitian dari National Library of Medicine menunjukkan bahwa beberapa strain probiotik dapat menciptakan lingkungan yang kurang ideal bagi bakteri penyebab ISK.
Spesies Lactobacillus diketahui mampu mencegah ISK berulang melalui mekanisme eksklusi kompetitif, yaitu bersaing dengan bakteri patogen untuk tempat perlekatan dan nutrisi. Konsumsi produk susu fermentasi lebih dari tiga kali seminggu juga dikaitkan dengan penurunan risiko kekambuhan ISK. Selain itu, probiotik membantu memulihkan mikrobiota alami setelah penggunaan antibiotik.
Vitamin C dan Efek Pengasaman Urin
Vitamin C berperan dalam meningkatkan daya tahan tubuh sekaligus memengaruhi tingkat keasaman urin. Lingkungan urin yang lebih asam diketahui kurang ramah bagi pertumbuhan bakteri E. coli.
Buah dan sayuran kaya vitamin C seperti jeruk, lemon, kiwi, stroberi, tomat, serta sayuran hijau dapat membantu menurunkan pH urin. Jus lemon dan amla bahkan menunjukkan aktivitas antibakteri tinggi terhadap patogen ISK yang resisten terhadap banyak obat, diduga karena tingkat keasamannya yang rendah.
Bawang Putih dan Teh Herbal sebagai Pendukung Alami
Bawang putih dikenal memiliki spektrum aktivitas antimikroba yang luas berkat kandungan allicin dan senyawa sulfur lainnya. Penelitian menunjukkan ekstrak bawang putih segar mampu menghambat pertumbuhan bakteri Gram-positif dan Gram-negatif, termasuk E. coli yang resisten terhadap berbagai obat. Selain itu, bawang putih juga memiliki efek antioksidan, anti-inflamasi, dan imunomodulator.
Sementara itu, teh herbal seperti peterseli dan chamomile secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi ISK. Peterseli memiliki efek diuretik ringan dan kaya apigenin yang bersifat anti-inflamasi. Chamomile juga memiliki sifat antibakteri dan diuretik lemah yang membantu membersihkan saluran kemih serta meredakan peradangan.
Buah dan Sayuran Diuretik Tinggi Air
Mentimun dan semangka termasuk buah dan sayuran dengan kandungan air sangat tinggi yang berfungsi sebagai diuretik alami. Mentimun membantu meningkatkan produksi urin dan mendukung pembuangan bakteri dari saluran kemih. Kandungan silikon, sulfur, serta asam caffeic di dalamnya turut mendukung fungsi ginjal.
Semangka, dengan lebih dari 90% kandungan air, membantu membilas bakteri dan mengurangi iritasi pada saluran kemih. Dalam pengobatan tradisional, semangka juga dipercaya membantu meredakan panas dan kelembapan pada kandung kemih, sehingga meringankan gejala ISK.
Pendekatan nutrisi melalui minuman dan makanan alami dapat menjadi pelengkap penting dalam penanganan ISK. Meski tidak menggantikan pengobatan medis, strategi ini memberi harapan untuk mempercepat pemulihan, mencegah kekambuhan, serta menjaga kesehatan saluran kemih secara berkelanjutan.