10 Kelebihan dan Kekurangan Mobil Listrik di Indonesia, Wajib Diketahui!

Senin, 23 Februari 2026 | 13:05:26 WIB
kelebihan dan kekurangan mobil listrik

Jakarta - Kelebihan dan kekurangan mobil listrik perlu dipahami sebelum memutuskan membeli kendaraan jenis ini.

Data dari Gaikindo menunjukkan bahwa penjualan wholesale mobil listrik atau Battery Electric Vehicle (BEV) di Indonesia pada Desember 2023 mencapai 3.200 unit, meningkat 65% dibandingkan November 2023.

Saat ini, beragam model mobil listrik tersedia dengan harga mulai dari sekitar Rp 250 juta. Untuk bisa memilih dengan bijak, penting bagi calon pembeli mengetahui keunggulan dan kekurangan mobil listrik agar keputusan yang diambil tepat.

Memahami aspek positif dan negatif dari kendaraan listrik akan membantu menyesuaikan pilihan dengan kebutuhan dan gaya hidup. 

Hal ini menjadi panduan tepat bagi siapa saja yang ingin beralih ke mobil ramah lingkungan sebagai kelebihan dan kekurangan mobil listrik.

Sekilas Tentang Mobil Listrik

Mobil listrik, atau Battery Electric Vehicle (BEV), adalah jenis kendaraan yang digerakkan sepenuhnya oleh motor listrik dengan sumber energi dari baterai isi ulang. 

Berbeda dengan mobil hybrid, kendaraan ini tidak menggunakan mesin pembakaran internal sama sekali. 

Perkembangan teknologi baterai dalam beberapa tahun terakhir membuat jarak tempuh dan performa mobil listrik semakin meningkat.

Selain menawarkan efisiensi energi, mobil listrik memiliki peran penting dalam mengurangi emisi karbon dan polusi udara. 

Penggunaan energi terbarukan untuk pengisian daya juga memperkuat kontribusinya terhadap transportasi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

10 Kelebihan dan Kekurangan Mobil Listrik

Sebelum memutuskan membeli kendaraan ramah lingkungan, penting untuk memahami kelebihan dan kekurangan mobil listrik agar pilihan yang diambil tepat dan sesuai kebutuhan.

Kelebihan mobil listrik

Selain dapat mengurangi emisi karbon, mobil listrik memiliki sejumlah keunggulan yang penting dipahami sebelum memutuskan untuk membelinya.

1. Hemat biaya bahan bakar
Salah satu manfaat utama adalah efisiensi bahan bakar. 

Kendaraan listrik mampu mengubah sekitar dua pertiga energi listrik menjadi energi mekanik, jauh lebih tinggi dibanding mobil konvensional yang hanya memanfaatkan kurang dari sepertiga energi dari bahan bakar sebagai penggerak.

2. Minim perawatan
Perawatan kendaraan listrik cenderung lebih sederhana dan hemat biaya. Karena sistem mekaniknya berbeda dengan mobil biasa, banyak komponen yang tidak memerlukan perawatan rutin. 

Meski begitu, mesin mobil listrik berjalan lebih halus, hampir tanpa suara, lebih cepat, dan responsif dibandingkan mobil konvensional.

3. Ramah lingkungan
Kendaraan listrik juga memberikan dampak positif bagi lingkungan. 

Mobil ini tidak menghasilkan emisi gas buang, sehingga membantu mengurangi polusi udara, terutama di perkotaan, berbeda dengan mobil konvensional yang menghasilkan sisa pembakaran dari bahan bakar fosil.

4. Bebas aturan ganjil genap
Di Jakarta, mobil listrik tidak terikat pada aturan ganjil-genap. 

Hal ini diatur dalam Surat Keputusan Gubernur DKI Jakarta No. 88 Tahun 2019 dan perubahan Peraturan Gubernur No. 155 Tahun 2018 mengenai pembatasan lalu lintas dan sistem ganjil-genap.

5. Pengisian daya mudah
Mobil listrik beroperasi dengan motor yang menggunakan baterai isi ulang. Proses pengisian daya cukup menghubungkan baterai ke sumber listrik eksternal. 

Biaya pengisian jauh lebih murah dibandingkan harga bahan bakar mobil konvensional. 

Misalnya, mengisi baterai Tesla Model X untuk menempuh jarak 350 km hanya membutuhkan sekitar Rp130 ribu–Rp150 ribu, sementara mobil berbahan bakar fosil membutuhkan sekitar Rp500 ribu untuk jarak yang sama. 

Selain itu, pengisian daya bisa dilakukan di rumah sehingga tidak perlu antre.

Kekurangan mobil listrik

Selain keunggulannya, kendaraan listrik juga memiliki sejumlah kelemahan yang penting diperhatikan sebelum membeli.

1. Jarak tempuh terbatas
Salah satu pertimbangan utama adalah jangkauan perjalanan yang relatif pendek. Rata-rata mobil listrik mampu menempuh sekitar 96.000–193.121 km per pengisian daya. 

Sebaliknya, mobil konvensional bisa menempuh rata-rata 482.803 km dengan tangki bensin penuh.

2. Durasi pengisian daya lama
Proses pengisian baterai kendaraan listrik membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan mengisi bensin. 

Pengisian level 1 atau level 2 bisa memakan waktu hingga 8 jam, sementara stasiun pengisian cepat hanya mampu mengisi baterai hingga 80 persen dalam 30 menit.

3. Stasiun pengisian daya terbatas
Menurut data resmi PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), per akhir 2023 terdapat 1.081 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang beroperasi di Indonesia, tersebar di 872 lokasi. 

Jumlah ini masih sangat sedikit bila dibandingkan dengan 6.729 SPBU yang tersedia pada April 2022, termasuk milik Pertamina, Shell, BP, dan Vivo. 

Karena itu, pengendara mobil listrik perlu merencanakan perjalanan dengan cermat agar tidak kehabisan daya di tengah jalan.

4. Harga baterai mahal
Baterai mobil listrik biasanya diberikan garansi panjang, sekitar 8 tahun atau 160.000 km. Namun, ketika harus diganti, biayanya cukup tinggi. 

Contohnya, baterai Hyundai Ioniq 5 dipasarkan sekitar Rp300 juta untuk versi biasa dan Rp400 juta untuk versi long range.

5. Limbah baterai
Meskipun kendaraan listrik tidak mengeluarkan emisi knalpot, produksi dan penggantian baterai lithium-ion tetap berdampak pada lingkungan. 

Proses pembuatan baterai membutuhkan energi dan bahan baku yang signifikan, yang secara tidak langsung menyumbang emisi karbon.

Dengan memahami kelebihan dan kelemahan ini, calon pengguna dapat menilai dengan lebih bijak apakah kendaraan listrik sesuai dengan kebutuhan sehari-hari. 

Memiliki mobil listrik tetap menjadi langkah positif untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mendukung lingkungan yang lebih bersih.

Apakah Mobil Listrik Cocok untuk Anda?

Kendaraan listrik tepat bagi mereka yang peduli lingkungan, ingin biaya operasional rendah, dan tinggal di wilayah dengan infrastruktur pengisian daya yang memadai. 

Namun, jika Anda sering melakukan perjalanan jauh atau berada di daerah dengan pasokan listrik terbatas, pertimbangan matang sangat diperlukan sebelum membeli.

Sebelum memutuskan, perhatikan jarak tempuh harian, ketersediaan stasiun pengisian di rumah maupun tempat kerja, serta anggaran yang tersedia.

Tanya Jawab Seputar Mobil Listrik

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mengisi daya mobil listrik?
Waktu pengisian bergantung pada kapasitas baterai, jenis stasiun pengisian, dan kondisi baterai. 

Pengisian cepat biasanya dapat mengisi baterai hingga 80% dalam 30–60 menit, sedangkan pengisian standar bisa memakan beberapa jam.

Berapa jarak tempuh mobil listrik dengan sekali pengisian daya?
Jarak tempuh berbeda-beda tergantung model mobil, kondisi baterai, gaya mengemudi, dan kondisi cuaca. 

Beberapa mobil listrik mampu menempuh lebih dari 400 km, sementara yang lain hanya sekitar 150 km per pengisian.

Apakah mobil listrik aman?
Mobil listrik umumnya memiliki tingkat keamanan setara dengan mobil konvensional. 

Bahkan beberapa model dilengkapi fitur keselamatan canggih yang menambah perlindungan saat berkendara.

Bagaimana cara merawat baterai mobil listrik?
Hindari pengisian penuh atau pengosongan baterai secara terus-menerus. Isi daya secara rutin dan jangan biarkan baterai terkena suhu ekstrem, karena dapat menurunkan usia baterai.

Apakah harga mobil listrik akan terus turun?
Dengan kemajuan teknologi dan meningkatnya produksi, harga mobil listrik diprediksi akan terus menurun seiring waktu, membuatnya lebih terjangkau bagi konsumen.

Sebagai penutup, memahami kelebihan dan kekurangan mobil listrik membantu Anda membuat keputusan tepat sebelum beralih ke kendaraan ramah lingkungan.

Terkini