7 Cara Menurunkan Berat Badan di Bulan Puasa yang Penting Diketahui!

Rabu, 25 Februari 2026 | 12:49:58 WIB
cara menurunkan berat badan di bulan puasa

Jakarta - Cara menurunkan berat badan di bulan puasa bisa dimulai dengan strategi yang tepat agar hasilnya efektif dan sehat. 

Puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga dapat menjadi momen ideal untuk mencapai berat badan yang seimbang. 

Banyak orang berharap tubuh lebih ramping selama puasa, namun tanpa perencanaan yang baik, hasilnya bisa tidak maksimal bahkan berat badan justru bertambah.

Kunci dari penurunan berat badan selama berpuasa adalah pengaturan asupan makanan dan aktivitas fisik secara tepat. 

Dengan jadwal makan yang terbatas, setiap pilihan menu menjadi sangat penting agar tubuh tetap mendapat nutrisi cukup dan menghindari penumpukan lemak. 

Pendekatan menyeluruh akan menjaga kesehatan secara optimal sepanjang bulan puasa sekaligus mendukung pencapaian target berat badan.

Mengikuti tips cara menurunkan berat badan di bulan puasa secara konsisten dapat membantu hasil lebih efektif dan menjaga tubuh tetap sehat.

7 Cara Menurunkan Berat Badan di Bulan Puasa

Kalau ingin tubuh tetap ideal selama bulan puasa, berikut beberapa tips cara menurunkan berat badan di bulan puasa yang bisa diterapkan:

Pentingnya Sahur untuk Mempertahankan Energi

Banyak orang berpikir melewatkan sahur bisa mempercepat penurunan berat badan karena mengurangi kalori, tetapi anggapan ini salah dan justru bisa menghambat program diet saat berpuasa. 

Sahur berfungsi sebagai sumber energi utama yang menopang tubuh sepanjang hari, mengurangi rasa lapar berlebihan, dan mencegah keinginan makan berlebihan saat berbuka.

Mengonsumsi makanan sehat saat sahur membantu menjaga stamina dan konsistensi energi selama puasa. 

Dengan sahur yang cukup dan bergizi, tubuh lebih siap menghadapi aktivitas harian, sehingga keinginan untuk makan berlebihan saat berbuka bisa diminimalkan. 

Selain itu, sahur berperan dalam menstabilkan kadar gula darah, sehingga membantu mengurangi konsumsi makanan yang tidak sehat, menjaga kontrol nafsu makan, dan mendukung penurunan berat badan secara aman dan efektif.

Memilih Asupan Nutrisi Seimbang saat Sahur dan Berbuka

Makanan bergizi seimbang sangat penting selama puasa karena hanya tersedia dua waktu makan utama. 

Setiap asupan harus mencakup nutrisi lengkap untuk menjaga energi dan mendukung metabolisme tubuh.

Prioritaskan makanan kaya serat dan protein karena keduanya meningkatkan rasa kenyang lebih lama. 

Serat dicerna secara lambat sehingga mengurangi rasa lapar, sementara protein mempertahankan massa otot dan menambah kepuasan saat makan. 

Karbohidrat kompleks seperti nasi merah, roti gandum, kentang, atau ubi jalar juga penting karena dicerna perlahan, menjaga kadar gula darah stabil, dan memberi energi yang tahan lama.

Mengontrol Porsi dan Makan Perlahan

Kesalahan umum yang menghambat diet adalah makan berlebihan saat berbuka. Porsi besar setelah berpuasa bisa menyebabkan lonjakan gula darah yang kemudian disimpan sebagai lemak. 

Selama puasa, tubuh tidak memproduksi insulin sebanyak biasanya, sehingga risiko penumpukan lemak meningkat.

Untuk mengendalikan porsi, gunakan piring lebih kecil saat sahur dan berbuka. Cara ini secara psikologis membantu merasa kenyang dengan porsi lebih sedikit. 

Selain itu, makan perlahan sangat penting—mengunyah makanan dengan santai memberi waktu bagi otak untuk menerima sinyal kenyang, sehingga kemungkinan makan berlebihan berkurang. 

Kecepatan makan yang terkontrol juga menjaga kadar gula darah tetap stabil dan mendukung keberhasilan program diet selama puasa.

Menjaga Hidrasi Tubuh dengan Cukup Air

Tetap terhidrasi adalah kunci penting agar program penurunan berat badan berjalan efektif selama puasa. 

Kekurangan cairan tidak hanya menimbulkan dehidrasi, tetapi juga menghambat metabolisme dan pembakaran kalori. 

Oleh karena itu, konsumsi air putih yang cukup sangat dibutuhkan untuk mendukung kesehatan tubuh dan membantu menjaga berat badan.

Disarankan minum sekitar delapan gelas air per hari, dibagi antara sahur dan berbuka. 

Misalnya, dua gelas saat sahur, dua gelas saat berbuka, dan empat gelas di malam hari sebelum tidur. 

Pola ini memastikan tubuh mendapatkan cairan optimal tanpa membebani lambung. 

Air putih tidak hanya mencegah dehidrasi, tetapi juga membantu membakar kalori dan mengurangi risiko salah mengartikan rasa haus sebagai lapar, sehingga mencegah makan berlebihan.

Waspadai Makanan Penyebab Kenaikan Berat Badan

Selama puasa, godaan makanan tinggi kalori dan lemak sulit dihindari, terutama saat berbuka. 

Gorengan dan makanan berminyak sebaiknya dibatasi karena kandungan kalorinya tinggi dan lemak transnya dapat menambah berat badan. 

Konsumsi berlebihan juga berisiko meningkatkan kemungkinan penyakit seperti diabetes tipe 2 dan masalah jantung.

Selain itu, batasi asupan makanan dan minuman manis. Tubuh memang memerlukan gula untuk mengembalikan energi setelah puasa, tetapi konsumsi berlebihan akan disimpan sebagai lemak. 

Strategi yang baik adalah mengatur gula secara bijak, misalnya satu sendok makan saat sahur dan tiga sendok makan saat berbuka, dan memilih sumber gula alami dari buah-buahan.

Tetap Aktif dengan Olahraga Ringan

Menjaga aktivitas fisik tetap penting meski sedang berpuasa. Olahraga ringan membantu membakar kalori, mempertahankan metabolisme tubuh, dan mendukung kesehatan secara keseluruhan. 

Tidak perlu latihan berat—cukup jalan santai, bersepeda, atau yoga selama 10-30 menit.

Waktu terbaik berolahraga bisa sebelum berbuka puasa, ketika tubuh masih memiliki energi dari sahur, atau setelah sahur agar tidak mengganggu ibadah. 

Konsistensi dalam berolahraga ringan membantu menjaga berat badan stabil, mendukung penurunan berat badan, meningkatkan suasana hati, dan mengurangi stres, yang semuanya berkontribusi pada keberhasilan program diet selama bulan puasa.

Pentingnya Tidur Berkualitas untuk Mendukung Metabolisme

Kualitas tidur sering luput dari perhatian, padahal berperan penting dalam keberhasilan menurunkan berat badan selama puasa. 

Kurang tidur dapat mengganggu keseimbangan hormon, khususnya meningkatkan hormon ghrelin yang memicu rasa lapar dan menurunkan hormon leptin yang memberi sinyal kenyang.

Gangguan tidur juga memengaruhi metabolisme tubuh, sehingga pembakaran lemak menjadi kurang efektif. 

Kondisi ini bisa membuat upaya menurunkan berat badan lebih sulit, meskipun pola makan telah dijaga dengan baik. 

Tidur yang cukup sangat penting agar fungsi tubuh tetap optimal dan proses diet berjalan lancar.

Salah satu kebiasaan yang sebaiknya dihindari adalah tidur langsung setelah sahur. Tidur segera setelah makan dapat menyebabkan lemak menumpuk karena tubuh belum sempat membakar kalori yang baru masuk. 

Solusinya adalah menggeser waktu tidur lebih awal di malam hari atau melakukan aktivitas ringan setelah sahur untuk memberi jeda sebelum beristirahat.

5 Pertanyaan dan Jawaban

1. Apakah puasa efektif untuk menurunkan berat badan?
Puasa dapat membantu menurunkan berat badan jika dijalankan dengan strategi yang benar. Pembatasan jam makan berpotensi menurunkan total kalori harian. 

Namun, agar hasilnya maksimal, penting diimbangi dengan pola makan bergizi, kontrol porsi, asupan air yang cukup, dan olahraga ringan. 

Tanpa pengaturan yang tepat, puasa justru berisiko menambah berat badan.

2. Apakah melewatkan sahur membantu diet saat puasa?
Tidak. Melewatkan sahur malah bisa merusak rencana diet. Tubuh akan cepat lemas, gula darah tidak stabil, dan rasa lapar saat berbuka sulit dikontrol. 

Kondisi ini kerap memicu makan berlebihan sehingga berdampak negatif pada penurunan berat badan.

3. Makanan apa yang dianjurkan agar berat badan turun saat puasa?
Konsumsi makanan kaya serat dan protein, misalnya sayuran, buah, telur, ikan, ayam tanpa kulit, dan kacang-kacangan. 

Padukan dengan karbohidrat kompleks seperti nasi merah, oatmeal, atau ubi. Jenis makanan ini membantu merasa kenyang lebih lama, mempertahankan energi, dan mendukung metabolisme tubuh selama puasa.

4. Kapan waktu terbaik berolahraga untuk menurunkan berat badan saat puasa?
Waktu yang ideal adalah menjelang berbuka atau setelah sahur. Aktivitas ringan seperti jalan santai, stretching, atau yoga selama 10–30 menit cukup efektif membakar kalori tanpa menguras energi. 

Hindari olahraga berat di siang hari karena risiko dehidrasi tinggi.

5. Mengapa berat badan bisa bertambah meski sedang puasa?
Kenaikan berat badan saat puasa bisa terjadi akibat konsumsi makanan tinggi gula dan lemak saat berbuka, makan berlebihan, kurang minum air, minim gerak, serta kurang tidur. 

Pola hidup yang tidak seimbang membuat kalori berlebih menumpuk menjadi lemak di tubuh.

Sebagai penutup, dengan strategi tepat, pola makan seimbang, hidrasi cukup, dan olahraga ringan, cara menurunkan berat badan di bulan puasa bisa efektif dan aman.

Terkini