JAKARTA - Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perlindungan kesehatan terus meningkat, terutama terhadap risiko penyakit kritis yang sering kali berdampak besar pada kondisi finansial keluarga.
Tidak hanya membutuhkan biaya pengobatan yang tinggi, penyakit kritis juga dapat menghentikan sumber penghasilan utama dalam rumah tangga. Melihat kebutuhan tersebut, perusahaan asuransi berbasis syariah menghadirkan solusi perlindungan yang tidak hanya berfokus pada santunan, tetapi juga pada keberlangsungan finansial jangka panjang.
PT Asuransi Allianz Life Syariah Indonesia merespons kebutuhan itu dengan meluncurkan produk asuransi penyakit kritis terbaru bernama AlliSya CI Hasanah. Produk ini dirancang untuk memberikan perlindungan terhadap berbagai risiko penyakit kritis sekaligus membantu menjaga stabilitas keuangan keluarga apabila tertanggung mengalami kondisi kesehatan serius.
Peluncuran produk ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memperluas pilihan proteksi berbasis syariah yang lebih fleksibel dan relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
Produk Perlindungan Penyakit Kritis Berbasis Syariah
PT Asuransi Allianz Life Syariah Indonesia resmi memperkenalkan AlliSya CI Hasanah sebagai produk perlindungan penyakit kritis terbaru bagi masyarakat Indonesia. Produk ini dirancang untuk memberikan perlindungan finansial bagi nasabah yang menghadapi risiko penyakit kritis.
Direktur Utama Allianz Life Syariah Indonesia Elmie A. Najas mengatakan, produk tersebut menjawab kebutuhan masyarakat akan proteksi yang tidak hanya memberikan santunan, tetapi juga memastikan stabilitas pendapatan keluarga saat tertanggung mengalami kondisi kritis.
“AlliSya CI Hasanah kami hadirkan sebagai jawaban atas kebutuhan masyarakat akan perlindungan penyakit kritis yang tidak hanya memberikan santunan, tetapi juga memastikan keberlangsungan penghasilan keluarga,” ujarnya dalam peluncuran produk, Rabu (4/3/2026).
Melalui produk ini, Allianz Life Syariah Indonesia berupaya memberikan perlindungan yang lebih komprehensif dengan pendekatan syariah yang menekankan nilai kebersamaan dan saling membantu antar peserta.
Fleksibilitas Manfaat dan Pilihan Perlindungan
Selain fokus pada perlindungan penyakit kritis, AlliSya CI Hasanah juga dirancang dengan fleksibilitas tinggi agar dapat menyesuaikan kebutuhan nasabah yang beragam. Produk ini memungkinkan peserta untuk menentukan besaran manfaat serta jangka waktu perlindungan sesuai dengan kondisi dan rencana keuangan masing-masing.
Head of Product Allianz Life Syariah Indonesia Rina Triana menambahkan, produk ini dikembangkan dengan pendekatan fleksibel dan adaptif.
“AlliSya CI Hasanah memberikan fleksibilitas tinggi dalam memilih manfaat dan masa perlindungan,” jelasnya.
Nasabah memiliki kebebasan untuk memilih berbagai manfaat tambahan yang tersedia. Beberapa di antaranya adalah Hasanah Cash, Hasanah Booster, Hasanah Early CI, hingga perlindungan tambahan berupa asuransi Payor Syariah.
Dengan berbagai pilihan tersebut, produk ini diharapkan mampu memberikan perlindungan yang lebih personal dan relevan bagi setiap peserta sesuai dengan kebutuhan mereka.
Dua Pilihan Plan dengan Cakupan Penyakit Berbeda
Dalam hal cakupan perlindungan, AlliSya CI Hasanah menyediakan dua opsi plan yang dapat dipilih oleh nasabah. Kedua plan ini menawarkan perlindungan dengan tingkat cakupan penyakit kritis yang berbeda.
Plan Lite menjadi pilihan bagi nasabah yang menginginkan perlindungan dasar dengan cakupan tiga penyakit atau kondisi kritis utama. Sementara itu, Plan Max memberikan perlindungan yang lebih luas dengan cakupan hingga 77 penyakit atau kondisi kritis.
Perbedaan pilihan ini memberikan keleluasaan bagi nasabah untuk menyesuaikan proteksi dengan kebutuhan serta kemampuan finansial mereka. Dengan demikian, perlindungan penyakit kritis dapat diakses oleh lebih banyak kalangan masyarakat.
Selain pilihan plan, nasabah juga dapat menentukan masa perlindungan yang tersedia dalam dua opsi, yakni 20 tahun atau 30 tahun. Untuk masa kontribusi, tersedia pilihan pembayaran selama 5 tahun, 10 tahun, atau 15 tahun.
Kombinasi pilihan masa perlindungan dan masa kontribusi tersebut memberikan fleksibilitas bagi peserta dalam merencanakan perlindungan jangka panjang.
Mengedepankan Prinsip Tolong-Menolong dalam Skema Syariah
Salah satu karakteristik utama dari produk ini adalah penerapan prinsip syariah yang menekankan konsep kebersamaan antar peserta. Dalam skema ini, sebagian kontribusi yang dibayarkan peserta akan dialokasikan ke dalam dana tabarru’.
Dana tabarru’ merupakan dana kolektif milik seluruh peserta yang digunakan untuk membantu membayarkan klaim jika ada peserta yang mengalami musibah, termasuk penyakit kritis.
Rina menegaskan bahwa konsep ini menjadi salah satu pembeda utama produk AlliSya CI Hasanah dibandingkan dengan produk asuransi penyakit kritis syariah lainnya.
“Dengan skema ini, para peserta secara tidak langsung saling membantu satu sama lain,” ujarnya.
Pendekatan ini sejalan dengan prinsip dasar asuransi syariah yang menekankan nilai solidaritas dan gotong royong antar peserta dalam menghadapi risiko.
Fitur Wakaf untuk Manfaat Asuransi
Selain memberikan perlindungan terhadap penyakit kritis, AlliSya CI Hasanah juga menawarkan opsi tambahan yang memungkinkan nasabah menyalurkan sebagian manfaat asuransi untuk tujuan sosial.
Melalui fitur ini, nasabah dapat memilih untuk mewakafkan sebagian manfaat asuransi apabila meninggal dunia. Penyaluran wakaf tersebut akan dilakukan melalui lembaga wakaf yang telah bekerja sama dengan Allianz Indonesia.
Fitur ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk tidak hanya memperoleh perlindungan finansial bagi keluarga, tetapi juga memberikan kontribusi sosial yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
Dengan berbagai fitur yang ditawarkan, AlliSya CI Hasanah diharapkan dapat menjadi salah satu pilihan perlindungan penyakit kritis berbasis syariah yang memberikan manfaat menyeluruh bagi nasabah, baik dari sisi perlindungan finansial maupun nilai sosial yang terkandung di dalamnya.