RUPST Telkom Sepakati Dividen Jumbo Beserta Buyback Saham

Selasa, 09 Juni 2026 | 23:03:14 WIB
Direktur Legal & Compliance Andy Kelana, Direktur Strategic Business Development & Portfolio Seno Soemadji, Direktur Network Nanang Hendarno, Direktur Enterprise & Business Service Veranita Yosephine, Direktur Utama Dian Siswarini, Direktur Human Capital

JAKARTA – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) mengeluarkan keputusan strategis berupa pembagian dividen jumbo kepada para pemegang saham.

Langkah ini berjalan beriringan dengan bertahannya susunan pengurus inti di jajaran direksi berkat fondasi bisnis korporasi yang dinilai solid, sekaligus demi mengawal keberlanjutan agenda transformasi di lingkungan TelkomGroup.

Hasil keputusan penting tersebut disepakati setelah manajemen merampungkan agenda Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Buku 2025 yang digelar via daring pada Senin (8/6).

Pertemuan besar ini juga mengesahkan sejumlah rencana kerja krusial, mulai dari persetujuan aksi korporasi pembelian kembali saham hingga perombakan susunan Dewan Komisaris.

Para pemilik saham secara resmi menyetujui kucuran dividen tunai bernilai total sekitar Rp21,9 triliun, di mana porsi Rp17,8 triliun diambil langsung dari perolehan laba bersih tahun buku 2025.

Adapun sisa anggaran dividen sebesar Rp4,2 triliun bersumber dari alokasi laba ditahan periode tahun sebelumnya.

Proses transfer dana dividen ditargetkan rampung paling lambat pada 10 Juli 2026 bagi para pemegang saham yang namanya sah tercatat di Bursa Efek Indonesia per penutupan bursa tanggal 19 Juni 2026.

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menyampaikan bahwa dalam memperhitungkan pembayaran dividen Perseroan, Perseroan mempertimbangkan berbagai aspek, utamanya keseimbangan antara pengembalian kepada pemegang saham dan kebutuhan investasi jangka panjang.

Dia juga menegaskan bahwa fundamental dan arus kas Telkom makin kuat meski menghadapi tekanan industri dan ketidakpastian sepanjang tahun 2025.

“Keputusan dividen ini mencerminkan kepercayaan pemegang saham terhadap transformasi dan arah pertumbuhan yang kami bangun," ujar Dian.

Di luar pembagian dividen, agenda RUPST menaruh lampu hijau bagi program pembelian kembali saham (buyback) dengan alokasi dana maksimal Rp4 triliun.

Aksi buyback ini bakal dijalankan lewat skema transaksi di dalam maupun luar lantai bursa, baik secara sekaligus atau berkala selama kurun 12 bulan dari tanggal 9 Juni 2026 sampai 8 Juni 2027.

Manajemen menerapkan strategi ini sebagai stimulus untuk mendongkrak nilai bagi pemegang saham serta menjaga stabilitas harga saham perusahaan dari fluktuasi pasar.

Sepanjang tahun buku 2025, Telkom berhasil membukukan total pendapatan senilai Rp146,74 triliun, perolehan EBITDA sebesar Rp72,24 triliun, dan raihan laba bersih bersih senilai Rp17,81 triliun.

Walau pos laba bersih sempat tertekan akibat percepatan depresiasi terkait langkah total governance reset, fenomena ini tidak mengganggu kesehatan kas karena sifatnya yang non-cash sehingga arus uang operasional tetap tangguh.

Perseroan juga gencar mengesekusi pembenahan portofolio bisnis dengan melakukan divestasi pada enam entitas non-core, termasuk pelepasan AdMedika Group yang selesai pada 2 Juni kemarin.

Mengenai infrastruktur, agenda pemisahan (spin-off) aset beserta bisnis wholesale fiber connectivity ke InfraNexia diproyeksikan selesai kuartal ketiga 2026, berbarengan dengan pembukaan kembali peluang kemitraan strategis pada sektor pusat data.

Grup perusahaan kini sedang melangsungkan transisi ke pola tata kelola HoldCo-OpCo dengan sistem pelaporan berbasis segmen demi mendorong keterbukaan dan akuntabilitas kinerja internal.

"Tahun ini kami mengakselerasi eksekusi strategi transformasi TLKM 30 secara disiplin dan terukur. Setiap langkah yang diambil diarahkan untuk membangun ekosistem digital nasional yang semakin maju, inklusif, dan berdaya saing global," tambah Dian.

Terakhir, forum RUPST menyepakati pergantian kepengurusan pada Dewan Komisaris demi memperketat fungsi pengawasan roda transformasi di industri digital yang bergerak dinamis.

Angga Raka Prabowo kini ditunjuk mengemban posisi Komisaris Utama, disokong empat Komisaris Independen yaitu Deswandhy Agusman, Anthony Leong, Ira Noviarti, dan Rofikoh Rokhim, serta tiga nama Komisaris yakni Rizal Mallarangeng, Edwin Hidayat Abdullah, dan Ossy Dermawan.

Sementara itu, struktur kepemimpinan di barisan Direksi dipastikan tidak berubah dan tetap mempertahankan formasi lamanya.

Dian Siswarini tetap memegang nakhoda sebagai Direktur Utama dengan dukungan penuh dari delapan direktur pengawas sektor strategis perusahaan.

Direktur Enterprise & Business Service diemban oleh Veranita Yosephine, Direktur Human Capital Management oleh Willy Saelan, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko oleh Arthur Angelo Syailendra, dan Direktur Network ditempati Nanang Hendarno.

Selanjutnya, Direktur Strategic Business Development & Portfolio diisi Seno Soemadji, Direktur Wholesale & International Service oleh Budi Satria Dharma Purba, Direktur IT Digital oleh Faizal R. Djoemadi, dan Direktur Legal & Compliance oleh Andy Kelana.

Terkini