JAKARTA - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf mengakui layanan kesehatan serta penanganan jemaah di Mina masih menjadi catatan penting dalam penyelenggaraan ibadah haji 2026.
Menurut Irfan, kedua aspek tersebut akan menjadi fokus utama pemerintah untuk diperbaiki pada penyelenggaraan haji tahun berikutnya agar pelayanan kepada jemaah dapat berjalan lebih optimal.
"Pertama tentu soal kesehatan. Persiapan kesehatan kami masih jauh dari memuaskan, karena itu tahun ini kami akan lebih perbaiki," kata Irfan usai rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Selain layanan kesehatan, pemerintah juga menyoroti penanganan jemaah di Mina yang dinilai masih belum maksimal selama pelaksanaan ibadah haji tahun ini.
Irfan menjelaskan keterbatasan area di Mina menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kualitas pelayanan sehingga perlu mendapatkan perhatian khusus pada penyelenggaraan mendatang.
"Yang kedua tentang penanganan kita di Mina. Mina daerahnya terbatas, termasuk yang lokasinya kecil sehingga kemarin kita agak kurang memuaskan, tapi tahun depan akan kita perbaiki," jelas Irfan.
Untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan, pemerintah akan memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak terkait, termasuk Kementerian Kesehatan.
"Pasti kita akan koordinasi dengan mereka, walaupun Pusat Kesehatan Haji sudah masuk ke Kemenhaj, tapi pelaksanaannya di embarkasi maupun di daerah-daerah kan masih terkait dengan teman-teman dari Kementerian Kesehatan," tegas Irfan.
Meski telah mengidentifikasi sejumlah catatan, Irfan menegaskan evaluasi menyeluruh penyelenggaraan haji 2026 belum dilakukan karena masih menunggu seluruh rangkaian ibadah dan proses pemulangan jemaah selesai.
"Hari ini tidak mengagendakan itu, nanti akan ada agenda tersendiri untuk itu. Menunggu proses selesai dulu nanti," tegas Irfan.
Hingga Rabu (10/6/2026), proses pemulangan jemaah haji Indonesia telah mencapai lebih dari 30 persen. Sebanyak 156 kelompok terbang atau kloter telah kembali ke Tanah Air.
"Hari ini sudah berapa persen? 156 kloter ya, 30 persen yang sudah kembali ke tanah air. Memang ada beberapa kendala, kemarin ada yang harus singgah di Oman sebentar, tapi sekarang sudah semuanya sudah berjalan lancar," tutur dia.
Irfan memastikan kendala yang sempat terjadi selama proses pemulangan hanya berkaitan dengan faktor teknis penerbangan dan tidak berhubungan dengan kondisi keamanan di kawasan Timur Tengah.
"Kendala teknis pesawat saja, tidak ada kendala teknis terkait dengan situasi Timur Tengah, enggak ada, enggak ada," pungkas Irfan.