Kemenekraf Kolaborasi dengan BEI Tingkatkan Pendanaan Sektor Ekraf

Kamis, 11 Juni 2026 | 01:33:31 WIB
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya dan Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik menandatangani nota kesepahaman kolaborasi sektor ekonomi kreatif.

JAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) menjalin kolaborasi strategis untuk membuka peluang akses pasar modal bagi para pelaku ekonomi kreatif (ekraf).

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menekankan pentingnya akses pendanaan serta investasi yang lebih luas bagi pelaku ekraf dalam mengembangkan usaha mereka ke jenjang yang lebih tinggi.

"Potensi kreativitas, inovasi, dan kekuatan budaya Indonesia harus didukung dengan ekosistem yang lengkap, termasuk akses pendanaan dan investasi, sehingga para pegiat ekraf dapat lebih berkembang secara berkelanjutan," katanya sebagaimana dikutip dalam siaran pers kementerian pada Kamis.

Realisasi investasi di sektor ekonomi kreatif pada 2025 tercatat mencapai Rp183 triliun, tumbuh 32,33 persen dibandingkan tahun sebelumnya dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 27,4 juta orang.

"Kementerian Ekraf fokus mendorong bagi para pegiat ekonomi kreatif yang sudah berdaya untuk dapat naik kelas menjadi perusahaan nasional bahkan berskala global," kata Teuku Riefky.

Ia menambahkan, kerja sama ini juga bertujuan agar semakin banyak pelaku ekraf yang memahami mekanisme pasar modal dan menjadikan kreativitas sebagai sumber investasi yang produktif.

Sebagai langkah konkret, Kemenekraf dan BEI telah mengadakan program roadshow edukasi seperti Workshop Go Public dan coaching clinic bertajuk KreatIPO untuk meningkatkan literasi finansial.

Pejabat Sementara Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyambut baik langkah tersebut dan mengajak pelaku ekraf untuk memanfaatkan pasar modal sebagai sarana pengembangan bisnis.

"Kami tentu menyambut pegiat-pegiat ekonomi kreatif untuk bisa bergabung di pasar modal, baik sebagai investor untuk menikmati pertumbuhan pasar modal maupun sebagai perusahaan persatuan untuk menghimpun dana dan mengembangkan usaha," katanya.

 

Halaman :

Terkini