Gandeng Sun Life CIMB Niaga Tambah Layanan Asuransi di Aplikasi OCTO

Kamis, 02 Juli 2026 | 23:10:31 WIB
Acara Penandatanganan Kemitraan Bancassurance antara Sun Life Indonesia dan CIMB Niaga.

JAKARTA - PT Bank CIMB Niaga Tbk. (BNGA) memperkokoh lini layanan wealth management digital mereka dengan menjalin kemitraan bersama PT Sun Life Financial Indonesia guna menyajikan produk asuransi jiwa serta kesehatan di dalam aplikasi OCTO.

Langkah strategis ini diambil sebagai bagian dari rencana perseroan dalam memperdalam cakupan layanan finansial di dalam satu ekosistem terpadu, ketimbang terus mengejar ambisi konsep super app.

Head of Digital Banking & Contact Center CIMB Niaga Lusiana Saleh menerangkan bahwa penambahan instrumen produk proteksi ini bakal melengkapi pelbagai pilihan investasi yang sebelumnya telah tersedia di OCTO, layaknya reksa dana, obligasi pemerintah, serta tabungan emas.

"Kami tidak lagi mengejar menjadi super app. Fokus kami sekarang adalah memperdalam layanan. Salah satunya investasi, kemudian akan dilengkapi dengan proteksi sehingga kebutuhan finansial nasabah bisa terpenuhi dalam satu aplikasi," ujar Lusiana dalam media gathering di Jakarta, Kamis (2/7/2026).

Menurut pemaparannya, lini produk asuransi yang akan dipasarkan bersama pihak Sun Life ini dijadwalkan meluncur dalam waktu dekat serta diformulasikan agar selaras dengan kebutuhan di setiap segmen nasabah.

Pada ceruk pasar segmen keluarga, misalnya, CIMB Niaga bakal lebih gencar menyuguhkan varian produk asuransi jiwa demi menghadirkan proteksi terhadap risiko yang membayangi sosok pencari nafkah utama.

Sementara itu, produk asuransi kesehatan juga diproyeksikan bakal tampil sebagai produk andalan utama mengingat indeks biaya layanan kesehatan yang terus merangkak naik dari waktu ke waktu.

"Kalau berbicara keluarga, tentu yang dipikirkan adalah bagaimana melindungi keluarga apabila terjadi sesuatu kepada kita. Selain itu, kesehatan juga penting karena biaya rumah sakit dan pengobatan semakin mahal," katanya.

Lusiana menguraikan bahwa kehadiran opsi produk proteksi ini diharapkan mampu mengubah posisi OCTO agar tidak sekadar menjadi saluran transaksi perbankan belaka, melainkan menjelma sebagai platform yang sanggup mengakomodasi kebutuhan manajemen kekayaan sekaligus perlindungan finansial nasabah secara menyeluruh.

Hingga saat ini, OCTO terpantau telah menyediakan beraneka macam pilihan investasi, mulai dari instrumen reksa dana, obligasi negara sejenis ORI, sampai produk tabungan emas yang resmi digulirkan pada penghujung tahun 2025 lalu.

Pihak perseroan mencatatkan bahwa reksa dana bersama obligasi masih menduduki posisi sebagai penyumbang kontributor terbesar, sedangkan untuk produk tabungan emas memperlihatkan pergerakan minat yang terhitung tinggi semenjak diperkenalkan ke publik.

Demi memperluas jangkauan inklusi keuangan di masyarakat, CIMB Niaga juga menawarkan ambang nominal investasi yang sangat terjangkau bagi semua kalangan.

Produk reksa dana bisa dibeli mulai dari angka Rp10.000, tabungan emas dapat dimulai dari kisaran Rp80.000, sedangkan untuk obligasi pemerintah sudah bisa diakses mulai dari nominal Rp1 juta.

"Kami tidak hanya menyasar nasabah yang sudah mapan. Mahasiswa maupun first jobber juga menjadi target karena edukasi investasi harus dimulai sejak dini," ujar Lusiana.

Di tengah situasi daya beli masyarakat yang masih dibayangi tantangan, CIMB Niaga turut memacu program edukasi terkait manajemen keuangan di level keluarga.

Perseroan mendorong masyarakat luas untuk memiliki simpanan dana darurat serta mulai menanam investasi secara bertahap agar mengantongi benteng ketahanan finansial sewaktu berhadapan dengan situasi yang tidak diantisipasi.

Lusiana memberikan pandangan bahwa publik juga wajib memahami arti penting dari skema diversifikasi investasi yang disesuaikan terhadap profil risiko masing-masing, serta jeli memilih instrumen yang beroperasi di bawah pengawasan ketat regulator.

"Jangan semua dana ditempatkan pada satu instrumen. Setiap orang memiliki profil risiko yang berbeda sehingga investasi perlu didiversifikasi, baik melalui reksa dana, obligasi maupun emas," katanya.

Proses pengembangan pada sektor layanan investasi serta proteksi ini disokong kuat oleh laju peningkatan pemanfaatan kanal digital di internal bank.

Hingga saat ini, kurang lebih sekitar 90 persen dari total transaksi di CIMB Niaga telah diproses via jalur digital, sementara sekitar 60 persen aktivitas pembukaan produk investasi berjalan lewat aplikasi digital OCTO.

Merujuk pada penjelasan Lusiana, tingginya angka adopsi layanan digital tersebut menjadi fundamen mendasar bagi pihak perseroan untuk terus memperkaya rangkaian fitur di dalam OCTO.

Selain berfokus pada investasi dan proteksi, CIMB Niaga saat ini juga tengah menggarap rupa-rupa fitur lanjutan pada sektor layanan tabungan emas yang bergulir atas hasil kerja sama dengan PT Pegadaian.

"Yang kami bangun bukan sekadar menambah fitur, tetapi bagaimana customer journey menjadi lebih baik dan seluruh kebutuhan finansial nasabah bisa tersedia dalam satu ekosistem," ujarnya.

Terkini