Ditopang Seluruh Sektor, IHSG Sesi I Hari Ini Naik ke Level 5.792

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:08:01 WIB
IHSG Sesi I Melesat 1,7 Persen, Saham BRPT dan ANTM Pimpin Reli [FOTO: NET].

JAKART – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mendarat di zona hijau pada penutupan sesi pertama perdagangan Kamis (2/7/2026). 

IHSG menguat sebesar 97,05 poin atau melonjak 1,70 persen menuju posisi 5.792,17, ditopang oleh apresiasi seluruh indeks sektoral serta meningkatnya gairah beli para pemodal di pasar saham tanah air.

Menilik data transaksi, IHSG pada hari ini sempat memperlihatkan pergerakan yang stabil hingga mengakhiri paruh pertama di level 5.792,17. Tren positif ini turut diikuti oleh indeks saham-saham likuid LQ45 yang merangkak naik 13,80 poin atau 2,48 persen ke posisi 570,55.

 Aktivitas di lantai bursa juga terhitung semarak, di mana nilai transaksi menembus Rp6,49 triliun dengan volume sekitar 13,08 miliar lembar saham yang berpindah tangan melalui 926.170 kali transaksi.

Dari total keseluruhan emiten yang diperdagangkan, didapati sebanyak 438 saham mencatatkan penguatan harga, 172 saham bergerak melemah, dan 166 saham lainnya bergerak stagnan. 

Situasi tersebut menggambarkan riak sentimen positif yang masih menguasai jalannya bursa saham Indonesia sampai pertengahan hari.

Pada kelompok saham unggulan LQ45, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) tampil sebagai emiten dengan lonjakan tertinggi setelah melesat 12,68 persen. Urutan selanjutnya diisi oleh PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) yang menguat sebesar 6,85 persen serta PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) yang naik hingga 6,13 persen.

Sebaliknya, koreksi masih menghantui beberapa saham anggota LQ45. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) terpangkas 2,72 persen, dibuntuti oleh PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) yang menyusut 1,58 persen serta PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) yang terkoreksi tipis 0,65 persen.

Sementara itu, apabila dilihat dari nilai transaksi, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi yang paling dominan dengan nilai perdagangan menyentuh Rp709,74 miar. 

Di posisi berikutnya ditempati oleh saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp530,43 miliar, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp504,32 miliar, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) senilai Rp393,75 miliar, dan BRPT sebesar Rp391,93 miliar.

Adapun dari sudut pandang volume transaksi, saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) menorehkan volume terbesar mencapai 17,50 juta lembar saham. Urutan di bawahnya berturut-turut ditempati oleh PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT Minna Padi Investama Sekuritas Tbk (PADI), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), serta PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS).

Lompatan IHSG pada hari ini didukung penuh oleh kenaikan seluruh indeks sektoral di Bursa Efek Indonesia. Sektor barang baku tampil menjadi roda penggerak utama sesudah melesat hingga 3,64 persen.

 Kenaikan ini diekor oleh sektor perindustrian yang menguat sebesar 3,17 persen serta sektor transportasi dan logistik yang naik 3,14 persen.

Sektor barang konsumen non-primer juga terapresiasi sebesar 1,84 persen, sementara sektor energi menguat 1,26 persen. Di samping itu, sektor properti dan real estat menanjak sebesar 1,24 persen, dilanjutkan oleh sektor infrastruktur senilai 1,16 persen serta sektor keuangan yang terkerek naik 0,98 persen. 

Penguatan juga dirasakan oleh sektor teknologi yang bertambah 0,57 persen. Sementara itu, sektor barang konsumen primer dan sektor kesehatan masing-masing cuma merangkak tipis senilai 0,06 persen dan 0,03 persen.

Di kala IHSG mencatatkan rapor hijau, mayoritas bursa saham di kawasan Asia bergerak secara variatif. Indeks Hang Seng Hong Kong menjadi salah satu pasar yang sukses mengamankan penguatan dengan naik 1,00 persen menuju level 23.109,60. Sebaliknya, Shanghai Composite tergelincir sebesar 0,88 persen menjadi 4.076,18.

Tekanan juga melanda pasar saham Jepang setelah indeks Nikkei 225 ambrol 1,64 persen ke posisi 69.320,80. Bursa Australia melalui indeks S&P/ASX 200 melorot tipis sebesar 0,09 persen, sedangkan Asia Dow menyusut hingga 1,04 persen. 

Koreksi paling curam dialami oleh bursa Korea Selatan, di mana indeks KOSPI terpuruk 4,51 persen ke level 7.929,25. Di tengah-tengah tren pergerakan yang beraneka ragam itu, IHSG sukses menempatkan diri sebagai salah satu indeks dengan performa paling prima di regional Asia pada akhir sesi pertama.

Pada pasar mata uang asing, performa rupiah terhadap dollar AS terpantau kembali dilingkupi tekanan. Sampai waktu siang hari, nilai tukar mata uang garuda melemah sekitar 40 poin atau terdepresiasi 0,22 persen ke posisi Rp17.992 per dollar AS. 

Koreksi mata uang domestik ini bergulir di tengah naiknya kecemasan para pelaku pasar atas tekanan inflasi, termasuk efek dari penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang dinilai berpeluang mengusik ekspektasi inflasi ke depan.

Terkini