Astra Dukung Kesejahteraan di Desa Kemiren Melalui Budaya Osing

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:57:31 WIB
Astra melalui program Desa Sejahtera Astra memperkuat aktivitas membatik sebagai sumber penghidupan masyarakat desa melalui pendekatan berbasis komunitas dan sistem produksi yang berkelanjutan di Desa Sejahtera Astra Singkawang, Kalimantan Barat.

JAKARTA - Alunan suara kayu lesung yang saling berpadu tampak mengiringi suasana pagi hari di area halaman rumah berarsitektur khas Osing.

Irama musik yang dimainkan oleh warga setempat tersebut menjadi bentuk sambutan hangat bagi para pelancong yang berkunjung ke Desa Sejahtera Astra Kemiren, Banyuwangi, Jawa Timur, yang dibina oleh PT Astra International Tbk (Astra).

Roda kehidupan tradisional seperti inilah yang nyatanya masih dapat ditemukan di wilayah pemukiman masyarakat Osing sebagai kelompok suku asli di Banyuwangi.

Mereka konsisten merawat tradisi dan nilai kearifan lokal bersama segenap warga sebagai motor penggerak kesejahteraan desa secara turun-temurun.

Masyarakat di kawasan Desa Sejahtera Astra Kemiren secara berkesinambungan menjaga kelestarian budaya Osing lewat rupa-rupa ritual tradisi.

Sebut saja upacara adat Barong Ider Bumi, Tumpeng Sewu, tarian tradisional Tari Gandrung, kuliner lokal, seni musik tradisional, hingga model arsitektur khas rumah Osing.

Seluruh aspek tersebut menjadi bagian dari identitas sekaligus potensi besar yang menggerakkan roda kehidupan masyarakat desa setempat.

Aspek potensi bernilai tinggi tersebut kemudian mulai diperkuat oleh pihak Astra semenjak tahun 2024 silam melalui peluncuran program Desa Sejahtera Astra.

Bekerja sama dengan warga dan penggerak lokal, Astra menginisiasi pengembangan empat sektor utama yang meliputi bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, serta kewirausahaan.

Langkah ini bertujuan agar agenda pelestarian budaya lokal dapat berjalan beriringan dengan misi peningkatan mutu kualitas hidup warga desa.

Rangkaian program pengembangan tersebut kini tercatat telah menjangkau sekitar 300 penduduk dan memperkokoh posisi mereka sebagai aktor utama dalam ekosistem desa wisata.

Saat ini, sudah tersedia fasilitas 50 homestay dengan daya tampung total 92 kamar, serta 40 pelaku usaha lokal yang bergerak di sektor kuliner, kerajinan, dan komoditas kopi.

Selain itu, terdapat pula 40 anggota kelompok sadar wisata (Pokdarwis) yang aktif andil bagian dalam tata kelola desa wisata serta pelestarian adat budaya Osing.

Tingkat pendapatan rata-rata dari para anggota Pokdarwis dilaporkan merangkak naik sebesar 33 persen, dari yang semula Rp1,5 juta kini menyentuh Rp2 juta per bulan.

Geliat perkembangan ini membuktikan bahwa nilai budaya yang dirawat dengan baik mampu ber transformasi menjadi sumber penghidupan serta pemantik peluang ekonomi baru.

“Desa Sejahtera Astra Kemiren menunjukkan bahwa pelestarian budaya dan pembangunan masyarakat dapat berjalan beriringan. Melalui penguatan pada bidang kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kewirausahaan, Astra percaya bahwa warisan budaya Osing tidak hanya tetap lestari, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat melalui peningkatan kualitas hidup, peluang usaha, dan kesejahteraan yang berkelanjutan," ujar Chief of Corporate Affairs Astra, Boy Kelana Soebroto.

Skema penguatan Desa Sejahtera Astra Kemiren diaplikasikan secara menyeluruh dan disesuaikan dengan keperluan mendasar dari masyarakat lokal.

Pada sektor kesehatan, Astra andil bagian meningkatkan mutu kualitas hidup masyarakat lewat optimalisasi pelayanan Posyandu serta pemenuhan sarana kesehatan dasar.

Di samping itu, dukungan juga diarahkan pada aspek kesehatan ibu dan anak, sekaligus pelaksanaan agenda edukasi kesehatan secara berkala bagi warga.

Pada bidang pendidikan, Astra menyalurkan bantuan untuk memperkuat institusi PAUD melalui pengadaan sarana belajar mengajar serta alat permainan edukatif.

Pihak perusahaan juga mendukung aktivitas pembelajaran formal sekaligus mengenalkan nilai budaya lokal sejak dini kepada anak-anak selaku generasi penerus.

Sejalan dengan peningkatan volume aktivitas pariwisata, pengelolaan aspek lingkungan hidup turut menjadi fokus penting dalam proyek pengembangan kawasan desa.

Masyarakat mendapatkan pendampingan intensif mengenai tata cara pemilahan sampah organik dan non-organik, hingga pemanfaatan limbah peternakan menjadi pupuk organik.

Warga juga diarahkan untuk mengembangkan fasilitas biogas, membentuk kelompok sadar lingkungan, serta pengadaan sarana penunjang manajemen sampah dan kompos.

Pada sektor kewirausahaan, Astra menyokong penuh pengembangan Desa Wisata Adat Osing Kemiren lewat pemenuhan fasilitas sarana penunjang pariwisata.

Langkah ini dibarengi pemberdayaan UMKM lokal, peningkatan kompetensi Pokdarwis, pembinaan usaha masyarakat, serta promosi wisata budaya Osing sebagai roda ekonomi.

Wujud konsistensi dari masyarakat dalam mengawal budaya serta memacu potensi desa ini sukses membuahkan rupa-rupa apresiasi di level nasional hingga kancah global.

Semenjak periode 2019, desa adat ini tercatat telah mendulang banyak penghargaan prestisius, termasuk Wonderful Indonesia Impact, ADWI, dan ASEAN Tourism Award 2025.

Pada panggung internasional, Desa Sejahtera Astra Kemiren pun terpilih masuk ke dalam bagian dari The Best Tourism Village Upgrade Program 2025.

Pencapaian ini semakin memperkokoh statusnya sebagai destinasi wisata budaya berbasis pemberdayaan masyarakat yang mengusung prinsip berkelanjutan.

Selain lewat program Desa Sejahtera Astra, perusahaan melalui Yayasan Astra-Yayasan Dharma Bhakti Astra aktif membina kelompok tani buah naga di wilayah Banyuwangi.

Lokasi pembinaan kelompok tani buah naga tersebut tepatnya berada di wilayah Desa Sumbermulyo yang masih masuk dalam cakupan binaan Astra.

Proses pendampingan bagi para petani buah naga ini dikerjakan secara kolaboratif bersama pihak Pusat Pengembangan UMKM (PPU).

Cakupan pembinaannya menyentuh aspek penguatan mentalitas dan manajemen organisasi, peningkatan keahlian budidaya organik, hingga standar kualitas pascapanen.

Lewat bimbingan ini, para petani lokal sukses mengamankan dokumen kepemilikan sertifikasi resmi untuk skema metode Budidaya Organik.

Volume total produksi panen tercatat melonjak tajam dari angka awal 316 ton pada tahun 2021 menjadi sebanyak 595 ton pada periode tahun 2025.

Pada kurun waktu yang sama, nilai omzet dari kelompok tani ini ikut terkerek naik secara masif dari posisi Rp1,9 miliar menjadi Rp11,9 miliar.

Komoditas produk buah segar maupun hasil olahan milik kelompok tani ini terpantau telah menembus ceruk pasar domestik yang luas hingga jalur ekspor.

Hasil produksi tani tersebut dilaporkan telah berhasil merambah pasar internasional seperti negara Singapura serta kawasan Hong Kong.

Komoditas buah naga kini tidak sekadar dipasarkan dalam bentuk buah segar, melainkan telah divariasikan menjadi produk olahan bernilai tinggi seperti Sale Buah Naga.

Geliat semangat Astra dalam memacu pertumbuhan desa lewat kolaborasi bersama warga ini selaras dengan visi besar perusahaan untuk sejahtera bersama bangsa.

Terkini