Dekranas Bagikan Tips Bagi Perajin Lokal untuk Gaet Minat Gen Z

Kamis, 02 Juli 2026 | 03:17:01 WIB
Strategi Dekranas Gaet Gen Z Agar Cintai Wastra dan Kriya Lokal [FOTO: NET].

JAKARTA - Sekretaris Jenderal Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Reni Yanita memaparkan taktik yang bisa dipraktikkan oleh para perajin lokal demi memikat atensi generasi muda, khususnya generasi Z, agar memilih serta mencintai produk wastra dan kriya dalam aktivitas sehari-hari.

Reni yang juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (Dirjen IKMA) Kementerian Perindustrian mengutarakan bahwa salah satu taktiknya adalah mengoptimalkan saluran pemasaran daring yang dikelola secara konsisten.

"Sebenarnya sudah banyak perajin yang berjualan online, tapi kami terus mengedukasi pengrajin kami supaya ketika dia berjualan online, dia harus bertanggung jawab untuk terus me-maintain akun-akunnya. Kemudian dia juga harus terus berinovasi di jualannya itu. 

Jadi tidak hanya ikut di beberapa marketplace saja, tapi juga harus ikut inovasinya seperti live kan," kata Reni dalam acara konferensi pers perayaan HUT ke-46 Dekranas di Kantor Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Jakarta Pusat, Kamis.

Menurut pandangan Reni, masa pandemi COVID-19 pada dasarnya telah memacu para perajin di tanah air untuk menjajaki metode pemasaran secara daring. Banyak di antara mereka yang kini sudah melek teknologi dan cekatan mengoperasikan gawai pintar untuk berniaga di jagat digital.

Kendati demikian, masih cukup banyak perajin, baik pembuat wastra maupun kriya, yang belum maksimal dalam mengelola akun-akun digital mereka sehingga perolehan omzet penjualan menjadi kurang optimal. 

Oleh sebab itu, salah satu strategi krusial bagi perajin untuk menjaring generasi Z agar menjadikan wastra dan kriya lokal sebagai bagian dari gaya hidup mereka adalah dengan proaktif mengelola akun di ruang digital yang akrab dengan dunia anak muda tersebut.

Bukan sekadar berniaga secara daring dan mengelolanya secara konsisten, taktik berikutnya yang wajib diadopsi perajin demi menarik minat generasi muda adalah menyajikan produk multifungsi yang selaras dengan selera mereka.

Ia memberikan ilustrasi untuk kain batik atau tenun, yang mana komoditas tersebut sejatinya bisa dikreasikan bukan cuma untuk busana formal saja, melainkan disulap menjadi pakaian kasual untuk harian. 

Tak cuma itu, corak batik juga dapat dikembangkan untuk disematkan pada botol minum (tumbler) sebagai salah satu benda yang kerap dibawa dalam keseharian anak muda.

"Ketika batik juga dibuat untuk dipasang di tumbler, itu kan kreativitas perajin khususnya anak muda lebih dituntut lagi supaya dia menghasilkan tumbler yang memang sesuai anak muda dan kebutuhannya," kata Reni.

Taktik lainnya yang patut dipraktikkan oleh perajin demi memikat hasrat generasi muda adalah dengan bergeser ke pembuatan produk yang membawa konsep keberlanjutan atau sustainable.

 Aspek keberlanjutan ini tidak melulu dari sudut pandang bisnis, namun juga ikut menjaga kelestarian lingkungan yang saat ini menjadi isu yang gencar didukung generasi muda.

Reni mencontohkan dalam ranah wastra, implementasi kelestarian lingkungan bisa diwujudkan dengan mengadopsi teknik pewarnaan yang memanfaatkan bahan-bahan dari alam.

"Dari sisi pewarnaan pengrajin juga harus mulai kembali ke alam, mengoptimalkan bahan-bahan alam untuk diolah menjadi zat warna alam. Ini menjadi sebagian upaya para pengrajin kami untuk menarik minat generasi muda," kata Reni.

Berbagai strategi ini menurut Reni bakal menjadi topik edukasi yang diulas Dekranas dalam sesi talkshow pada perayaan HUT ke-46 Dekranas di Trans Studio Mal Makassar, Sulawesi Selatan, pada 9-12 Juli 2026. 

Oleh karena itu, ia menitip harapan agar pelaku UMKM yang berada di sekitar lokasi pada periode tersebut bisa meramaikan rangkaian acara HUT ke-46 Dekranas agar memperoleh materi edukatif demi mendongkrak kualitas serta memacu kreasi inovasi produk barunya.

Bahkan bagi mereka yang berhalangan hadir langsung di lokasi, pihak panitia menyediakan tayangan siaran langsung yang bisa disaksikan melalui bermacam saluran media sosial Dekranas untuk menyerap materi-materi tersebut.

"Jadi untuk kegiatan-kegiatan kami ini memang disiarkan secara online, itu artinya terbuka untuk seluruh pengrajin yang ada di seluruh Indonesia," kata Reni.

Terkini