Harga Emas Antam Pegadaian dan UBS Naik Serentak per 3 Juli 2026

Jumat, 03 Juli 2026 | 21:42:31 WIB
Ilustrasi emas.

JAKARTA - Nilai jual logam mulia pada hari Jumat (3/7/2026) terpantau bergerak naik secara bersamaan di pasar dalam negeri. Lonjakan harga komoditas emas Antam di Logam Mulia diikuti oleh tren kenaikan harga produk emas yang disediakan oleh Pegadaian, seperti Galeri 24, Antam, dan UBS.

Merujuk pada data resmi dari situs Logam Mulia per Jumat (3/7/2026), harga emas batangan Antam untuk ukuran satu gram terangkat Rp 11.000 menjadi Rp 2.651.000 dari posisi sebelumnya yang berada di angka Rp 2.640.000 per gram.

Di samping itu, nilai buyback atau harga beli kembali untuk emas Antam melonjak signifikan sebesar Rp 55.000 per gram, sehingga kini berada di posisi Rp 2.400.000 dari harga sebelumnya yang senilai Rp 2.345.000 per gram.

Pada sisi yang lain, harga emas yang diperdagangkan lewat outlet Pegadaian juga mengalami grafik peningkatan pada pembaruan data siang hari.

Untuk emas produk Galeri 24 cetakan 1 gram merangkak naik sebesar Rp 21.000 menjadi Rp 2.648.000 per gram dari posisi sebelumnya yang senilai Rp 2.627.000 per gram.

Sementara itu, produk emas Antam yang dijual di Pegadaian untuk ukuran 1 gram turut terkerek naik sebesar Rp 12.000 hingga menyentuh angka Rp 2.758.000 per gram.

Adapun untuk produk emas batangan UBS dengan ukuran 1 gram juga meroket Rp 22.000 menjadi seharga Rp 2.661.000 per gram.

Bukan hanya harga jual retail, nilai buyback emas di gerai Pegadaian terpantau ikut merangkak naik bagi para investor.

Pada ukuran 1 gram, nilai transaksi buyback emas Galeri 24 naik Rp 20.000 hingga berada di angka Rp 2.483.000 per gram dibandingkan catatan sebelumnya yang sebesar Rp 2.463.000.

Sedangkan untuk harga beli kembali produk emas Antam dan UBS masing-masing merosot naik Rp 20.000 hingga menetap pada level Rp 2.476.000 per gram.

Berikut merupakan rincian lengkap mengenai pergerakan harga emas Antam, Galeri 24, serta UBS yang berlaku per Jumat (3/7/2026).

Harga emas Antam hari ini untuk ukuran 0,5 gram adalah Rp 1.375.500, ukuran 1 gram senilai Rp 2.651.000, ukuran 2 gram seharga Rp 5.242.000, ukuran 3 gram senilai Rp 7.838.000, dan ukuran 5 gram sebesar Rp 13.030.000.

Selanjutnya untuk ukuran 10 gram dilepas Rp 26.005.000, ukuran 25 gram senilai Rp 64.887.000, ukuran 50 gram sebesar Rp 129.695.000, ukuran 100 gram senilai Rp 259.312.000, ukuran 250 gram sebesar Rp 648.015.000, ukuran 500 gram senilai Rp 1.295.820.000, serta ukuran 1.000 gram (1 kg) menembus Rp 2.591.600.000.

Sementara untuk list harga emas Galeri 24 hari ini dimulai dari ukuran 0,5 gram seharga Rp 1.389.000, ukuran 1 gram senilai Rp 2.648.000, ukuran 2 gram sebesar Rp 5.232.000, ukuran 5 gram seharga Rp 12.985.000, serta ukuran 10 gram senilai Rp 25.900.000.

Kemudian ukuran 25 gram dipatok Rp 64.401.000, ukuran 50 gram senilai Rp 128.702.000, ukuran 100 gram sebesar Rp 257.275.000, ukuran 250 gram senilai Rp 641.607.000, ukuran 500 gram sebesar Rp 1.283.214.000, dan ukuran 1.000 gram (1 kilogram) berada pada angka Rp 2.566.427.000.

Untuk rincian harga emas Antam hari ini yang dipasarkan di outlet Pegadaian yaitu ukuran 0,5 gram senilai Rp 1.432.000, ukuran 1 gram sebesar Rp 2.758.000, ukuran 2 gram seharga Rp 5.452.000, ukuran 3 gram senilai Rp 8.152.000, ukuran 5 gram sebesar Rp 13.552.000, ukuran 10 gram senilai Rp 27.046.000, ukuran 25 gram sebesar Rp 67.483.000, ukuran 50 gram senilai Rp 134.883.000, serta ukuran 100 gram seharga Rp 269.685.000.

Adapun rincian untuk harga emas UBS hari ini tercatat berukuran 0,5 gram senilai Rp 1.439.000, ukuran 1 gram sebesar Rp 2.661.000, ukuran 2 gram seharga Rp 5.280.000, ukuran 5 gram senilai Rp 13.048.000, dan ukuran 10 gram sebesar Rp 25.959.000.

Untuk ukuran 25 gram berada di angka Rp 64.768.000, ukuran 50 gram senilai Rp 129.269.000, ukuran 100 gram sebesar Rp 258.437.000, ukuran 250 gram senilai Rp 645.902.000, serta ukuran 500 gram dipatok pada Rp 1.290.287.000.

Beralih ke pasar global, laju harga emas dunia dilaporkan masih melanjutkan tren penguatan yang positif pada sesi perdagangan hari Jumat (3/7/2026).

Nilai komoditas emas bergerak naik mendekati zona 4.200 dollar AS per ons, yang sekaligus memperpanjang tren kenaikan dari sesi pembukaan sebelumnya.

Pemicu utama dari naiknya harga emas dunia ini adalah rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) yang posisinya jauh lebih lemas dari perkiraan awal, sehingga mendorong para pelaku pasar untuk meredam ekspektasi kenaikan suku bunga acuan oleh Federal Reserve.

Berdasarkan laporan data terbaru, roda ekonomi AS tercatat hanya mampu menambah sebanyak 57.000 lapangan pekerjaan baru sepanjang bulan Juni, angka ini jatuh jauh di bawah proyeksi pasar sebesar 110.000, sementara itu angka pengangguran dilaporkan bertahan pada level 4,2 persen.

Publikasi tersebut mengekor data pertumbuhan lapangan pekerjaan dari sektor swasta yang posisinya juga berakhir lebih rendah dari ekspektasi awal para analis.

Situasi makro ini membuat para pelaku pasar memproyeksikan bahwa peluang kenaikan suku bunga acuan The Fed pada bulan September nanti akan merosot ke angka sekitar 50 persen dari estimasi awal yang berada di angka 67 persen.

Pada sisi yang berseberangan, Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh memberikan pernyataan bahwa ekspektasi terhadap tingkat inflasi sudah mulai melandai, sembari kembali memperkuat komitmen bank sentral dalam menjaga stabilitas harga.

Nilai jual emas global juga memperoleh suntikan tenaga tambahan akibat pelemahan harga komoditas minyak serta meredanya kekhawatiran publik atas inflasi seiring dengan pulihnya jalur pengiriman komersial yang melewati Selat Hormuz di tengah progres positif diskusi bilateral antara pihak AS dan Iran.

Pada jalannya perdagangan hari Jumat tepat pukul 13.49 WIB, nilai emas dunia secara resmi bertengger di zona 4.173,28 dollar AS per ons, menguat sebanyak 50,52 poin atau setara dengan 1,23 persen jika dikomparasikan dari sesi penutupan sebelumnya.

Apabila dihitung dalam kurun waktu satu bulan belakangan, pergerakan harga emas sebenarnya masih tercatat terkoreksi sebesar 6,93 persen, namun apabila ditarik secara tahunan posisinya masih melonjak kuat hingga 24,88 persen.

Terkini