ASDP Gandeng Pemprov Jawa Timur Perkuat Pelabuhan Ketapang

Jumat, 03 Juli 2026 | 00:22:31 WIB
Ilustrasi Kapal Milik PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).

JAKARTA - PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) tengah memacu percepatan pembenahan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, guna memperkokoh jaringan konektivitas nasional melalui ekspansi kapasitas, pembenahan manajemen, serta penyusunan blueprint jangka panjang secara terpadu bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur.

Melalui rilis tertulis yang diterima di Jakarta pada hari Jumat, Direktur Utama ASDP Heru Widodo mengutarakan bahwa modernisasi Pelabuhan Ketapang tidak sekadar menitikberatkan pada perbaikan fasilitas fisik dermaga, melainkan juga perakitan ekosistem jaringan yang saling terhubung.

Upaya perluasan tampung dermaga, manajemen operasi armada kapal, penyediaan kawasan penyangga (buffer area), hingga manajemen arus kendaraan di luar area pelabuhan dirasa wajib berjalan selaras demi menyambut lonjakan mobilitas publik dan jalur logistik di masa depan.

Heru memaparkan bahwa rekam pengalaman saat menangani lonjakan volume kendaraan pada momen Angkutan Lebaran serta liburan sekolah menjadi cermin penting bahwa peningkatan kualitas layanan tidak bisa lagi bertumpu pada efisiensi operasional harian saja.

Atas dasar itu, diperlukan langkah penguatan aspek infrastruktur beserta manajemen kawasan yang sanggup membaca arah pertumbuhan trafik dalam jangka panjang agar Pelabuhan Ketapang makin responsif terhadap dinamika mobilitas warga, arus barang, maupun geliat industri wisata.

Menurut pandangannya, Pelabuhan Ketapang selama ini memegang peran krusial selaku titik temu strategis yang menjembatani mobilitas antara Pulau Jawa dan Bali. Selain melayani mobilitas warga, area ini memegang andil vital dalam mengamankan kelancaran logistik serta menyokong pariwisata nasional.

Adapun tekad percepatan pembenahan ini mengemuka secara nyata di dalam agenda pertemuan audiensi antara jajaran Direksi ASDP bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Surabaya pada hari Kamis (2/7/2026).

Lebih dalam Heru menjabarkan, internal perusahaan telah memformulasikan skema pengembangan secara bertahap hingga tahun 2029 mendatang yang mencakup peningkatan daya tampung dermaga, optimalisasi lahan Bulusan sebagai buffer area truk logistik, hingga pembukaan dermaga baru.

Di samping itu, proyek penaikan kapasitas dermaga bakal dieksekusi secara simultan mulai tahun ini sebagai bagian dari program penguatan kualitas pelayanan pada rute penyeberangan Ketapang-Gilimanuk.

Pihak ASDP pun menggarisbawahi bahwa agenda transformasi Pelabuhan Ketapang ini membutuhkan jalinan kemitraan yang solid antara jajaran otoritas pusat, pemerintah daerah, beserta seluruh pemangku kebijakan terkait.

"Pelabuhan Ketapang bukan hanya gerbang penyeberangan Jawa-Bali, tetapi simpul strategis yang menopang konektivitas nasional. Karena itu, pengembangannya membutuhkan sinergi seluruh pemangku kepentingan. ASDP berkomitmen terus menghadirkan layanan yang semakin aman, andal, dan berkelanjutan melalui penguatan infrastruktur, tata kelola, dan kolaborasi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat, dunia usaha, serta pertumbuhan ekonomi kawasan dalam jangka panjang," ujar Heru.

Di dalam forum yang sama, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan komitmen dukungan penuh atas perancangan masterplan pembenahan Pelabuhan Ketapang, termasuk mendorong areanya agar masuk dalam daftar proyek strategis nasional (PSN).

Berdasarkan penilaian Khofifah, proyek peningkatan daya tampung pelabuhan wajib digodok secara komprehensif lewat pemanfaatan lahan penyangga di kedua titik penyeberangan, peningkatan mutu kapal, akses menuju Bulusan, serta kemitraan lintas sektor agar mewujud jadi satu kesatuan moda transportasi terpadu.

Terkini