Manfaat Membangun Interaksi Sosial Kecil agar Tidak Merasa Kesepian

Jumat, 03 Juli 2026 | 05:26:31 WIB
Ilustrasi Kesepian.

JAKARTA - Kesepian menjadi persoalan yang kian banyak dialami berbagai kelompok usia, mulai dari remaja hingga lansia.

Berbeda dengan menikmati waktu sendirian, kesepian muncul ketika kebutuhan seseorang untuk terhubung secara sosial tidak terpenuhi.

Psikolog klinis dan pakar trauma, Dr. Robyn Koslowitz mengatakan, ada kebiasaan sederhana untuk mengurangi rasa kesepian, yakni membangun interaksi sosial kecil (micro-interactions) setiap hari.

Meski tampak sepele, kebiasaan ini dapat menjadi langkah awal untuk mengisi kembali tangki sosial yang mulai kosong.

Menurut Dr. Koslowitz, setiap emosi yang dirasakan tubuh sebenarnya membawa pesan, termasuk kesepian yang menjadi penanda bahwa kebutuhan sosial belum terpenuhi.

“Semua emosi yang sulit pada dasarnya adalah sebuah informasi. Kesepian memberi tahu bahwa 'tangki sosial' kami sedang berkurang, sama seperti rasa lapar yang memberi tahu bahwa tubuh membutuhkan nutrisi," jelasnya.

Dr. Koslowitz menegaskan bahwa sendirian dan kesepian adalah dua hal berbeda, karena menikmati waktu sendiri merupakan kemampuan yang sehat.

Sebaliknya, kesepian menunjukkan adanya kebutuhan akan hubungan sosial yang belum terpenuhi sehingga memerlukan perhatian.

"Cara tercepat meredakan kesepian adalah melalui interaksi kecil atau micro-interactions. Ini bisa menjadi langkah awal yang paling mudah sebelum seseorang membangun pertemanan yang lebih dekat," ujarnya.

Interaksi tersebut tidak harus berupa percakapan panjang, cukup dengan menyapa kasir atau tersenyum kepada orang di taman untuk memberikan efek positif.

Menurutnya, aktivitas sederhana itu membantu otak kembali merasakan adanya koneksi sosial dan memperbaiki suasana hati.

Kesepian sering membuat seseorang kehilangan motivasi dan bersikap apatis. Interaksi kecil dapat memicu dorongan untuk kembali bersosialisasi.

“Kesedihan membuat seseorang kehilangan energi dan motivasi. Akibatnya muncul sikap apatis sehingga otak berhenti percaya bahwa keadaan bisa berubah," katanya.

Dr. Koslowitz menyarankan untuk bergabung dengan komunitas atau kegiatan sukarela jika ingin mengembangkan hubungan sosial menjadi pertemanan lebih bermakna.

Jika kesepian berlangsung lama hingga mengganggu aktivitas, ia menganjurkan mencari bantuan profesional.

"Ketika kesepian mulai mengganggu kehidupan yang sesuai dengan nilai-nilai Anda atau terasa terlalu menyakitkan, jangan ragu mencari bantuan. Saya berharap kami sudah mulai menganggap hal itu sebagai sesuatu yang wajar," tutupnya.

Terkini