BPS Berupaya Tingkatkan Pendataan UMKM Perempuan di Sensus Ekonomi 2026

Sabtu, 04 Juli 2026 | 18:41:31 WIB
BPS Gandeng KemenPPPA dan PNM Data UMKM Perempuan di Sensus Ekonomi [FOTO: NET].

JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan kolaborasi dengan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) serta PT Permodalan Nasional Madani (PNM) guna memastikan peningkatan jumlah pelaku UMKM perempuan yang tercatat dalam Sensus Ekonomi 2026.

Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu, mengungkapkan bahwa pelaku usaha perempuan memegang peran krusial dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia serta menjaga kesejahteraan keluarga. 

Ia berharap sinergi dengan PNM melalui program PNM Mekaar—layanan modal usaha dan pemberdayaan bagi pelaku ultramikro perempuan prasejahtera—dapat memberikan gambaran yang utuh terkait kebutuhan, tantangan, serta potensi sektor UMKM.

Amalia menegaskan, partisipasi menyeluruh dalam Sensus Ekonomi 2026 menjadi dasar bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan yang efektif, termasuk akses pembiayaan dan pelatihan.

"Yang paling penting Ibu-ibu Mekaar ini tidak boleh terlewat tercatat, karena Ibu-ibu sebenarnya punya kontribusi yang luar biasa terhadap ekonomi Indonesia. Di saat Ibu-ibu Mekaar ini tercatat dengan baik, maka Ibu-ibu punya suara untuk kebijakan yang ekonomi yang lebih baik ke depan,” ujar Amalia.

Data menunjukkan kontribusi perempuan terus menguat, di mana sepanjang 2021-2025, sebanyak 58,68 persen dari total Nomor Induk Berusaha (NIB) dimiliki oleh pelaku usaha perempuan. Selain itu, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan naik menjadi 56,63 persen pada Agustus 2025, dengan dominasi 58,39 persen di sektor ekonomi kreatif.

Menteri PPPA, Arifatul Choiri Fauzi, menyatakan Sensus Ekonomi 2026 sangat penting untuk menghasilkan kebijakan yang inklusif.

"Mengapa Sensus Ekonomi tahun 2026 ini sangat penting? Karena dengan Sensus Ekonomi ini, kami bisa menghadirkan gambaran yang lebih utuh mengenai aktivitas ekonomi masyarakat Indonesia, khususnya kaum perempuan, karena kami hari ini ingin menguatkan pemberdayaan perempuan dalam sektor ekonomi," ujar Arifatul.

Sebagai bentuk dukungan, PT PNM telah mencapai tingkat respons 100 persen dalam pengisian kuesioner Sensus Ekonomi 2026 untuk seluruh kantor pusat, cabang, dan unit organisasi. Direktur Utama PT PNM, Kindaris, menyebut kolaborasi ini krusial karena perempuan saat ini telah menjadi motor penggerak ekonomi serta tulang punggung keluarga.

Terkini