Berdayakan Mahasiswa, Telkom Akselerasi Digitalisasi UMKM di 3T

Sabtu, 04 Juli 2026 | 19:59:31 WIB
Telkom Dorong Digitalisasi UMKM di Wilayah 3T Lewat AI [FOTO: NET].

JAKARTA - Sebagai bentuk dedikasi dalam mendorong digitalisasi yang merata di seluruh pelosok Indonesia, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) terus melebarkan jangkauan literasi digital sampai ke daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). 

Lewat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Telkom meluncurkan inisiatif Rural Youth AI Facilitator: Akselerasi Transformasi Digital Inklusif di Wilayah 3T Papua Barat Daya, sebuah langkah memberdayakan generasi muda selaku agen transformasi digital demi mendukung peningkatan kemampuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI).

Inisiatif ini lahir karena masih minimnya tingkat literasi digital para pelaku UMKM di Papua Barat Daya. Merujuk data Pemerintah Kota Sorong 2023, ada lebih dari 6.823 UMKM yang menggerakkan ekonomi daerah. 

Di sisi lain, data Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Sorong 2025 memperlihatkan bahwa dari sekitar 6.000 pelaku UMKM, baru sekitar 150 unit usaha yang menerima pelatihan digitalisasi. Realitas ini menegaskan urgensi pendekatan yang lebih inklusif untuk memperluas pemakaian teknologi digital, khususnya di daerah 3T.

Menanggapi tantangan tersebut, Telkom belum lama ini mengadakan pelatihan Artificial Intelligence (AI) bagi 70 mahasiswa dari UNIMUDA Sorong dan Universitas Papua (UNIPA) Waisai. Lewat metode Train the Trainer, peserta disiapkan menjadi fasilitator digital yang bakal mendampingi pelaku UMKM dalam menerapkan teknologi AI untuk mengoptimalkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing bisnis.

Senior General Manager Social Responsibility Telkom, Hery Susanto, menuturkan bahwa pemberdayaan masyarakat melalui teknologi merupakan elemen krusial dari usaha Telkom dalam membangun ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan.

"Pemberdayaan talenta muda merupakan bagian dari komitmen Telkom untuk memperluas manfaat transformasi digital hingga ke wilayah 3T. Melalui Rural Youth AI Facilitator, kami berharap semakin banyak UMKM yang mampu memanfaatkan teknologi AI guna meningkatkan produktivitas dan menciptakan nilai tambah bagi usahanya," ujar Hery.

Peserta mempresentasikan hasil diskusi dan solusi berbasis Artificial Intelligence (AI) dalam pelatihan Rural Youth AI Facilitator. Program TJSL Telkom ini membekali talenta muda lokal dengan kompetensi digital untuk mendukung transformasi UMKM serta memperluas literasi AI di Papua Barat Daya. 

Pascapelatihan, para mahasiswa akan melakukan pendampingan secara one-on-one kepada pelaku UMKM, mencakup pengembangan aset digital, strategi pemasaran, hingga pemanfaatan AI untuk operasional dan manajemen usaha. Dengan melibatkan talenta muda lokal yang menguasai karakter wilayahnya, pendampingan diyakini lebih efektif, kontekstual, dan aplikatif bagi masyarakat.

Selanjutnya, para agen digital tersebut akan bersinergi dengan berbagai elemen strategis di Papua Barat Daya, seperti kelompok usaha Mama-Mama Papua dalam pengembangan produk dan pemasaran; komunitas pemuda desa untuk penguatan promosi digital; serta pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam meningkatkan tata kelola dan perluasan peluang kemitraan Business-to-Business (B2B).

Program Rural Youth AI Facilitator adalah perwujudan komitmen Telkom dalam memperkuat ekosistem UMKM yang modern, inklusif, dan kompetitif lewat implementasi program TJSL. Selain meningkatkan kapasitas pelaku usaha, inisiatif ini juga memberi ruang bagi generasi muda untuk berperan sebagai penggerak transformasi digital di daerahnya, sekaligus menyokong pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama Tujuan 8 mengenai Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta Tujuan 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.

Melalui sinergi antara teknologi, talenta muda, dan masyarakat, Telkom akan terus memperluas program pemberdayaan digital yang mampu memberikan dampak sosial berkelanjutan. Sejalan dengan tekad perusahaan dalam mengakselerasi transformasi digital nasional, Telkom optimistis pemanfaatan teknologi yang inklusif mampu memperkuat daya saing UMKM, memicu pertumbuhan ekonomi daerah, dan menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata bagi masyarakat di seluruh Indonesia.

Terkini