Ini Latihan Lebih Ampuh Menghilangkan Lemak Perut Bukan Lewat Kardio

Minggu, 05 Juli 2026 | 19:56:01 WIB
Ilustrasi Latihan Beban.

JAKARTA - Mayoritas masyarakat cenderung memilih aktivitas berlari ataupun bersepeda sebagai opsi utama demi menyusutkan bobot tubuh dan membuang timbunan lemak perut.

Namun, mengacu pada pemaparan sejumlah pakar kebugaran, agenda latihan beban atau resistance training faktanya sanggup menyuguhkan hasil akhir yang jauh lebih maksimal.

Khususnya, latihan kekuatan ini sangat andal dalam memangkas jaringan lemak di area perut sekaligus mendongkrak status kesehatan tubuh secara komprehensif.

Dokter sekaligus pengamat kesehatan almarhum Michael Mosley sempat menguraikan jika latihan beban tidak melulu berkontribusi dalam memahat massa otot raga semata.

Lebih dari itu, olahraga ini juga menyuplai bermacam faedah krusial bagi stabilitas metabolisme, peningkatan mutu tidur, hingga optimalisasi kinerja otak.

Output positif dari latihan beban ini turut diperkuat oleh hasil kajian ilmiah terbitan Harvard University serta rumpun instruksi resmi dari para personal trainer.

Banyak individu hingga kini masih meyakini dogma bahwa mempraktikkan gerakan sit-up ratusan kali sanggup secara instan memusnahkan tumpukan lemak di bagian abdomen.

Padahal, pola asumsi tradisional tersebut dipastikan tidak tepat secara metodologi medis.

Berdasarkan publikasi TechnoGym, sistem anatomi tubuh manusia tidak dibekali kemampuan untuk mengikis tumpukan lemak murni pada satu titik area spesifik saja (spot reduction).

Proses reduksi jaringan lemak senantiasa bergulir secara menyeluruh di sekujur raga, sehingga masyarakat memerlukan rumpun latihan yang andal memicu pembakaran kalori makro sekaligus menjaga volume otot.

Mosley mengutarakan jika variasi latihan beban seperti push-up serta squat bertindak selaku opsi yang jauh lebih berdaya guna ketimbang kardio andai target utamanya menghalau lemak perut.

"Penelitian dari Harvard University yang mengikuti sekitar 10.000 pria selama 12 tahun menemukan bahwa, menit demi menit, latihan kekuatan lebih efektif menargetkan lemak perut dibandingkan kardio," ujar Mosley, dikutip Mirror, Sabtu (4/7/2026).

Di samping bertindak melumat jaringan lemak jahat, aktivitas olahraga beban juga andal menyokong pertambahan volume massa otot rangka tubuh.

Aspek ini tergolong sangat krusial mengingat kapasitas massa otot manusia secara alamiah bakal mengalami penyusutan berkala selepas menginjak usia 30 tahun andai tidak dilatih konstan.

Mosley memaparkan jika konversi progresif yang positif sudah bisa diidentifikasi hanya dalam kurun waktu sekitar 12 minggu agenda latihan yang disiplin.

"Penelitian menunjukkan bahwa hanya dalam 12 minggu, massa otot dapat meningkat hingga 10 persen dan kekuatan tubuh bertambah sampai 150 persen," katanya.

Kian melimpah volume massa otot yang didekap oleh tubuh seseorang, maka tingkat kebutuhan suplai pasokan energi harian raga otomatis bakal merangkak naik.

Kondisi biologis ini menolong sistem tubuh untuk melancarkan pembakaran kalori dalam jumlah lebih masif, bahkan di kala raga tengah beristirahat, sehingga fase penurunan lemak berjalan maksimal.

Keuntungan dari mengadopsi gerakan olahraga beban faktanya tidak sekadar berhenti pada urusan estetika bentuk anatomi tubuh semata.

Menurut analisis Mosley, bermacam konfirmasi studi ilmiah mempertontonkan bahwa latihan kekuatan juga menyuguhkan impak positif bagi kesehatan neurobiologis otak.

Ia menguraikan jika latihan beban sangat direkomendasikan demi mempertajam daya ingat serta mengoptimalkan fungsi eksekutif otak, misal kecakapan memecahkan masalah dan merumuskan keputusan.

Bukan hanya itu, jaringan otot yang aktif bergerak juga terbukti andal menolong proses penyerapan kadar gula darah secara jauh lebih efisien.

"Sel otot menyerap gula darah seperti spons. Bahkan, satu penelitian menemukan bahwa setiap peningkatan 10 persen massa otot rangka berkaitan dengan penurunan risiko pradiabetes sebesar 10 persen," jelas Mosley.

Ulasan dari analisis komparasi riset lainnya turut mendapati indikasi bahwa meluangkan waktu latihan beban sepanjang 30-60 menit per pekan ampuh menekan risiko kematian akibat jantung maupun kanker sampai 20 persen.

Meskipun aktivitas latihan kekuatan dinilai jauh lebih digdaya untuk mengikis sel lemak perut, perkara ini bukan berarti olahraga kardio wajib dieliminasi total dari jadwal mingguan Anda.

Profesor Abigail Mackey dari University of Copenhagen mengutarakan jika ragam gerakan terisolasi seperti squat dan push-up adalah opsi yang sangat mutakhir lantaran melatih banyak otot sekaligus.

"Jika ingin memasuki usia lanjut dengan kondisi terbaik agar tetap mandiri lebih lama, latihan menggunakan beban sangat penting. Squat dan push-up sangat baik karena melatih begitu banyak otot dalam satu gerakan," ujar Mackey.

Sementara itu, pihak TechnoGym memberikan saran untuk mengawinkan program latihan kekuatan bersama olahraga kardio lewat metode sirkuit (circuit training).

Menurut kalkulasi mereka, integrasi kedua rumpun olahraga tersebut andal memelihara ritme detak jantung tetap tinggi seraya membangun kekuatan otot, sehingga stimulasi pembakaran kalori melesat 30 persen lebih banyak.

Terkini