Kebiasaan Sederhana Rahasia Bahagia Masyarakat di Finlandia

Senin, 06 Juli 2026 | 06:21:31 WIB
Ilustrasi Bahagia.

JAKARTA - Finlandia kembali meraih predikat sebagai negara paling bahagia di dunia menurut laporan World Happiness Report. Selain sistem sosial yang solid, rutinitas harian warga setempat juga memegang peran besar dalam menciptakan kepuasan hidup.

Berdasarkan laporan HuffPost (5/7/2026), para ahli kesehatan mental dan psikologi asal Finlandia membagikan beberapa kebiasaan yang mendorong tingginya tingkat kepuasan hidup warga di negara Nordik tersebut, yang juga dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu poin utama adalah keterbukaan dalam mengekspresikan emosi. Direktur Strategic Affairs di MIELI Mental Health Finland, Meri Larivaara, menuturkan bahwa warga Finlandia tidak merasa terbebani untuk selalu menjawab "baik-baik saja" sewaktu ditanya mengenai kabar mereka.

"Di Finlandia, ada toleransi yang lebih besar untuk mengatakan, 'Saya sedang tidak baik-baik saja' atau 'Saya tidak sedang merasa baik'," ujar Larivaara. Menurutnya, sikap jujur pada emosi mencegah seseorang menumpuk emosi negatif.

Selain itu, masyarakat setempat sangat memperhatikan keseimbangan antara dunia kerja dan kehidupan pribadi. Larivaara menyebut durasi kerja yang ideal memberikan waktu bagi warga untuk beristirahat, merawat diri, serta menikmati aktivitas di luar pekerjaan.

Profesor psikologi dari University of Oulu, Mirka Hintsanen, menambahkan bahwa waktu senggang memberi kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati hobi mereka. Dekan Fakultas Ilmu Sosial Tampere University, Juho Saari, juga menyampaikan bahwa singkatnya waktu perjalanan ke kantor membuat warga memiliki lebih banyak waktu santai setiap hari.

Kedekatan dengan alam turut menjadi elemen krusial berikutnya. Saari menerangkan bahwa Finlandia menerapkan aturan Everyman's Right, yang membebaskan masyarakat mengeksplorasi hutan, danau, hingga pesisir pantai dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan.

Melalui regulasi tersebut, warga bisa berkemah, memetik buah beri, berenang, hingga bermain ski tanpa pungutan biaya di area publik tertentu. Hintsanen menegaskan bahwa akses ke alam terbuka tersedia luas di seluruh wilayah Finlandia.

"Ada alam di mana-mana," ucapnya. Ia menguraikan bahwa beraktivitas di alam terbukti secara ilmiah mampu meminimalkan stres, sehingga mempermudah seseorang untuk merasakan kebahagiaan.

Budaya mempelajari hal baru di luar kebutuhan kerja juga tertanam kuat di sana. Menurut Larivaara, menguasai keterampilan baru seperti mencoba resep masakan atau mengikuti kelas hobi memberikan dampak positif bagi kesehatan mental.

Saari mengemukakan bahwa di Finlandia terdapat banyak komunitas yang memfasilitasi beragam kegiatan, mulai dari yoga hingga kerajinan keramik, dengan biaya yang sangat terjangkau.

Di sisi lain, tingkat saling percaya antarwarga di Finlandia juga sangat tinggi. Saari menjelaskan bahwa relasi sosial yang kokoh menjadi fondasi utama dalam menopang kepuasan hidup serta meminimalkan rasa kesepian.

Mengenai definisi kebahagiaan, Larivaara meluruskan bahwa konsep bahagia di Finlandia bukan tentang luapan kegembiraan yang intens, melainkan rasa tenang dan puas yang konsisten terhadap kehidupan serta apa yang sudah dimiliki saat ini.

"Konsep kami lebih seperti perasaan puas yang terus-menerus terhadap kehidupan dan apa yang dimiliki," ujarnya.

Kendati demikian, Hintsanen mengingatkan bahwa kebahagiaan tidak bisa dibebankan seutuhnya pada tiap individu, karena faktor lingkungan dan kebijakan sosial juga turut memberi pengaruh.

"Kami tidak bisa menjadikan kebahagiaan hanya sebagai tanggung jawab individu. Penting untuk diingat bahwa ada banyak faktor lain di luar diri seseorang," kata Hintsanen.

Terkini