DPR Dukung Menlu dan Ketua MPR Hadiri Pemakaman Ali Khamenei di Iran

Selasa, 07 Juli 2026 | 23:30:31 WIB
Pemakaman Ali Khamenei.

JAKARTA - Anggota Komisi I DPR Syamsu Rizal memberikan penilaian bahwa rencana kehadiran Menteri Luar Negeri Sugiono bersama Ketua MPR Ahmad Muzani dalam prosesi pemakaman mantan pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei merupakan sebuah langkah diplomatik yang sangat tepat.

Melalui keterangan resminya di Jakarta, Selasa, Rizal menjelaskan bahwa keputusan tersebut sekaligus menjadi wujud nyata dari penghormatan Indonesia atas hubungan persahabatan yang telah lama terjalin dengan Republik Islam Iran.

“Kami mendukung rencana Menteri Luar Negeri dan Ketua MPR RI untuk menghadiri upacara pemakaman Ayatollah Ali Khamenei. Kehadiran perwakilan Indonesia menunjukkan rasa hormat dan empati bangsa Indonesia atas peristiwa yang menimpa Iran serta memperkuat hubungan bilateral yang selama ini terjalin dengan baik,” katanya.

Rizal menganggap Indonesia perlu menyatakan rasa duka cita secara langsung kepada seluruh masyarakat serta pemerintah Iran. Terlebih lagi, jalinan relasi kedua negara selama ini dibangun atas landasan saling menghormati kedaulatan, kerja sama yang konstruktif, serta komitmen penuh pada perdamaian dan keadilan global.

“Indonesia dan Iran memiliki hubungan yang baik dan telah berlangsung lama. Karena itu, hubungan persahabatan tersebut harus terus dijaga dan diperkuat melalui diplomasi yang santun, terbuka, dan saling menghormati,” ucapnya.

Sebagai bagian dari legislator yang membidangi urusan luar negeri, Rizal menegaskan bahwa Indonesia wajib tetap konsisten dalam menerapkan prinsip politik luar negeri yang bebas aktif.

Prinsip dasar yang menjadi pilar utama diplomasi nasional tersebut, menurutnya, menuntun Indonesia agar tidak terseret ke dalam pengaruh blok ataupun kepentingan dari negara mana pun. Indonesia harus merdeka dalam menetapkan arah kebijakan berdasarkan kepentingan nasional, nilai kemanusiaan, dan perdamaian global.

Ia juga menyampaikan bahwa asas bebas aktif menuntut Indonesia untuk selalu mengambil peran aktif dalam mendorong penuntasan setiap konflik melalui jalan dialog serta diplomasi.

“Indonesia harus terus menyerukan penghentian perang, menolak segala bentuk agresi yang mengancam kedaulatan negara lain, dan mendorong penyelesaian konflik melalui jalur damai. Perdamaian dunia merupakan amanat konstitusi yang harus terus diperjuangkan,” katanya.

Dirinya mengimbuhkan bahwa masing-masing negara mempunyai hak berdaulat penuh untuk mempertahankan integritas wilayahnya sendiri berdasarkan aturan hukum internasional yang berlaku.

Maka dari itu, publik internasional diharapkan dapat selalu mengedepankan asas saling menghormati kedaulatan negara lain sekaligus memperkokoh sistem penyelesaian perselisihan secara damai.

“Kami berharap situasi di Timur Tengah dapat segera membaik. Indonesia harus terus menjadi bagian dari solusi, menjadi jembatan dialog, dan menyuarakan pentingnya perdamaian, stabilitas, serta penghormatan terhadap hukum internasional,” ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Sugiono mengungkapkan bahwa dirinya bersama Ketua MPR RI Ahmad Muzani dijadwalkan bertolak untuk menghadiri upacara pemakaman mantan pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei pada Kamis, 9 Juli 2026.

“Ini kami masih menunggu jawaban, waktu dan tempat di mana kami bisa menghadiri acara pemakaman tersebut,” kata Sugiono saat ditemui di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (6/7)

Terkini