Penghimpunan Dana Pasar Modal Semester I/2026 Tembus Rp112,67 T

Selasa, 07 Juli 2026 | 23:43:31 WIB
OJK: Pasar Modal Himpun Dana Rp112,67 Triliun di Semester I/2026 [FOTO: NET].

JAKARTA — Lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membukukan akumulasi penghimpunan dana di sektor pasar modal menyentuh angka Rp112,67 triliun sampai dengan posisi 30 Juni 2026. Dari total perolehan tersebut, skema penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) memberikan kontribusi senilai Rp2,16 triliun lewat pencatatan dari 7 emiten anyar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi memaparkan bahwa hingga periode akhir semester I/2026, realisasi penggalangan dana di ranah pasar modal tersebut sukses ditunaikan melalui 126 rangkaian aksi korporasi dengan total nilai menembus Rp112,67 triliun.

"Hingga 30 Juni 2026 telah terealisasi penghimpunan dana di pasar modal sebesar Rp112,67 triliun melalui 126 penawaran umum," ujar Hasan dalam paparan OJK, Selasa (7/7/2026).

Merujuk pada data yang dirilis OJK, perolehan dana dari jalur IPO menyentuh Rp2,16 triliun yang bersumber dari 7 perusahaan yang melangsungkan pencatatan saham perdana mereka di sepanjang paruh pertama tahun 2026. 

Sementara itu, aktivitas penggalangan dana lewat mekanisme penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue membukukan nominal Rp12,70 triliun dari total 12 pelaksanaan aksi korporasi.

Adapun untuk penerbitan instrumen efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) berhasil menjaring pendanaan senilai Rp8,30 triliun lewat 9 kali penawaran umum. Di luar skema itu, aktivitas penerbitan lanjutan untuk EBUS melalui mekanisme penawaran umum berkelanjutan (PUB) Tahap II, III, serta tahapan berikutnya mencatatkan perolehan nilai Rp89,51 triliun yang berasal dari 98 kali penerbitan.

Melihat konfigurasinya, instrumen surat utang obligasi serta sukuk terpantau masih mendominasi selaku penyumbang porsi terbesar dalam aktivitas penghimpunan dana di jagat pasar modal sepanjang semester I/2026, melampaui capaian dari sektor IPO ataupun rights issue.

Hasan mengutarakan, dinamika aktivitas penghimpunan pendanaan ini diprediksikan bakal terus bergulir pada paruh kedua di tahun ini. Hingga momentum akhir Juni 2026, OJK mendeteksi masih ada sekitar 11 agenda aksi korporasi yang mengantre masuk dalam pipeline dengan estimasi potensi nilai menyentuh angka Rp15,84 triliun.

Daftar antrean tersebut mencakup 2 rencana agenda IPO dengan taksiran nilai Rp140 miliar, 5 rencana rights issue dengan kalkulasi nilai Rp10,45 triliun, 2 rencana penerbitan instrumen EBUS senilai Rp2,50 triliun, serta 2 agenda penerbitan lanjutan untuk EBUS berbobot nilai Rp2,75 triliun.

Sederet data tersebut mengindikasikan bahwasanya dinamika penggalangan dana di sektor pasar modal tetap melaju secara konsisten di tengah gelombang tekanan yang tengah menerpa pasar saham dalam negeri. Sampai dengan periode akhir Juni 2026, laju IHSG dilaporkan mengalami pelemahan sebesar 34,74% secara year-to-date (YTD) menuju ke level 5.643,19.

Terkini