Dorong Dekarbonisasi, Pertamina Gandeng Boeing Kembangkan Bioavtur

Kamis, 09 Juli 2026 | 00:39:32 WIB
Pertamina dan Boeing Jajaki Pengembangan Ekosistem Bioavtur [FOTO: NET].

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) dan Boeing resmi menandatangani memorandum of understanding (MoU) untuk menjajaki pengembangan ekosistem sustainable aviation fuel (SAF) atau bioavtur di Indonesia. 

Langkah ini merupakan bagian dari upaya mendukung dekarbonisasi sektor penerbangan serta mengakselerasi transisi energi menuju net zero emission (NZE). Melalui kerja sama ini, kedua pihak akan berkolaborasi dalam mengidentifikasi potensi bahan baku (feedstock), pengembangan teknologi, serta memberikan dukungan terhadap kebijakan yang diperlukan untuk mempercepat implementasi bioavtur.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menuturkan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar pengembangan bahan bakar, melainkan investasi jangka panjang untuk membangun ekosistem industri SAF nasional.

"Dengan potensi sumber daya domestik yang melimpah, kapabilitas pengolahan Pertamina, serta keahlian global Boeing di sektor aviasi, kami optimistis kolaborasi ini akan mempercepat pengembangan industri SAF yang berdaya saing, menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional, sekaligus mendukung dekarbonisasi sektor penerbangan," kata Simon melalui keterangan resmi dikutip Kamis (9/7/2026).

Boeing memprediksi lalu lintas udara di Asia Tenggara akan tumbuh rata-rata 7% setiap tahun, dengan kebutuhan mencapai 4.885 pesawat baru hingga tahun 2044. Simon menilai, seiring pertumbuhan tersebut, pemanfaatan SAF menjadi solusi krusial untuk menekan emisi karbon. 

Ia menyebutkan bahwa dalam bentuk murni (neat SAF), bahan bakar ini mampu mengurangi jejak karbon penerbangan hingga 80% dibandingkan bahan bakar jet konvensional.

Sementara itu, Managing Director Boeing Indonesia, Indra Duivenvoorde, menyatakan pihaknya menyambut positif kolaborasi dengan Pertamina dalam berbagai inisiatif, mulai dari identifikasi bahan baku hingga program edukasi dan pelatihan guna mempercepat ekosistem SAF di tanah air.

"Kolaborasi ini diharapkan dapat mendukung masa depan industri penerbangan Indonesia yang lebih berkelanjutan sekaligus memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi nasional,” ujar Indra.

Sebagai langkah nyata, Pertamina telah memulai berbagai inisiatif seperti produksi dan sertifikasi Pertamina SAF, penggunaan SAF pada maskapai Pelita Air, serta pengembangan proyek Cilacap Biorefinery. Proyek tersebut dijalankan oleh PT Pertamina Patra Niaga untuk memproduksi SAF dan hydrotreated vegetable oil (HVO) berbasis limbah, seperti used cooking oil (UCO).

Terkini