Jajaki Peluang Baru Emiten SRAJ Rencanakan Tambah Fasilitas Medis

Kamis, 09 Juli 2026 | 04:59:02 WIB
Rumah Sakit Mayapada

JAKARTA - Emiten pengelola jaringan RS Mayapada, PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk (SRAJ), saat ini tengah menyusun rencana strategis untuk membangun dua rumah sakit baru di kawasan Jakarta.

Presiden Direktur SRAJ Navin Sonthalia menerangkan bahwa rencana penambahan fasilitas medis tersebut saat ini masih dalam proses peninjauan mendalam oleh tim internal.

Menurut penjelasannya, pihak manajemen melihat adanya peluang yang menjanjikan bagi Mayapada untuk menambah jaringan layanan kesehatan di luar tiga unit rumah sakit yang sudah beroperasi di area ibu kota.

”Ini adalah sesuatu yang sedang kami kaji, bahwa di Jakarta kami merasa bahwa ada ruang untuk menambah satu atau dua rumah sakit. Kami akan cari tanah atau partner yang bisa bekerja sama dengan kami untuk mulai membangun rumah sakit,” katanya dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (9/7/2026).

Sampai dengan saat ini, grup usaha Mayapada tercatat telah mengoperasikan total tiga unit rumah sakit aktif di wilayah administrasi Jakarta.

Ketiga fasilitas medis tersebut tersebar di lokasi strategis Lebak Bulus dan Kuningan yang berada di Jakarta Selatan, serta wilayah Cakung di Jakarta Timur.

Fasilitas Mayapada Hospitals Jakarta Timur (MHJT) sendiri baru saja diresmikan operasionalnya pada hari ini, Kamis (9/7/2026), dengan pasokan daya tampung mencapai 107 tempat tidur.

Proyek pembangunan fisik unit MHJT tersebut diestimasikan telah menelan total pembiayaan yang berkisar antara Rp400 miliar hingga Rp600 miliar.

Navin memaparkan bahwa saat ini pihaknya juga sedang menggulirkan proyek konstruksi untuk membangun Tower 3 Mayapada Hospital Jakarta Selatan yang berlokasi di daerah Lebak Bulus.

Gedung penunjang baru tersebut dilaporkan bakal memiliki total luas bangunan mencapai kisaran 90.000 meter persegi.

Proses pengerjaan infrastruktur medis ini diklaim memerlukan suntikan dana investasi yang bernilai fantastis, yaitu menyentuh angka Rp1 triliun.

”With tower 1, 2, and 3, totalnya bisa sekitar 190.000 meter persegi. Sekitar 450 bed yang bisa diekspansi lagi, ini akan menjadi rumah sakit swasta terbesar di Indonesia [yang berada] di satu lokasi,” tambah Navin.

Langkah ekspansi serupa turut dieksekusi terhadap unit RS Mayapada di wilayah Tangerang dan Surabaya, di mana masing-masing cabang akan mendapatkan penambahan satu gedung tower baru.

Grup Mayapada dikabarkan pula tengah bersiap mendirikan fasilitas rumah sakit berskala internasional di KEK Kesehatan Batam yang diproyeksikan mulai aktif melayani pasien pada 2028.

”Ada juga rencana di masa depan sekitar tahun 2029 untuk bangun satu rumah sakit lagi di Surabaya,” imbuh dirinya.

Direktur SRAJ Dini Handayani menyebutkan bahwa di samping gencar mengejar target ekspansi fisik bangunan, manajemen berkomitmen menerapkan standar internasional di semua lini rumah sakit Mayapada.

Melalui penerapan standarisasi global tersebut, pihak korporasi berharap dapat memacu minat dan kepercayaan masyarakat luas untuk memilih berobat di dalam negeri.

”Jadi nanti setiap standar dari layanan RS Mayapda akan menjadi standar internasional, yang juga digunakan oleh seluruh unit Mayapada Grup. Mudah-mudahan dengan adanya standar itu, masyarakat dapat melihat bahwa apa yang kami lakukan di sini sudah setara dengan apa yang dilakukan di luar negeri,” tuturnya, Kamis (9/7/2026).

Terkini