Wamendiktisaintek Desak Kampus di NTT Kolaborasi Atasi Kemiskinan

Jumat, 10 Juli 2026 | 21:26:32 WIB
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Prof. Dr. Fauzan

JAKARTA - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Prof. Dr. Fauzan meminta jajaran perguruan tinggi di Nusa Tenggara Timur segera mendirikan konsorsium demi mengoptimalkan riset dan pengabdian masyarakat.

“Kampus harus merasa 'berdosa' apabila lingkungan di sekitarnya masih dilanda kemiskinan. Karena itu kampus di NTT harus membentuk konsorsium perguruan tinggi,” katanya di Kupang, Jumat.

Pernyataan tersebut dilontarkan olehnya di sela agenda kunjungan kerja di Kupang dalam rangka menghadiri Rapat Koordinasi Pengentasan Kemiskinan dan Peluncuran Program Garuda.

Bagi Fauzan, jajaran universitas, terutama perguruan tinggi berskala besar di wilayah, tidak boleh sekadar berorientasi pada persaingan antarkampus, melainkan wajib menjalin kerja sama lewat konsorsium.

Alasannya, kelompok kerja sama ini ditargetkan dapat melahirkan berbagai inovasi serta teknologi terapan pada bidang pertanian, peternakan, hingga kelautan guna memacu produktivitas warga dan mengikis angka kemiskinan.

"Perguruan tinggi besar di daerah harus merasa bersalah dan berdosa jika lingkungan di sekitarnya masih dikepung oleh kemiskinan, pengangguran, dan rendahnya angka partisipasi kuliah. Paradigma bekerja sendiri dan berkompetisi harus kami ubah menjadi kolaborasi," kata Fauzan.

Fauzan menggarisbawahi bahwa institusi akademik tidak boleh menutup mata dari realita sosial karena peran kehadirannya harus menghadirkan solusi konkret atas problem di daerah.

Fauzan memaparkan bahwa fenomena kemiskinan tak hanya berakar pada kendala finansial, namun turut mencakup aspek kebiasaan, paradigma berpikir, serta kapasitas SDM yang menjadi tugas utama sektor pendidikan.

Guna mengoptimalkan kontribusi universitas, pihak Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi akan mengupayakan penyelarasan anggaran riset lewat metode co-funding antara LPPM universitas dengan pihak LPDP.

Pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Nusa Cendana Prof. Jefri S. Bale menegaskan kesiapan pihak Undana untuk bertindak sebagai rekan strategis bagi pemerintah dalam menyokong pembangunan inklusif bagi publik.

"Kehadiran Bapak Wamendiktisaintek menjadi energi baru bagi kami untuk terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif, berkeadilan, dan berdampak nyata bagi masyarakat," katanya.

Terkini