Siasati Ketergantungan Figur, Raffi Ahmad Ubah RANS Jadi Institusi IP

Jumat, 10 Juli 2026 | 21:29:32 WIB
Terinspirasi Walt Disney, Raffi Ahmad Siasati Risiko Figur di RANS [FOTO: NET].

JAKARTA - Pendiri PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk. (RANS), Raffi Ahmad, membeberkan strategi perseroan dalam memitigasi risiko ketergantungan terhadap figur publik serta ancaman cancel culture di media sosial. 

Langkah tersebut ditempuh dengan mentransformasikan bisnis kreator menjadi institusi berbasis kekayaan intelektual yang mengadopsi model bisnis global Walt Disney.

Raffi menganalogikan dirinya sebagai sosok Walt Disney, sedangkan RANS diposisikan sebagai "Disneyland". Di dalam Disneyland tersebut, terdapat berbagai aset intellectual property (IP) komersial seperti karakter Rafathar, Rayyanza, lini produk FMCG, hingga wahana bermain Cipungland yang berperan sebagai "Mickey Mouse".

“Saya ingin membuktikan bahwa nama besar itu bisa berubah menjadi legacy yang kalau dikelola secara profesional akan menjadi baik. Jadi, kalau sudah tidak ada saya, RANS tetap hidup,” ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (10/7/2026).

Siasat melepaskan ketergantungan dari persona figur utama ini bukan sekadar wacana. Data internal perseroan menunjukkan RANS telah agresif melakukan diversifikasi bisnis dalam beberapa tahun terakhir guna membentengi kinerja. 

Manajemen RANS mencatat kontribusi pendapatan yang bersumber langsung dari peran Raffi Ahmad sebagai brand ambassador berhasil ditekan, yakni dari posisi 24% pada tahun 2023 menjadi tinggal 14% pada tahun 2025.

Sebaliknya, porsi pendapatan perseroan kini ditopang oleh produk berbasis IP, penyelenggaraan acara, serta pemanfaatan aset data digital. Raffi menambahkan, proses transformasi menuju perusahaan publik ini telah dipersiapkan sejak 2021 dengan fokus mematangkan model bisnis dan tata kelola. 

Oleh karena itu, momentum IPO dinilai tepat seiring pesatnya pertumbuhan industri kreatif dan pergeseran tren pasar generasi muda yang kini jauh lebih memprioritaskan bisnis berbasis pengalaman.

“Menjadi perusahaan terbuka berarti kami memilih tumbuh dengan standar yang lebih tinggi, transparan, dan bertanggung jawab kepada pemegang saham,” ujarnya.

Melalui aksi korporasi ini, RANS melepas 2.525.000.000 saham baru atau setara dengan 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Listing ini sukses membawa RANS menghimpun dana segar dari publik senilai Rp429,25 miliar.

Secara rinci, sekitar 37,61% atau sebesar Rp161,5 miliar dana hasil IPO bakal dianggarkan perseroan untuk penyelenggaraan konser, disusul 19,80% atau Rp85 miliar untuk akuisisi 51% saham PT Rans Kosmetika Indonesia. 

Selanjutnya, 18,64% atau Rp80 miliar untuk pengembangan wahana bermain dan belajar Cipungland, serta 8,15% atau Rp35 miliar sebagai investasi pada perusahaan patungan berbasis kecerdasan buatan bersama PT Feedloop Global Teknologi. Adapun, sisa dana segar tersebut akan digunakan sebesar 6,98% atau Rp29,95 miliar untuk pelunasan sebagian fasilitas kredit investasi, dan 8,82% atau Rp37,8 miliar untuk memperkuat modal kerja PT Rans Nikmat Sejahtera.

Terkini