Kolaborasi Multipihak

Kolaborasi Multipihak Kunci Tingkatkan Kesadaran Ketangguhan Bencana Indonesia

Kolaborasi Multipihak Kunci Tingkatkan Kesadaran Ketangguhan Bencana Indonesia
Kolaborasi Multipihak Kunci Tingkatkan Kesadaran Ketangguhan Bencana Indonesia

JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk membangun kesadaran bencana di Indonesia.

Menurutnya, upaya ini tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja, melainkan perlu melibatkan swasta, komunitas, dan seluruh lapisan masyarakat.

“Kita harus menjadi bangsa yang tangguh menghadapi bencana. Oleh karena itu, kerja sama antara pemerintah dan swasta menjadi penting. Kita perlu membantu Basarnas, BNPB, seluruh aparat pemerintah bersama-sama menyelamatkan warga, dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya ketangguhan menghadapi bencana,” ujar Pratikno.

Kompetisi Resmi Tingkatkan Kesadaran Masyarakat

Pratikno menambahkan bahwa kegiatan penyelamatan seperti kompetisi ini tidak hanya berfungsi sebagai latihan profesional, tetapi juga sarana edukasi bagi masyarakat luas. Ia menekankan perlunya kegiatan semacam ini ditayangkan lebih sering sebagai reality show untuk menarik perhatian generasi muda dan membangun kesadaran kolektif terhadap bencana.

“Acara ini bukan hanya latihan saja, melainkan acara yang juga layak dipertontonkan. Acara ini membangun awareness, menyosialisasikan pentingnya kerja-kerja pemadam kebakaran atau petugas Search and Rescue (SAR) di perusahaan sehingga dapat menarik minat anak-anak muda untuk melatih fisik dan menjalankan misi kemanusiaan,” ujar Pratikno.

Melalui pendekatan hiburan edukatif, pemerintah berharap generasi muda tidak hanya menonton, tetapi juga tergerak untuk ikut berpartisipasi dalam upaya mitigasi bencana.

Basarnas Tekankan Kesiapsiagaan dan Sosialisasi

Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menekankan bahwa sosialisasi ketangguhan bencana harus dilakukan secara luas agar masyarakat mampu mengambil tindakan awal saat terjadi bencana. Menurut Syafii, edukasi ini penting untuk membekali warga agar bisa turut membantu proses evakuasi dan mitigasi secara cepat dan efektif.

“Kegiatan ini tentunya diharapkan sangat mendukung terkait dengan tugas-tugas pemerintah dalam rangka menjamin keselamatan seluruh warga negara Indonesia. Kita menginginkan tidak hanya di komunitas-komunitas, tetapi seluruh warga negara memiliki kemampuan untuk mengambil tindakan awal pada saat terjadi kedaruratan,” jelas Syafii.

Dengan pelatihan dan sosialisasi yang tepat, masyarakat diharapkan bisa menjadi mitra aktif dalam penanggulangan bencana, bukan sekadar penerima informasi.

Peran Swasta dalam Membangun Ketangguhan Bencana

Chief of Corporate Affairs Astra Boy Kelana Soebroto menyatakan bahwa kolaborasi multipihak sangat penting untuk mengelola risiko bencana. Menurutnya, sektor swasta memiliki peran strategis dalam mendukung sistem mitigasi melalui kompetensi, fasilitas, dan koordinasi lintas sektor.

“Risiko ini dapat kita kelola dengan sistem penanggulangan yang baik lintas sektor. Melalui Indonesia Rescue Summit, kami mengajak seluruh pihak untuk meningkatkan kolaborasi yang telah kita bangun yang baik. Mari kita tingkatkan standar kompetensi dan tanggap darurat di sektor industri,” ujar Boy.

Kolaborasi ini diharapkan tidak hanya memperkuat kesiapsiagaan di komunitas, tetapi juga mempersiapkan sektor industri agar mampu menanggapi risiko bencana dengan cepat dan terstruktur.

Sinergi Pemerintah, Swasta, dan Masyarakat

Praktik tangguh bencana yang efektif membutuhkan integrasi antara pemerintah, lembaga swasta, dan masyarakat sipil. Kompetisi seperti Indonesia Rescue Summit menjadi salah satu sarana untuk menguji kemampuan koordinasi tim, kesiapan peralatan, serta keterampilan personel dalam menghadapi skenario bencana nyata.

Selain itu, kolaborasi ini juga menumbuhkan budaya sadar bencana sejak dini. Dengan melibatkan sekolah, perguruan tinggi, dan komunitas lokal, pengetahuan tentang mitigasi risiko dapat disebarluaskan lebih luas, sehingga mengurangi dampak bencana ketika terjadi.

Membangun Budaya Tanggap Bencana Sejak Dini

Melalui kompetisi ini, Menko PMK berharap generasi muda dapat mempelajari nilai-nilai kepemimpinan, kerja sama, dan tanggung jawab sosial. Mereka tidak hanya belajar prosedur penyelamatan, tetapi juga memahami pentingnya mitigasi risiko dan kesiapsiagaan dalam kehidupan sehari-hari.

Kolaborasi multipihak ini juga menciptakan efek berkelanjutan, di mana keterlibatan swasta dan lembaga pemerintah saling mendukung, sehingga masyarakat memperoleh pelatihan dan pengetahuan yang komprehensif.

Ketangguhan Bencana Butuh Kerja Sama

Kesadaran bencana tidak bisa dibangun secara parsial. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, swasta, dan masyarakat untuk menumbuhkan budaya tangguh bencana di seluruh Indonesia. Kompetisi Indonesia Rescue Summit 2025 menjadi contoh nyata bagaimana edukasi, latihan, dan hiburan dapat digabungkan untuk membentuk masyarakat yang siap menghadapi bencana.

Dengan kolaborasi multipihak, generasi muda Indonesia diharapkan memiliki kemampuan tanggap darurat yang memadai, masyarakat umum lebih sadar risiko bencana, dan sektor industri siap mendukung mitigasi bencana secara terstruktur dan berkelanjutan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index