Penguatan Ekosistem Pesantren

Penguatan Ekosistem Pesantren untuk Jawab Tantangan dan Kebutuhan Zaman

Penguatan Ekosistem Pesantren untuk Jawab Tantangan dan Kebutuhan Zaman
Penguatan Ekosistem Pesantren untuk Jawab Tantangan dan Kebutuhan Zaman

JAKARTA - Keterhubungan antara pesantren dan perkembangan zaman menjadi salah satu kunci penting dalam mempersiapkan generasi yang mampu menjawab tuntutan masa depan.

Pandangan ini kembali ditegaskan oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar, yang menilai bahwa penguatan ekosistem pesantren merupakan langkah strategis untuk membawa lembaga pendidikan Islam terus relevan di tengah perubahan sosial, ekonomi, dan teknologi. 

Penekanannya pada pentingnya konektivitas ini disampaikan dalam momentum peresmian fasilitas pendidikan baru di Pondok Pesantren Modern Assalam, Sukabumi, Jawa Barat, yang digelar pada Jumat di Jakarta.

Muhaimin menjelaskan bahwa proses transformasi pesantren tidak hanya bertumpu pada peningkatan mutu pendidikan agama, tetapi juga perlu ditopang oleh kesiapan menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan serta dinamika masyarakat modern. Ia memastikan dukungannya untuk mendorong pesantren agar mampu bergerak seiring dengan kebutuhan zaman.

"Saya siap untuk membantu mendorong dan menjadikan ekosistem dari sebuah sistem pendidikan yang terkoneksi dengan berbagai tantangan zaman di masa-masa yang akan datang," katanya.

Pernyataan tersebut ia sampaikan saat meresmikan Gedung Makkah dan Smart Education Center Laboratorium Ponpes Modern Assalam. Menurutnya, keberadaan sarana modern seperti ini merupakan langkah nyata dalam mempersiapkan peserta didik yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga tangguh dalam menghadapi perkembangan era digital dan globalisasi.

Muhaimin menilai Ponpes Modern Assalam sebagai contoh ideal pesantren yang siap menghadapi masa depan. Ia mengapresiasi tata kelola pesantren tersebut yang rapi, modern, dan memiliki perencanaan pendidikan yang terstruktur. 

Selain itu, lembaga tersebut mampu memadukan pendidikan agama dengan kemampuan teknis, keterampilan masa depan, dan pembentukan karakter. Ia menyebut bahwa kombinasi itulah yang dibutuhkan untuk melahirkan santri berdaya saing tinggi dan mampu menjadi bagian penting dalam pembangunan nasional.

Ponpes Modern Assalam, menurutnya, telah menunjukkan bagaimana pesantren dapat bergerak maju tanpa meninggalkan identitas keislaman dan tradisi keilmuannya. Dengan dukungan fasilitas modern, pesantren ini bukan hanya mendidik santri menjadi pribadi berakhlak, tetapi juga menyiapkan mereka menjadi generasi yang siap memimpin. "Inilah prototype pesantren yang kita harapkan. 

Pesantren yang tidak hanya melahirkan generasi berakhlak, tetapi juga pemimpin yang siap menghadapi masa depan, membawa kemajuan Islam, bangsa, dan negara," ujarnya.

Dalam pandangan Muhaimin, pesantren memiliki dua peran besar dalam lintasan sejarah Indonesia. Pertama adalah fungsi pendidikan yang tidak semata mengajarkan ilmu agama, melainkan juga mencakup penguasaan pengetahuan umum, termasuk sains dan teknologi. 

Kedua adalah fungsi pemberdayaan, di mana pesantren berperan menumbuhkan kemandirian masyarakat, membangun karakter kepemimpinan, serta mencetak individu yang tangguh dalam menghadapi tantangan sosial dan ekonomi.

Karena itu, ia menegaskan bahwa pesantren yang ideal adalah pesantren yang mampu membangun ekosistem yang terintegrasi. Ekosistem tersebut tidak hanya mencakup kegiatan belajar mengajar, tetapi juga penguatan ekonomi, penciptaan peluang usaha, serta kemampuan membaca kebutuhan masyarakat. Dengan cara itu, pesantren memiliki kontribusi yang semakin besar dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Muhaimin menambahkan, keberadaan pesantren yang mapan secara ekosistem turut berperan dalam penanggulangan kemiskinan, terutama melalui pendidikan dan pemberdayaan ekonomi. Pesantren menjadi ruang yang mampu membentuk generasi yang mandiri, menggerakkan usaha produktif, serta berperan dalam pembangunan komunitas di sekitarnya. 

"Tentu, dengan demikian pesantren berkontribusi kepada peningkatan kualitas SDM, penanggulangan kemiskinan melalui pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat menjadi bagian integral dari peran pesantren,” kata Menko Muhaimin Iskandar.

Melalui penguatan ekosistem ini, pesantren diharapkan mampu beradaptasi dengan cepat terhadap kebutuhan dunia yang berubah. Transformasi pendidikan pesantren, menurutnya, bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan mendesak agar lembaga tersebut tidak tertinggal dari dinamika global. Pesantren yang mampu berinovasi akan tetap menjadi pusat pembentukan karakter dan ilmu, sekaligus menjadi institusi yang memberi solusi bagi masalah sosial di masyarakat.

Dorongan Muhaimin ini juga sejalan dengan upaya untuk memperkuat ekonomi umat, yang salah satunya dilakukan melalui peran pesantren sebagai pusat pengembangan kewirausahaan. Pesantren menjadi wadah yang strategis karena memiliki basis komunitas yang kuat, jaringan alumni, serta sumber daya manusia yang siap diarahkan. Dengan landasan moral yang kokoh, pesantren dapat mencetak pelaku ekonomi yang berintegritas dan berdaya saing.

Pada akhirnya, pembangunan ekosistem pesantren yang modern dan terintegrasi merupakan langkah penting untuk menyiapkan generasi yang bukan hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga siap bersaing di era teknologi. 

Peresmian fasilitas baru di Ponpes Modern Assalam menjadi salah satu simbol bahwa pesantren di Indonesia bergerak menuju masa depan dengan lebih terarah dan adaptif. Dengan dukungan pemerintah dan semangat modernisasi yang tetap selaras dengan nilai-nilai keislaman, pesantren diharapkan terus menjadi pilar penting dalam pembangunan bangsa.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index