JAKARTA - Bagi banyak orang, menjaga kesehatan tulang sering dianggap sebagai kebutuhan yang baru diperhatikan ketika usia mulai bertambah.
Padahal, kekuatan tulang dibangun sejak masa kanak-kanak dan terus dipengaruhi oleh kebiasaan sehari-hari sepanjang hidup. Salah satu cara paling sederhana dan mudah dilakukan untuk mendukung kesehatan tulang adalah dengan mengonsumsi susu. Meskipun sudah lama dikenal sebagai sumber kalsium, tidak sedikit orang yang masih ragu apakah manfaat minum susu benar-benar sebesar itu untuk struktur tulang.
Faktanya, berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa susu memberikan dukungan penting bagi mineralisasi tulang dan mencegah penurunan kepadatan tulang di masa mendatang.
Melalui kandungan nutrisi lengkapnya, susu menjadi bagian penting dalam pola hidup sehat, terutama untuk Anda yang ingin menjaga kesehatan tubuh jangka panjang. Melansir Verywell Health, berikut penjelasan lebih dalam mengenai manfaat susu bagi tulang dengan penjabaran yang tetap sesuai penelitian aslinya.
Peran Susu dalam Mencegah Pengeroposan Tulang
Genetik memang memiliki peran besar dalam menentukan massa tulang puncak seseorang, yakni sekitar 60% sampai 80%. Namun peran pola makan ternyata tidak kalah penting dalam membantu memaksimalkan potensi genetik tersebut. Susu menjadi salah satu sumber nutrisi yang berkontribusi besar dalam pembentukan massa tulang.
Mencapai massa tulang puncak saat masa pertumbuhan sangat penting untuk mencegah pengeroposan di usia lanjut. Karena itu, konsumsi susu memberikan manfaat bagi semua kelompok usia, terutama anak-anak yang masih berada dalam masa pembentukan struktur tulang. Penelitian menunjukkan bahwa konsumsi susu mampu memberikan tambahan kalsium antara 150 mg sampai 1723 mg per hari, jumlah yang nyata dalam membantu mencukupi kebutuhan harian.
Pengaruh Susu terhadap Kepadatan Mineral Tulang
Salah satu manfaat yang banyak dibahas dalam penelitian adalah pengaruh susu terhadap peningkatan kepadatan mineral tulang. Beberapa studi menemukan bahwa kelompok yang rutin mengonsumsi susu mengalami peningkatan kandungan mineral pada berbagai area tubuh, termasuk pinggul, leher femoralis, dan tulang belakang bagian bawah.
Efek tersebut terlihat lebih jelas pada orang yang sebelumnya memiliki asupan kalsium rendah, yakni kurang dari 700 mg per hari. Dengan kata lain, susu dapat membantu memperbaiki kondisi kepadatan tulang terutama pada mereka yang sebelumnya kekurangan kalsium dalam pola makan sehari-hari.
Hubungan Konsumsi Susu dengan Risiko Osteoporosis
Osteoporosis sering menjadi kekhawatiran ketika seseorang memasuki usia lanjut, terutama bagi wanita pascamenopause. Kandungan nutrisi pada susu berperan dalam membantu pertumbuhan tulang sekaligus menurunkan risiko penyakit ini.
Sebuah studi pada wanita pascamenopause menunjukkan bahwa konsumsi produk susu dapat meningkatkan kepadatan mineral tulang. Penelitian lain juga mengaitkan kebiasaan minum susu secara rutin dengan risiko osteoporosis yang lebih rendah pada orang dewasa yang lebih tua. Hal ini menjadi bukti bahwa susu tetap memberikan kontribusi positif terhadap kesehatan tulang, bahkan ketika seseorang sudah tidak berada dalam fase pertumbuhan.
Dukungan Susu terhadap Kepadatan Mineral Tulang Pinggul
Selain efek umum pada tulang, susu juga terbukti berkontribusi pada peningkatan kepadatan mineral tulang pinggul. Sebuah penelitian mencatat bahwa peserta yang mengonsumsi susu antara 1 sampai 4 cangkir setiap hari mengalami peningkatan kecil namun tetap bermakna pada kepadatan mineral tulang pinggul dan bagian bawah tulang belakang.
Meski tidak ditemukan perubahan besar pada kepadatan tulang secara keseluruhan atau pada area leher femoralis, peningkatan yang terjadi tetap penting bagi kesehatan struktur rangka, terutama untuk mencegah risiko patah tulang akibat trauma ringan.
Nutrisi Pembentuk Tulang dalam Susu
Susu menyediakan kombinasi nutrisi penting yang dibutuhkan untuk membangun dan mempertahankan kekuatan tulang. Berikut kandungan utama yang berperan dalam kesehatan rangka:
Kalsium
Kebutuhan kalsium bervariasi menurut usia: 1300 mg per hari untuk usia 9–18 tahun, 1000 mg per hari untuk usia 19–70 tahun, dan 1200 mg per hari untuk wanita usia 51–70 tahun. Dalam satu porsi susu terdapat sekitar 23% sampai 30% dari kebutuhan harian. Jika seseorang ingin memenuhi kebutuhan kalsium hanya dari susu, ia perlu mengonsumsi sekitar 3 sampai 4 cangkir per hari.
Vitamin D
Susu umumnya diperkaya vitamin D yang berfungsi membantu tubuh menyerap kalsium lebih optimal. Kebutuhan harian vitamin D untuk usia 1–70 tahun adalah 15 mcg. Tanpa vitamin D yang cukup, tubuh tidak akan mampu memanfaatkan kalsium secara efektif.
Protein
Setiap cangkir susu mengandung sekitar 8 g protein. Kebutuhan protein harian seseorang berada di kisaran 0.8 g per kg berat badan. Sebagai contoh, seseorang dengan berat 150 pon membutuhkan sekitar 54 g protein setiap hari. Protein tidak hanya penting untuk pembentukan tulang pada masa kanak-kanak, tetapi juga membantu mempertahankan kepadatan tulang seiring pertambahan usia.
Fosfor
Fosfor bekerja bersama kalsium membentuk hidroksiapatit, komponen utama yang memberi kekuatan pada tulang dan gigi. Kekurangan fosfor dapat memengaruhi struktur tulang.
Magnesium
Magnesium berhubungan erat dengan kepadatan mineral tulang yang lebih baik, terutama pada pinggul dan leher femoralis. Mineral ini juga membantu tubuh dalam proses metabolisme vitamin D dan kalsium.
Mengonsumsi susu secara rutin memberikan banyak manfaat bagi kesehatan tulang. Dengan berbagai nutrisi penting yang terkandung di dalamnya, susu dapat menjadi bagian dari pola hidup sehat yang mudah diterapkan setiap hari. Semoga informasi ini bermanfaat dan membantu Anda memahami betapa pentingnya memenuhi kebutuhan nutrisi tulang sejak dini hingga usia dewasa.