Gula Darah

Kenali 11 Beragam Gejala Gula Darah Naik yang Sering Terabaikan

Kenali 11 Beragam Gejala Gula Darah Naik yang Sering Terabaikan
Kenali 11 Beragam Gejala Gula Darah Naik yang Sering Terabaikan

JAKARTA - Banyak orang tidak menyadari bahwa tubuh sering kali memberikan tanda-tanda ketika kadar gula darah mulai meningkat.

Gejala ini muncul perlahan dan kerap diabaikan karena dianggap sebagai kondisi ringan yang dapat hilang dengan sendirinya. Padahal, perubahan kecil tersebut bisa menjadi sinyal penting bahwa tubuh sedang mengalami ketidakseimbangan yang perlu diperhatikan lebih serius.

Kenaikan gula darah tidak hanya dialami oleh penderita diabetes, tetapi juga bisa terjadi pada siapa saja yang memiliki pola makan kurang baik, aktivitas harian yang terlalu berat, atau gaya hidup yang membuat tubuh bekerja lebih keras dari biasanya. 

Bila dibiarkan, kondisi ini dapat memicu gangguan pada saraf, metabolisme, hingga meningkatkan risiko masalah pada jantung. Oleh karena itu, memahami tanda-tanda awalnya dapat membantu Anda melakukan langkah pencegahan dan penanganan yang tepat sejak dini.

Melansir dari Verywell Health, berikut penjelasan lengkap mengenai gejala gula darah naik yang penting untuk diperhatikan.

Sering Merasa Haus Berlebihan

Tubuh memiliki mekanisme alami untuk menjaga keseimbangan gula darah. Ketika jumlahnya meningkat, ginjal berusaha keras membuang kelebihan gula melalui urin. Proses ini membuat tubuh kehilangan banyak cairan sehingga muncul sensasi haus berlebihan. Meskipun Anda sudah minum cukup banyak, mulut tetap terasa kering. Kondisi ini sering kali menjadi tanda awal bahwa gula darah sedang berada di atas batas normal.

Frekuensi Buang Air Kecil Meningkat

Jika Anda merasa harus bolak-balik ke kamar mandi lebih sering dari biasanya, terutama pada malam hari, ini bisa menjadi petunjuk bahwa tubuh sedang berusaha mengeluarkan gula berlebih. Ginjal memproduksi lebih banyak urin untuk mengencerkan glukosa yang tidak dapat kembali diserap tubuh. Akibatnya, produksi urin pun meningkat, membuat Anda sering buang air kecil tanpa sebab yang jelas.

Nafsu Makan Bertambah dan Mudah Lapar

Walaupun gula darah tinggi, tubuh tidak mampu menggunakan glukosa tersebut secara optimal jika insulin tidak bekerja dengan baik. Akibatnya, sel-sel tubuh tetap kekurangan energi. Kondisi ini memicu rasa lapar berlebihan dan membuat Anda ingin terus makan. Menariknya, makanan tinggi karbohidrat justru memperparah kondisi ini karena dapat memicu lonjakan gula darah lebih besar.

Penglihatan Menjadi Kabur

Gejala lainnya adalah perubahan pada kemampuan mata untuk melihat dengan jelas. Saat gula darah meningkat, cairan dalam tubuh, termasuk cairan pada lensa mata, dapat terserap. Hal ini mengubah bentuk dan fleksibilitas lensa, sehingga penglihatan menjadi kabur atau tidak fokus. Walaupun bisa kembali normal saat gula darah menurun, kondisi ini tidak boleh diabaikan.

Tubuh Mudah Merasa Lelah

Energi tubuh diperoleh ketika sel dapat memanfaatkan gula darah sebagai sumber bahan bakar. Namun ketika gula hanya beredar di darah dan tidak masuk ke sel akibat masalah insulin, tubuh menjadi cepat lelah. Rasa lelah cenderung muncul setelah mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat, karena tubuh tidak mampu memproses glukosa tersebut secara efektif.

Infeksi Lebih Mudah Tumbuh

Gula darah yang tinggi dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, membuatnya kurang efektif dalam melawan penyakit. Bakteri lebih cepat berkembang pada lingkungan dengan kadar gula tinggi, sehingga infeksi lebih mudah muncul. Selain itu, ragi yang memanfaatkan gula dapat berkembang pesat dan menyebabkan infeksi jamur, terutama pada area vagina.

Masalah Pada Kulit

Kulit kering, gatal, atau luka yang sulit sembuh juga bisa menjadi gejala gula darah tinggi. Ada pula kondisi bernama acanthosis nigricans, yakni munculnya bagian kulit berwarna gelap, tebal, dan lembut di beberapa area lipatan tubuh seperti leher. Kondisi ini biasanya menjadi tanda bahwa tubuh mengalami resistensi insulin.

Perubahan Suasana Hati dan Emosi

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa peningkatan gula darah setelah makan dapat memengaruhi mood, terutama pada penderita diabetes tipe 2. Seseorang bisa menjadi lebih mudah tersinggung, sedih, atau marah tanpa alasan jelas. Perubahan suasana hati ini sering kali tidak disadari berkaitan dengan fluktuasi gula darah.

Rasa Tidak Nyaman di Perut

Ketika gula darah tinggi terjadi dalam jangka panjang, saraf di perut bisa mengalami kerusakan. Kondisi tersebut menimbulkan pengosongan lambung yang lambat atau dikenal sebagai gastroparesis. Akibatnya, muncul mual atau rasa tidak nyaman pada perut. Selain itu, sakit perut juga dapat menjadi tanda diabetic ketoacidosis, yaitu kondisi darurat yang memerlukan penanganan segera.

Berat Badan Menurun Tanpa Sebab

Turunnya berat badan secara drastis tanpa diet atau olahraga dapat menunjukkan bahwa tubuh tidak mampu menggunakan gula sebagai sumber energi. Akibatnya, tubuh mulai memecah lemak dan otot sebagai cadangan energi. Kondisi ini lebih sering terlihat pada anak-anak, tetapi orang dewasa pun bisa mengalaminya.

Muncul Mati Rasa atau Kesemutan

Kerusakan saraf akibat gula darah tinggi berkepanjangan dapat menimbulkan sensasi kesemutan, rasa terbakar, atau mati rasa, terutama pada tangan dan kaki. Kondisi ini menjadi salah satu tanda kerusakan saraf atau neuropati diabetik yang wajib diwaspadai.

Demikian beberapa gejala gula darah naik yang penting untuk dikenali sejak awal. Menyadarinya lebih cepat dapat membantu Anda mengambil langkah untuk menjaga kesehatan tubuh agar tetap stabil dan terhindar dari komplikasi. Semoga bermanfaat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index