JAKARTA — Pembayaran premi asuransi sering kali menjadi tantangan bagi nasabah. Lupa membayar, salah transfer, atau bahkan pembayaran yang tidak sampai ke pihak yang tepat bisa terjadi kapan saja.
Untuk mengatasi hal ini, PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) dan PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) mendorong para nasabahnya untuk beralih dari metode tunai ke autodebit.
Head of Corporate Communications Prudential Indonesia, Dewi Mayasari, menekankan bahwa autodebit adalah solusi paling aman dan praktis. “Dengan autodebit, nasabah tidak perlu khawatir lupa membayar premi, salah transfer, atau mengirim pembayaran ke pihak yang tidak berwenang,” jelas Dewi.
Autodebit, menurut Dewi, bukan hanya mempermudah proses pembayaran, tetapi juga memastikan polis nasabah tetap aktif dan terhindar dari risiko lapse akibat premi yang tidak dibayarkan. Ketika polis lapse, pemegang polis kehilangan perlindungan, dan kontrak bisa hangus. Dengan autodebit, pembayaran premi dilakukan secara otomatis, sehingga keamanan dan kontinuitas perlindungan menjadi lebih terjamin.
Peluncuran PRUPoints semakin mendorong nasabah untuk beralih ke autodebit. Program loyalitas ini memberikan poin rewards sebagai insentif bagi mereka yang menggunakan metode pembayaran otomatis. “Kami memberikan point rewards untuk mengajak lebih banyak nasabah mengubah pembayaran ke autodebit sehingga lebih aman dan, tentunya, polisnya terus aktif,” tambah Dewi.
Prudential tidak hanya mengandalkan autodebit. Perusahaan juga menggunakan berbagai media untuk mengingatkan nasabah secara personal agar tidak terlambat membayar premi. Strategi ini dirancang untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan dan mendorong keteraturan pembayaran.
Head of Marketing, Communications, and Customer Management Prudential Syariah, Adhi Nugraha Sugiharto, menambahkan bahwa penetrasi asuransi di Indonesia masih relatif rendah. Hanya sekitar 1% dari masyarakat yang memiliki perlindungan asuransi yang memadai. “Katanya 80 juta keluarga, lho, [yang] belum terlindungi oleh asuransi yang lebih baik lagi,” tegas Adhi.
Dengan penetrasi yang masih kecil, Prudential berupaya memperluas jangkauan perlindungan, khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan produk sederhana dan langsung memberikan manfaat sesuai kebutuhan. Dewi menyebut bahwa masyarakat kini lebih menyukai produk tradisional, termasuk asuransi kesehatan, asuransi jiwa, dan variasi lain seperti asuransi penyakit kritis serta asuransi untuk pasangan baru menikah. “Masyarakat ingin [asuransi] yang lebih simpel, yang manfaatnya: kalau kesehatan, kesehatan saja, kalau jiwa, jiwa saja,” ujar Dewi.
Prudential menilai bahwa penggunaan autodebit membantu nasabah untuk tidak lagi terjebak dalam risiko administrasi pembayaran yang rumit. Secara keseluruhan, langkah ini bertujuan melindungi nasabah dari kesalahan pembayaran, menjaga kontinuitas polis, dan sekaligus menumbuhkan kepercayaan terhadap layanan asuransi yang mereka tawarkan.
Selain kemudahan pembayaran, program PRUPoints juga menjadi daya tarik tambahan bagi nasabah. Dengan mengumpulkan poin, nasabah dapat memperoleh berbagai keuntungan, termasuk hadiah menarik, yang membuat proses beralih ke autodebit lebih menggairahkan. Program ini juga menunjukkan bahwa Prudential memahami kebutuhan nasabah modern yang ingin solusi cepat, aman, dan memberi nilai tambah.
Di sisi lain, Prudential secara konsisten menekankan pentingnya edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya perlindungan asuransi. Melalui kampanye dan program loyalitas, perusahaan berharap lebih banyak masyarakat memahami manfaat asuransi dan termotivasi untuk menjaga polisnya tetap aktif.
Peralihan metode pembayaran premi dari tunai ke autodebit tidak hanya bermanfaat bagi nasabah, tetapi juga membantu Prudential dalam mengelola proses administrasi pembayaran dengan lebih efisien. Sistem otomatis ini meminimalkan risiko kesalahan manusia dan memastikan pembayaran premi diterima tepat waktu.
Dalam konteks industri asuransi Indonesia, langkah Prudential menjadi salah satu contoh inovasi yang menyesuaikan layanan dengan kebutuhan masyarakat. Dengan autodebit, nasabah dapat menikmati perlindungan tanpa harus khawatir tentang administrasi pembayaran, sementara Prudential dapat memastikan kelangsungan kontrak polis dan memberikan layanan yang lebih optimal.
Kesimpulannya, dorongan Prudential untuk mengadopsi autodebit adalah langkah strategis yang menguntungkan kedua belah pihak. Nasabah memperoleh kemudahan, keamanan, dan keuntungan melalui program loyalitas, sementara Prudential dapat meningkatkan kepuasan dan kepercayaan nasabah sekaligus memperluas penetrasi asuransi di Indonesia.
Dengan metode ini, risiko lupa membayar premi dan kesalahan transfer dapat diminimalkan, sehingga polis tetap aktif dan memberikan perlindungan maksimal sesuai yang dijanjikan.