JAKARTA - Bank Rakyat Indonesia (BRI) kembali menegaskan komitmennya dalam menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga penghujung tahun 2025.
Fokus utama tetap diberikan pada segmen Ultra Mikro dan Mikro, dengan plafon pinjaman relatif kecil namun manfaatnya besar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Skema angsuran yang ringan dan bersubsidi menjadikan KUR BRI sebagai solusi modal kerja utama bagi usaha yang membutuhkan tambahan dana tanpa membebani arus kas bulanan.
Skema KUR BRI bagi pelaku usaha dengan pinjaman kecil menawarkan kemudahan dalam pembayaran. Untuk KUR Super Mikro dengan plafon hingga Rp 10 juta, suku bunga efektif hanya 3% per tahun, sedangkan KUR Mikro untuk pinjaman pertama dikenai bunga 6% per tahun. Hal ini membuat cicilan bulanan tetap terjangkau, sekaligus menjaga kelangsungan operasional usaha tanpa tekanan keuangan.
Direktur Micro BRI menegaskan bahwa penyaluran sisa kuota KUR hingga akhir tahun menjadi prioritas. Hingga Oktober 2025, BRI telah menyalurkan total KUR senilai Rp 147,2 triliun kepada 3,2 juta debitur, mencapai realisasi 83,2% dari total alokasi tahunan. “Penyaluran KUR terbukti meningkatkan omzet usaha mayoritas debitur hingga dua digit. Kami terus mempermudah pelaku UMKM untuk mengakses modal dengan persyaratan sederhana,” ujarnya.
Syarat Pengajuan KUR BRI 2025
Berikut syarat utama yang harus dipenuhi oleh calon debitur:
| No | Syarat Pengajuan KUR BRI |
|---|---|
| 1 | Warga Negara Indonesia (WNI), minimal usia 21 tahun atau sudah menikah |
| 2 | Memiliki usaha berjalan minimal 6 bulan |
| 3 | Memiliki E-KTP dan Kartu Keluarga (KK) |
| 4 | NPWP untuk pengajuan kredit di atas Rp50 juta |
| 5 | Surat Keterangan Usaha/NIB atau dokumen usaha resmi lainnya |
| 6 | Tidak sedang memiliki KUR di bank lain |
| 7 | Tidak pernah menerima fasilitas kredit produktif di bank lain |
Bagi nasabah badan usaha, dokumen tambahan meliputi: akta pendirian, pengesahan akta dari Kemenkumham, NPWP badan usaha, KTP dan NPWP pengurus, serta dokumen legal lainnya sesuai jenis usaha.
Cara Pengajuan KUR BRI 2025
Debitur dapat mengajukan KUR BRI secara online maupun offline:
| Metode | Langkah-langkah |
|---|---|
| Online | 1. Buka situs resmi BRI: https://www.bri.co.id 2. Pilih menu KUR dan klik “Ajukan Sekarang” 3. Isi data diri dan data usaha 4. Upload dokumen persyaratan 5. Tunggu verifikasi dan survei lokasi oleh petugas BRI 6. Jika disetujui, dana akan dicairkan ke rekening |
| Offline | 1. Kunjungi kantor cabang BRI terdekat 2. Ambil nomor antrean dan temui petugas 3. Isi formulir pengajuan KUR 4. Serahkan dokumen persyaratan 5. Petugas akan melakukan evaluasi dan survei lokasi 6. Jika disetujui, dana dicairkan ke rekening |
Tabel Angsuran KUR BRI November 2025
Berikut simulasi angsuran bulanan untuk pinjaman Rp 1 juta, Rp 10 juta, dan Rp 15 juta dengan suku bunga 6% per tahun:
| Plafon Pinjaman | Tenor 12 Bulan | Tenor 18 Bulan | Tenor 24 Bulan | Tenor 36 Bulan |
|---|---|---|---|---|
| Rp 1.000.000 | Rp 88.333 | Rp 60.556 | Rp 46.667 | Rp 32.778 |
| Rp 10.000.000 | Rp 883.333 | Rp 605.556 | Rp 466.667 | Rp 327.778 |
| Rp 15.000.000 | Rp 1.290.900 | Rp 873.600 | Rp 664.700 | Rp 456.300 |
Cicilan ini sudah disesuaikan agar UMKM tidak terbebani dan tetap mampu menjaga arus kas usaha. Angsuran ringan dan tenor panjang memberikan fleksibilitas bagi pelaku usaha untuk mengatur keuangan.
Fokus Dukungan Modal Kerja UMKM
KUR BRI kategori Ultra Mikro dan Mikro tidak hanya memenuhi kebutuhan modal kerja tetapi juga mendukung investasi usaha. Dana dapat digunakan untuk menambah stok, membeli peralatan produksi, meningkatkan kualitas produk, maupun memperluas layanan. Dengan kemudahan persyaratan dan fleksibilitas tenor, UMKM memiliki peluang untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing di pasar lokal maupun nasional.
Selain itu, BRI memberikan panduan bagi debitur dalam menggunakan KUR secara optimal, mulai dari strategi pembayaran cicilan hingga pemanfaatan modal untuk pengembangan usaha. Pendampingan ini membantu meminimalkan risiko gagal bayar dan memastikan dana KUR benar-benar digunakan untuk tujuan produktif.
Dengan tetap memprioritaskan UMKM, khususnya segmen Ultra Mikro dan Mikro, BRI menegaskan posisi KUR sebagai instrumen keuangan inklusif yang memberdayakan masyarakat. Penyaluran hingga akhir 2025 diharapkan menjangkau lebih banyak pelaku usaha yang sebelumnya terkendala modal, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional.