BKKBN

BKKBN Perluas Layanan Kesehatan Keluarga untuk Warga Terdampak Bencana Aceh

BKKBN Perluas Layanan Kesehatan Keluarga untuk Warga Terdampak Bencana Aceh
BKKBN Perluas Layanan Kesehatan Keluarga untuk Warga Terdampak Bencana Aceh

JAKARTA - Upaya pemulihan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur fisik, tetapi juga menyentuh aspek kesehatan dan ketahanan keluarga. 

Inilah yang menjadi perhatian Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Aceh dalam memperkuat layanan kesehatan keluarga bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang.

Melalui berbagai layanan terpadu, BKKBN hadir untuk memastikan keluarga-keluarga yang terdampak banjir tetap memperoleh pendampingan kesehatan, edukasi, serta dukungan psikososial. Langkah ini diharapkan mampu membantu masyarakat bangkit dan menata kembali kehidupan mereka setelah bencana.

Edukasi Kesehatan untuk Kelompok Rentan

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Aceh, Safrina Salim, menjelaskan bahwa layanan kesehatan keluarga yang diberikan mencakup edukasi kesehatan reproduksi dan pendampingan psikososial. Sasaran utama layanan ini adalah kelompok lanjut usia, ibu hamil, pasangan usia subur, serta kelompok masyarakat rentan lainnya.

“Layanan kesehatan keluarga ini penting untuk memberikan semangat kepada masyarakat terdampak bencana serta mampu menatap kehidupan lebih baik lagi pasca-bencana,” kata Safrina Salim di Banda Aceh.

Menurutnya, kondisi pascabencana kerap membuat keluarga berada dalam situasi tidak stabil, baik secara fisik maupun mental. Oleh karena itu, edukasi kesehatan menjadi langkah awal untuk membantu masyarakat memahami kembali pentingnya menjaga kesehatan keluarga di tengah keterbatasan.

Menjangkau Desa-Desa Terdampak di Aceh Tamiang

Layanan kesehatan keluarga BKKBN Aceh difokuskan pada wilayah-wilayah yang terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang. Sejumlah desa menjadi lokasi utama pelaksanaan kegiatan ini, antara lain Desa Lubuk Sidup di Kecamatan Sekerak, Desa Tualang Cut Baro di Kecamatan Manyak Panyed, serta Desa Simpang Empat di Kecamatan Karang Baru.

Di desa-desa tersebut, tim BKKBN berinteraksi langsung dengan warga, baik di hunian sementara maupun di lingkungan pemukiman yang terdampak. Pendekatan langsung ini dilakukan agar pesan-pesan kesehatan dapat diterima dengan baik dan sesuai dengan kondisi riil masyarakat di lapangan.

Selain memberikan layanan edukasi, kehadiran tim BKKBN juga menjadi sarana komunikasi bagi warga untuk menyampaikan kebutuhan dan kendala yang mereka hadapi pascabencana.

Dorong Pemahaman Kontrasepsi Jangka Panjang

Dalam rangkaian layanan kesehatan keluarga tersebut, BKKBN Aceh juga menyerahkan alat kontrasepsi kepada Organisasi Perangkat Daerah Keluarga Berencana (OPD-KB) Kabupaten Aceh Tamiang. Penyerahan ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan layanan keluarga berencana tetap terjaga meski dalam kondisi darurat.

Tim BKKBN Aceh turut memberikan edukasi kepada masyarakat terdampak banjir di hunian sementara Desa Simpang Empat mengenai pentingnya metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) pascabencana.

“Edukasi ini untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penggunaan MKJP guna mencegah kehamilan yang tidak diinginkan. Edukasi ini juga mengajarkan perencanaan kehamilan serta perlindungan kesehatan reproduksi,” ujar Safrina Salim.

Ia menekankan bahwa pascabencana merupakan fase krusial bagi keluarga untuk melakukan perencanaan yang matang, termasuk dalam hal kesehatan reproduksi. Dengan pemahaman yang baik, keluarga diharapkan dapat menghindari risiko kesehatan tambahan di tengah proses pemulihan.

Pendampingan Psikososial bagi Anak-Anak

Selain fokus pada kesehatan keluarga dan reproduksi, BKKBN Aceh juga memberikan perhatian khusus pada kondisi psikologis anak-anak yang terdampak bencana. Tim BKKBN melakukan pendampingan psikososial bagi anak-anak di wilayah terdampak banjir bandang di Kabupaten Aceh Tamiang.

Pendampingan ini bertujuan membantu anak-anak memulihkan trauma, menumbuhkan kembali rasa aman, serta memberikan dukungan emosional agar mereka dapat beradaptasi dengan kondisi pascabencana.

“Pendampingan psikososial tersebut untuk memulihkan trauma serta memberikan rasa aman dan dukungan emosional kepada anak-anak dalam menghadapi bencana. Kami berharap anak-anak dapat melewati semua dampak bencana tersebut,” kata Safrina Salim.

Melalui pendekatan yang humanis dan berkelanjutan, BKKBN Aceh berharap seluruh lapisan masyarakat, terutama keluarga dan anak-anak, dapat kembali menjalani kehidupan secara normal. Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari komitmen BKKBN dalam mendukung pemulihan sosial dan kesehatan masyarakat di wilayah terdampak bencana.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index