JAKARTA - Pemulihan layanan pendidikan pascabencana menjadi perhatian serius pemerintah agar proses belajar mengajar tidak terhenti terlalu lama.
Di tengah keterbatasan akibat bencana, kehadiran negara diharapkan mampu memberi harapan dan memastikan anak-anak tetap memperoleh hak pendidikannya. Hal inilah yang mendorong Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk turun langsung memberikan dukungan bagi sekolah-sekolah terdampak di Provinsi Aceh, khususnya Kabupaten Aceh Tamiang.
Kemendikdasmen menyalurkan bantuan dana pembersihan sekolah sebagai langkah awal mempercepat pemulihan lingkungan pendidikan. Bantuan tersebut diarahkan agar sekolah dapat kembali digunakan secara layak, aman, dan nyaman, sehingga kegiatan belajar mengajar bisa segera berjalan normal.
Komitmen Pendidikan Tetap Berjalan Pascabencana
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menegaskan bahwa pendidikan harus terus berlangsung dalam kondisi apapun. Menurutnya, keterbatasan sarana dan prasarana akibat bencana tidak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak untuk terus belajar dan bercita-cita.
“Anak-anak adalah harapan Indonesia masa depan. Jangan pernah berhenti bercita-cita dan jangan kehilangan semangat. Keterbatasan tidak boleh mematahkan tekad untuk terus belajar dan memperbaiki diri,” ujar Mendikdasmen Mu’ti di Jakarta pada Senin.
Pernyataan tersebut mencerminkan komitmen pemerintah dalam menjaga keberlangsungan pendidikan, sekaligus memberikan motivasi moral bagi peserta didik, guru, dan masyarakat terdampak agar tetap optimistis menghadapi situasi sulit.
Bantuan Konkret untuk Sekolah Terdampak di Aceh
Sebagai wujud nyata komitmen tersebut, Kemendikdasmen telah menyalurkan berbagai bentuk bantuan pendidikan di wilayah Aceh. Berdasarkan data per 5 Januari 2026, bantuan yang telah disalurkan mencakup school kit sebanyak 15.500 unit, 97 tenda, pembangunan 100 ruang kelas darurat, serta dana operasional pendidikan darurat sebesar Rp11,2 miliar. Selain itu, pemerintah juga memberikan dukungan psikososial dengan nilai Rp300 juta.
Bantuan tersebut ditujukan untuk memastikan bahwa aktivitas pendidikan tetap bisa berjalan, meskipun dalam kondisi darurat. Kehadiran ruang kelas darurat dan perlengkapan belajar menjadi solusi sementara agar siswa tidak kehilangan waktu belajar terlalu lama.
Progres Pembersihan Sekolah di Aceh Tamiang
Di Kabupaten Aceh Tamiang, proses pemulihan sekolah masih terus berlangsung. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tamiang Sepriyanto menyampaikan bahwa sebagian sekolah masih menuntaskan pembersihan halaman dan lingkungan sekolah pascabencana.
Meski demikian, ia optimistis proses pembersihan dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat. Pihaknya menargetkan seluruh kegiatan pembersihan sekolah bisa rampung dalam kurun waktu satu hingga dua minggu ke depan, sehingga sekolah dapat kembali beroperasi secara normal.
Target tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan layanan pendidikan dan mengurangi dampak psikologis yang dialami peserta didik akibat terhentinya aktivitas belajar.
Apresiasi Kepala Sekolah atas Dukungan Pemerintah
Dukungan Kemendikdasmen mendapat apresiasi dari pihak sekolah penerima bantuan. Kepala SDN Tanjung Binjai Kabupaten Aceh Tamiang Rosydha Tanjung menyampaikan rasa terima kasih atas bantuan dana pembersihan yang diberikan pemerintah pusat.
“Terima kasih kepada Bapak Menteri dan jajaran yang telah memberikan bantuan sekolah berupa dana pembersihan sekolah. Dana tersebut sudah saya gunakan untuk semua kegiatan pembersihan sekolah dengan membeli alat-alat kebersihan dan biaya yang digunakan selama pembersihan berlangsung,” imbuh Rosydha.
Menurutnya, bantuan tersebut sangat membantu pihak sekolah dalam mempercepat proses pembersihan, sehingga lingkungan belajar kembali bersih dan layak digunakan oleh siswa dan guru.
Sekolah Kembali Aktif dan Pembelajaran Berjalan Normal
Hal senada disampaikan oleh perwakilan guru SDN Tanjung Binjai Kabupaten Aceh Tamiang, Hasanah Lubis. Ia menyebutkan bahwa bantuan dana kebersihan dari Kemendikdasmen memberikan dampak nyata bagi kebangkitan kembali aktivitas sekolah.
“Terima kasih kepada Bapak Menteri atas bantuan dana kebersihan sekolah yang terdampak banjir. Bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami warga sekolah saat membersihkan sekolah. Alhamdulillah, sekolah kami sudah aktif lagi seperti semula. Terima kasih Bapak Menteri,” ujarnya.
Dengan selesainya proses pembersihan, kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut kini kembali berjalan. Para guru dan siswa dapat melanjutkan aktivitas pendidikan dengan kondisi yang lebih aman dan nyaman.
Dukungan Kemendikdasmen dalam pemulihan sekolah di Aceh Tamiang menunjukkan bahwa pendidikan tetap menjadi prioritas utama, bahkan dalam situasi darurat. Melalui bantuan konkret, pendampingan, dan pesan moral yang kuat, pemerintah berupaya memastikan bahwa anak-anak Indonesia tetap memiliki ruang untuk belajar, tumbuh, dan menatap masa depan dengan penuh harapan.