Saham

Rekomendasi Saham dan Peluang Penguatan IHSG Hari Ini 5 Februari 2026

Rekomendasi Saham dan Peluang Penguatan IHSG Hari Ini 5 Februari 2026
Rekomendasi Saham dan Peluang Penguatan IHSG Hari Ini 5 Februari 2026

JAKARTA - Pergerakan pasar saham domestik kembali menarik perhatian pelaku pasar pada Kamis, 5 Februari 2026. 

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka peluang penguatan lanjutan setelah mencatatkan kenaikan pada perdagangan sebelumnya. Kondisi ini memunculkan optimisme, terutama di tengah dominasi saham-saham berkapitalisasi besar yang menjadi penopang utama indeks.

Sentimen positif masih terasa di pasar modal Indonesia seiring dengan minat investor terhadap saham unggulan. Sejumlah analis menilai IHSG masih memiliki ruang untuk melanjutkan tren penguatan, meskipun tetap disertai potensi koreksi yang perlu dicermati secara teknikal.

IHSG Ditutup Menguat pada Perdagangan Sebelumnya

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada perdagangan Rabu, 4 Februari 2026, IHSG ditutup menguat sebesar 0,30% atau naik 24,11 poin ke level 8.146,71. Sepanjang perdagangan, indeks komposit dibuka di posisi 8.121,03 dan sempat menyentuh level tertingginya di 8.194,68.

Aktivitas perdagangan saham menunjukkan pergerakan yang cukup beragam. Tercatat sebanyak 301 saham mengalami kenaikan harga, sementara 391 saham melemah, dan 125 saham lainnya bergerak stagnan. Di sisi lain, kapitalisasi pasar atau market cap Bursa Efek Indonesia tercatat mencapai Rp14.735 triliun, mencerminkan besarnya nilai transaksi dan aktivitas investor di pasar saham.

Penguatan IHSG pada penutupan perdagangan tersebut menjadi modal awal yang positif bagi pergerakan indeks pada perdagangan hari ini.

Saham Big Caps Jadi Penopang Utama IHSG

Kenaikan IHSG pada perdagangan sebelumnya didorong oleh penguatan sejumlah saham berkapitalisasi besar atau big caps. Salah satu saham yang mencatatkan lonjakan signifikan adalah PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN). Saham AMMN meningkat sebesar 8,73% dan ditutup di level Rp7.475 per saham.

Selain AMMN, saham PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) juga turut memberikan kontribusi positif dengan kenaikan sebesar 4,98% ke posisi Rp6.850 per saham. Sementara itu, saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) mencatatkan pertumbuhan sebesar 3,52% dan berakhir di level Rp5.000 per saham.

Kinerja saham-saham big caps ini mencerminkan masih kuatnya minat investor terhadap emiten dengan fundamental besar dan likuiditas tinggi. Pergerakan saham-saham tersebut kerap menjadi penentu arah IHSG secara keseluruhan.

Proyeksi Teknis IHSG Masih Berpeluang Menguat

Tim Analis MNC Sekuritas memproyeksikan bahwa posisi IHSG saat ini masih berada pada bagian dari wave [x]. Dengan kondisi tersebut, IHSG dinilai masih memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan dalam jangka pendek.

Menurut riset harian MNC Sekuritas, IHSG berpotensi menguji area penguatan di kisaran 8.328 hingga 8.527. Proyeksi ini membuka peluang bagi pelaku pasar untuk tetap mencermati potensi kenaikan indeks, terutama jika didukung oleh volume transaksi yang kuat dan sentimen positif dari saham-saham unggulan.

Meski demikian, analis juga mengingatkan investor untuk tetap waspada terhadap kemungkinan koreksi yang dapat terjadi sewaktu-waktu, seiring dengan dinamika pasar yang cepat berubah.

Area Support dan Resistance Perlu Dicermati Investor

Di tengah peluang penguatan tersebut, MNC Sekuritas menekankan pentingnya mencermati area koreksi. “Namun demikian cermati area koreksi yang berada di 7.896-8.010,” seperti dikutip dalam riset harian MNC Sekuritas.

Secara teknikal, IHSG diproyeksikan bergerak pada rentang support di level 7.854 dan 7.654. Sementara itu, area resistance berada di kisaran 8.181 dan 8.318. Level-level ini menjadi acuan penting bagi investor dalam menentukan strategi perdagangan, baik untuk jangka pendek maupun menengah.

Dengan mempertimbangkan proyeksi teknikal tersebut, investor disarankan untuk tetap selektif dalam memilih saham dan memperhatikan manajemen risiko. Rekomendasi saham unggulan dari analis dapat menjadi referensi, namun keputusan investasi tetap perlu disesuaikan dengan profil risiko masing-masing.

Secara keseluruhan, pergerakan IHSG hari ini diperkirakan masih berpotensi melanjutkan penguatan, meski dibayangi oleh risiko koreksi. Kondisi pasar yang dinamis menuntut investor untuk tetap disiplin dan waspada dalam memanfaatkan peluang di pasar saham.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index