Kemensos

Kemensos Salurkan Santunan Rp125 Juta untuk 300 Anak Yatim di Bekasi Saat Ramadan

Kemensos Salurkan Santunan Rp125 Juta untuk 300 Anak Yatim di Bekasi Saat Ramadan
Kemensos Salurkan Santunan Rp125 Juta untuk 300 Anak Yatim di Bekasi Saat Ramadan

JAKARTA - Suasana hangat Ramadan terasa berbeda di Masjid Jannatul Firdaus, Bekasi Selatan. 

Ratusan anak yatim dari berbagai yayasan berkumpul dalam kegiatan Buka Puasa Bersama dan Pemberian Santunan Anak Yatim yang diselenggarakan Yayasan Jannatul Firdaus. Momentum ini bukan sekadar agenda berbagi, tetapi juga wujud nyata kepedulian sosial yang melibatkan pemerintah dan sejumlah lembaga filantropi.

Kementerian Sosial menyalurkan santunan bagi ratusan anak yatim binaan sembilan yayasan di Kota Bekasi. Santunan tersebut merupakan hasil kolaborasi Kementerian Sosial melalui Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) Bekasi bersama Mandiri Amal Insani Foundation, Muslim Madani Foundation, dan Yayasan Baitul Maal PLN (YBM PLN).

Dari Kemensos, bantuan yang disalurkan senilai Rp 125 juta dalam bentuk 162 paket berisi perlengkapan sekolah, alat ibadah, dan kebutuhan nutrisi bagi anak-anak yatim penerima manfaat. Bantuan ini diharapkan dapat menunjang kebutuhan pendidikan sekaligus keseharian mereka.

Wamen Sosial: Kepedulian Butuh Kerja Bersama

Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Dalam keterangannya, ia menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga sosial untuk membantu kelompok rentan.

"Sekarang ini kurang lebih 23 juta orang miskin di negara ini. Di dalamnya tentunya ada lansia, ada yatim piatu yang kemudian harus kita perhatikan bersama-sama," ujar Agus Jabo dalam keterangan tertulis.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa persoalan kemiskinan dan kerentanan sosial tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi lintas sektor agar bantuan dan program dapat menjangkau mereka yang membutuhkan.

Agus Jabo juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto tengah mendorong berbagai program prioritas, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Sekolah Rakyat. Program-program tersebut ditujukan untuk menjangkau kelompok masyarakat rentan yang selama ini belum tersentuh layanan negara.

Contoh Nyata Sinergi Pemerintah dan Masyarakat

Menurut Agus Jabo, kegiatan santunan yang melibatkan berbagai unsur ini menjadi contoh nyata sinergi dalam menjangkau kelompok rentan, khususnya anak yatim. Ia menilai kolaborasi semacam ini perlu terus diperkuat agar dampaknya semakin luas.

"Memang masih banyak saudara-saudara kita yang masih miskin, masih belum mendapatkan program-program dari pemerintah. Dan itu mari kita kolaborasi, bekerjasama supaya mereka mendapat perhatian," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut merupakan praktik baik kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadirkan kepedulian sosial.

"Pada kesempatan sore ini adalah contoh yang baik bagaimana kita berkolaborasi, bekerjasama untuk bisa memuliakan, membahagiakan anak-anak kita. Ini contoh yang bisa diambil kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat," tutur Agus Jabo.

Harapannya, model kerja sama seperti ini tidak berhenti pada satu momentum Ramadan saja, tetapi bisa diperluas dan direplikasi di berbagai daerah.

"Sehingga saudara-saudara kita yang selama ini tertinggal segera kita bisa selamatkan, bisa kita bahagiakan," tutupnya.

300 Anak Yatim dari Sembilan Yayasan Terlibat

Sebagai informasi tambahan, kegiatan santunan ini diikuti oleh 300 anak yatim binaan sembilan yayasan di Bekasi. Kesembilan yayasan tersebut adalah Rumah Safiinah, Zawiyatul Mubarak, Al Mabrur, Binaan Bu Agustin, Binaan Umi Nur, As Safi'iyah, Gray Galaxy, Nida Al Syakur, dan Ustadz Zahra.

Kehadiran ratusan anak dari berbagai latar belakang yayasan menunjukkan luasnya jangkauan kegiatan sosial tersebut. Bantuan yang diberikan diharapkan mampu meringankan beban mereka, terutama dalam memenuhi kebutuhan sekolah dan ibadah.

Acara ini juga dihadiri sejumlah tokoh dan perwakilan lembaga yang terlibat dalam kolaborasi. Turut hadir Intan Agus Jabo, Kepala STPL Bekasi Budi Satriyo, Direktur Mandiri Amal Insani Foundation Zainal Abidin, Ketua Yayasan Jannatul Firdaus Rahmat Broto Triaji, istri Wali Kota Bekasi Wiwiek Hargono, Manajer Yayasan Baitul Maal PLN Dewi Setyaharini, serta jajaran Pemerintah Daerah Bekasi.

Kehadiran berbagai pihak tersebut memperlihatkan bahwa kepedulian terhadap anak yatim menjadi tanggung jawab bersama. Ramadan menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat solidaritas dan memperluas jangkauan bantuan sosial.

Melalui santunan senilai Rp 125 juta dalam bentuk 162 paket perlengkapan sekolah, alat ibadah, dan kebutuhan nutrisi, Kementerian Sosial bersama mitra menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung kesejahteraan anak yatim di Bekasi. Kolaborasi ini diharapkan dapat terus berkembang sehingga semakin banyak kelompok rentan yang terjangkau bantuan dan perhatian.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index