PNM

PNM Ajak Anak Yatim dan Dhuafa Belajar Pemberdayaan UMKM Saat Ramadan

PNM Ajak Anak Yatim dan Dhuafa Belajar Pemberdayaan UMKM Saat Ramadan
PNM Ajak Anak Yatim dan Dhuafa Belajar Pemberdayaan UMKM Saat Ramadan

JAKARTA - Ramadan tidak hanya menjadi momen untuk meningkatkan ibadah, tetapi juga waktu yang tepat untuk memperkuat kepedulian sosial terhadap sesama.

Semangat berbagi dan membantu mereka yang membutuhkan kerap menjadi bagian penting dari berbagai kegiatan selama bulan suci ini. Hal tersebut pula yang menjadi latar belakang berbagai inisiatif sosial yang dilakukan sejumlah lembaga dan perusahaan, termasuk upaya memberikan pengalaman dan harapan baru bagi anak-anak yatim serta dhuafa.

Salah satu kegiatan yang mengusung semangat tersebut diselenggarakan oleh PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Melalui rangkaian program Ramadan yang melibatkan berbagai aktivitas spiritual dan sosial, perusahaan ini mengajak anak-anak yatim dan dhuafa untuk tidak hanya menerima santunan, tetapi juga mendapatkan pengalaman belajar mengenai dunia kerja serta pemberdayaan masyarakat.

Ramadan sebagai Momentum Berbagi dan Kepedulian

Bulan suci Ramadan menjadi momentum bagi umat Islam untuk memperbanyak amal dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, salah satu caranya adalah dengan membagikan kebaikan kepada anak yatim dan dhuafa. Rasulullah SAW bersabda, “Aku dan orang yang menanggung anak yatim (kedudukannya) di surga seperti ini,” sambil merapatkan jari telunjuk dan jari tengahnya (HR. Bukhari).

Makna hadis ini adalah orang yang merawat, menjaga, atau menyantuni anak yatim akan mendapatkan kedudukan yang sangat dekat dengan Rasulullah SAW di surga. Perumpamaan dua jari yang dirapatkan menggambarkan kedekatan yang sangat erat, hampir tanpa jarak.

Nilai-nilai tersebut menjadi inspirasi bagi banyak pihak untuk menghadirkan kegiatan sosial selama Ramadan. Selain membantu memenuhi kebutuhan mereka yang membutuhkan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkuat empati dan solidaritas dalam masyarakat.

Program Ramadan Madani yang Sarat Makna

Semangat inilah yang turut menginspirasi PT Permodalan Nasional Madani (PNM) dalam menyelenggarakan rangkaian kegiatan bertajuk Ramadan Madani, Maknai Harmoni, sebuah program yang menghadirkan berbagai aktivitas positif selama bulan Ramadan.

Kegiatan yang digelar dalam program tersebut beragam, mulai dari kajian setelah Dzuhur, buka puasa bersama setiap hari, hingga kegiatan itikaf yang melibatkan Insan PNM dalam suasana kebersamaan dan refleksi spiritual. Rangkaian kegiatan ini tidak hanya bertujuan memperkuat nilai keagamaan, tetapi juga membangun solidaritas dan kepedulian sosial di lingkungan perusahaan.

Melalui program tersebut, PNM berupaya menciptakan suasana Ramadan yang tidak hanya penuh ibadah, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, khususnya bagi anak-anak yatim dan dhuafa.

Santunan dan Edukasi untuk 250 Anak Yatim dan Dhuafa

Sebagai puncak rangkaian kegiatan Ramadan tahun ini, pada 5 Maret 2026, PNM menyelenggarakan santunan bagi 250 anak yatim dan dhuafa yang berasal dari Yayasan Kota Pelangi, Yayasan Aisyiyah Taman Menteng, serta anak-anak dari keluarga nasabah PNM Mekaar dhuafa.

Kegiatan tersebut tidak hanya berisi pemberian santunan semata. Anak-anak yang hadir juga diajak mengikuti berbagai aktivitas edukatif, mulai dari mengaji, mendengarkan tausiyah, hingga mengenal dunia kerja.

Selain untuk mengaji, mendengarkan tausiyah, dan mendapatkan santunan, mereka juga diajak mengenal dunia kerja melalui kegiatan roleplay bekerja di PNM di berbagai divisi, sehingga dapat merasakan secara langsung bagaimana proses pemberdayaan PNM kepada pengusaha ultra mikro, mikro, dan kecil dijalankan.

Pendekatan ini memberikan pengalaman berbeda bagi anak-anak, karena mereka tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi juga diajak memahami bagaimana sebuah lembaga bekerja dalam membantu masyarakat prasejahtera.

Belajar Pemberdayaan UMKM Melalui Roleplay

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak didampingi oleh Insan PNM untuk mempraktikkan berbagai aktivitas sederhana yang menggambarkan peran setiap divisi di perusahaan. Tujuannya agar mereka dapat memahami bagaimana proses pemberdayaan ekonomi masyarakat dilakukan.

Didampingi oleh Insan PNM, anak-anak diajak mempraktikkan berbagai aktivitas sederhana yang menggambarkan peran setiap divisi dalam mendukung pemberdayaan masyarakat prasejahtera. Kegiatan ini dikemas secara ringan dengan berbagai permainan agar mudah dipahami oleh anak-anak.

Pendekatan yang menyenangkan membuat suasana kegiatan terasa lebih akrab dan interaktif. Anak-anak dapat belajar sambil bermain, sehingga materi yang disampaikan lebih mudah dipahami.

Salah satu peserta mengungkapkan kegembiraannya, “Seru sekali bisa ikut kegiatan ini. Aku jadi tahu kalau bekerja bisa membantu banyak orang. Semoga nanti aku juga bisa punya pekerjaan yang bermanfaat seperti kakak-kakak di sini.”

Pengalaman tersebut diharapkan mampu membuka wawasan anak-anak tentang berbagai kemungkinan masa depan yang bisa mereka raih.

Menumbuhkan Harapan dan Semangat Masa Depan

Kegiatan ini juga diharapkan dapat menumbuhkan semangat dan harapan bagi anak-anak yang terlibat. Dengan mengenal dunia kerja sejak dini, mereka dapat memahami bahwa setiap orang memiliki peluang untuk berkembang dan memberikan manfaat bagi orang lain.

Pengalaman ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat dan harapan bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk bermimpi dan berkontribusi bagi masyarakat, tanpa melihat latar belakang sosial maupun ekonomi.

Sekretaris Perusahaan PNM, Dodot Patria Ary, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi cara sederhana untuk menumbuhkan harapan bagi mereka.

“Ramadan selalu menjadi waktu terbaik untuk berbagi dan menumbuhkan kepedulian. Kami ingin anak-anak merasakan bahwa masa depan mereka terbuka luas. Melalui pengalaman kecil hari ini, kami berharap mereka melihat bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk belajar, bertumbuh, dan suatu hari nanti memberi manfaat bagi banyak orang,” ujar Dodot.

Melalui kegiatan seperti ini, Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai bulan ibadah, tetapi juga sebagai momentum untuk menebarkan harapan, kepedulian, serta semangat untuk saling memberdayakan dalam kehidupan bermasyarakat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index