JAKARTA - PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) menyatakan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat masih belum memberikan dampak signifikan terhadap kinerja bisnis asuransi marine cargo perusahaan hingga saat ini.
Sekretaris Perusahaan Jasindo Brellian Gema Widayana mengatakan lini bisnis marine cargo masih terjaga meskipun nilai tukar rupiah berada dalam tekanan.
"Sejauh ini, pelemahan rupiah tidak berdampak signifikan terhadap kinerja bisnis marine cargo Asuransi Jasindo," ujarnya kepada Kontan, Rabu (10/6/2026).
Menurutnya, pelemahan rupiah pada sektor marine cargo umumnya berkaitan dengan perubahan nilai pertanggungan dan dinamika aktivitas perdagangan. Namun kebutuhan perlindungan pengangkutan barang masih tetap terjaga sehingga prospeknya dinilai positif.
Brellian menjelaskan pelemahan rupiah juga berpotensi memengaruhi nilai pertanggungan yang kemudian berdampak terhadap besaran premi maupun nilai klaim. Meski demikian, penentuan premi tidak hanya bergantung pada pergerakan kurs mata uang.
"Penentuan premi tetap mempertimbangkan berbagai aspek risiko dan tidak hanya dipengaruhi oleh faktor nilai tukar," lanjutnya.
Karena itu, Jasindo belum memiliki rencana melakukan penyesuaian tarif premi secara umum. Evaluasi tarif tetap dilakukan secara berkala dengan mempertimbangkan perkembangan risiko dan kondisi pasar.
Perusahaan juga tetap mengantisipasi sejumlah risiko apabila pelemahan rupiah berlangsung dalam periode yang lebih panjang. Risiko tersebut antara lain meningkatnya eksposur pertanggungan dan kenaikan nilai klaim, terutama pada objek pertanggungan yang berkaitan dengan mata uang asing.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Jasindo terus memperkuat manajemen risiko melalui penerapan seleksi risiko yang prudent, pemantauan portofolio secara berkala, serta dukungan reasuransi yang memadai.
Terkait strategi lindung nilai atau hedging, perusahaan menyatakan penerapannya akan disesuaikan dengan kebutuhan serta tingkat eksposur yang dimiliki.
Sebagai informasi, Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mencatat klaim yang dibayarkan pada lini marine cargo naik 6,7 persen menjadi Rp357 miliar pada kuartal I 2026 dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp335 miliar. Rasio klaim juga meningkat dari 20 persen menjadi 24 persen.