JAKARTA - Mengabaikan pola makan sehat dengan terus mengonsumsi hidangan tinggi gula dan lemak berisiko memicu datangnya berbagai gangguan kesehatan berbahaya.
Namun di sisi lain, mengontrol asupan gizi secara berlebihan juga memicu dampak negatif bagi kondisi psikologis seseorang.
Sebagai contoh, menghitung kalori dengan terlalu mendetail serta memperbanyak larangan menu demi tubuh ramping justru memicu timbulnya stres.
Sebagai alternatif pencegahan, Anda dapat mencoba menerapkan metode intuitive eating atau konsep makan intuitif dalam kehidupan sehari-hari.
Terdapat rangkaian fondasi utama yang perlu dipahami terlebih dahulu apabila Anda tertarik untuk mulai menguji coba sistem regulasi gizi ini.
Skema ini menitikberatkan perhatian pada pembentukan kebiasaan makan yang sehat bagi fisik sekaligus mental secara menyeluruh, bukan sekadar menurunkan berat badan.
Lantas, apa sebetulnya yang dimaksud dengan istilah metode intuitive eating tersebut?
Formula intuitive eating pertama kali diperkenalkan ke publik pada kalender 1995 oleh duet pakar Evelyn Tribole bersama Elyse Resch lewat buku karangan mereka.
Seperti yang telah diulas sebelumnya, konsep makan intuitif ini berfokus pada pembentukan perilaku positif demi menunjang stabilitas jasmani and rohani.
Melalui pendekatan ini, Anda diarahkan untuk tidak memusuhi jenis hidangan apa pun yang tersedia di meja makan.
Target utamanya adalah menolong diri kita dalam menerjemahkan kode alami tubuh mengenai jenis menu and porsi ideal yang perlu dikonsumsi.
Lewat proses pembelajaran membaca kode tubuh tersebut, seseorang mampu mendesain gaya hidup sehat yang bertahan lama tanpa beban psikologis.
Langkah ini membebaskan Anda dari keharusan mengalkulasi kalori harian ataupun memotong porsi asupan secara ekstrem.
Menyitir ulasan dari laman Healthline, pakem dasar mengenai intuitive eating sebetulnya sudah lama berkembang jauh sebelum dipopulerkan oleh Tribole and Resch.
Sosok Geneen Roth tercatat sudah aktif mengulas perihal kaitan erat antara perilaku makan dengan gejolak emosional sejak periode tahun 1982.
Sementara pada 1973, Thelma Wayler telah meresmikan sebuah program tata kelola berat badan bernama Green Mountain at Fox Run yang berbasis di Vermont.
Gerakan tersebut dirancang berlandaskan sebuah keyakinan kuat bahwa sistem diet ketat tidak akan pernah membuahkan hasil yang efektif dalam jangka panjang.
Sebagai gantinya, transformasi pada aspek gaya hidup serta kepedulian terhadap perawatan diri dinilai jauh lebih krusial demi menjaga kebugaran raga secara berkelanjutan.