Kenali 8 Jenis Minuman Tinggi Kafein untuk Ibu Menyusui

Kenali 8 Jenis Minuman Tinggi Kafein untuk Ibu Menyusui
Ilustrasi Secangkir Kopi.

JAKARTA - Meminum kopi saat pagi hari sering kali diandalkan oleh masyarakat guna melenyapkan rasa kantuk.

Kondisi tersebut juga kerap dialami wanita yang dalam masa menyusui karena harus terjaga malam hari demi merawat buah hati mereka.

Zat kafein memang berkhasiat memicu kewaspadaan sekaligus membuat kondisi fisik terasa bugar kembali.

Kendati demikian, para ibu menyusui harus tetap memantau porsinya lantaran sebagian zat ini bisa mengalir masuk ke air susu ibu (ASI).

Kabar baiknya, Anda tidak perlu benar-benar menyetop asupan zat kafein tersebut secara total.

Sejumlah pakar berpendapat takaran kafein kisaran 300 miligram (mg) tiap hari pada umumnya masih aman dikonsumsi selama periode menyusui.

Walau begitu, masing-masing bayi mempunyai tingkat sensitivitas yang berlainan terhadap zat ini.

Pada beberapa kasus, sisa kafein yang tersalurkan lewat ASI bisa merusak waktu istirahat bayi dan memicu mereka jadi rewel.

Melansir informasi dari WebMD, berikut adalah deretan produk minuman kaya kafein yang mesti dikonsumsi secara bijak:

Kopi Kopi menempati urutan teratas sebagai pemasok kafein yang paling sering dinikmati masyarakat.

Dalam satu gelas kopi seduh dengan volume kisaran 240 mililiter (8 ons), terkandung zat kafein rata-rata 96 mg.

Kadar ini bisa bervariasi bergantung pada varietas biji kopi, teknik peracikan, hingga volume penyajiannya.

Teh hitam Kendati kerap dianggap punya efek lebih soft daripada kopi, teh hitam nyatanya menyimpan kafein dalam takaran melimpah.

Satu gelas teh hitam mempunyai kandungan kisaran 47 mg kafein di dalamnya.

Apabila dinikmati berulang kali dalam sehari, akumulasi zat tersebut bisa melonjak tanpa Anda sadari.

Teh hijau Varian teh hijau mempunyai porsi kafein yang lebih minim daripada jenis teh hitam, yaitu kisaran 28 mg tiap cangkir.

Walau relatif minim, para ibu menyusui harus tetap mengalkulasi konsumsi teh hijau jika digabung dengan kopi.

Minuman energi Produk suplemen energi berbentuk minuman menjadi opsi yang memerlukan kewaspadaan tingkat tinggi.

Bukan cuma punya kafein porsi besar, opsi ini juga kerap disuntik zat stimulan lain yang mendongkrak stimulasi fisik.

Oleh karena itu, wanita yang tengah menyusui disarankan membatasi atau menjauhi opsi ini.

Minuman bersoda Beberapa tipe minuman berkarbonasi, khususnya varian kola, rupanya juga menyimpan zat kafein.

Meski dosisnya secara umum di bawah kopi, meminum beberapa kaleng sehari tetap memicu lonjakan total kafein harian.

Minuman olahraga tertentu Memang tidak seluruh jenis minuman olahraga dipasarkan dengan kandungan zat kafein di dalamnya.

Namun, sejumlah merek yang berfokus mendongkrak stamina fisik sengaja memasukkan kafein dalam komposisinya.

Maka dari itu, pastikan Anda rajin memeriksa tabel info nutrisi kemasan sebelum membelinya.

Minuman berbahan guarana Tanaman guarana merupakan salah satu jenis flora yang secara alami memproduksi zat kafein.

Sari dari tanaman ini lumrah dipakai sebagai campuran suplemen stamina maupun produk kemasan komersial.

Sentuhan guarana tersebut bisa memicu porsi kafein dalam produk jadi lebih masif dari kalkulasi awal.

Minuman cokelat Sajian cair yang diolah dari bahan dasar cokelat atau kakao juga memiliki kandungan kafein di dalamnya.

Bila dipadukan dengan pasokan kafein dari menu lain, minuman cokelat ini ikut menyumbang angka kafein harian Anda

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index