Bantai Irak 5-0 Ismaila Sarr Jadi Pencetak Gol Terbanyak Tim Senegal

Bantai Irak 5-0 Ismaila Sarr Jadi Pencetak Gol Terbanyak Tim Senegal
Ismaila Sarr.

JAKARTA - Nama penyerang andalan milik klub Crystal Palace, Ismaila Sarr, sukses mencuri perhatian publik dalam pergelaran akbar Piala Dunia 2026.

Pemain sayap tersebut resmi menobatkan diri sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah tim nasional Senegal khusus untuk ajang bergengsi Piala Dunia.

Kepastian rekor baru itu tercipta usai dirinya sukses mengantarkan timnya membantai skuad Irak lewat kemenangan telak dengan skor akhir 5-0.

Pertandingan pamungkas yang tersaji di babak penyisihan Grup I tersebut dilangsungkan pada hari Sabtu (27/6/2026) dini hari WIB.

Satu sumbangan gol yang dilesakkan oleh Sarr pada menit ke-59 dalam laga tersebut kini menjadi gol keempat miliknya di pentas Piala Dunia.

Torehan impresif tersebut melesatkan posisi pemain berusia 28 tahun itu melewati rekor gol legendaris milik mendiang Papa Bouba Diop.

Sosok Papa Bouba Diop sendiri selama ini sangat dikenal luas publik sebagai pencetak gol paling bersejarah bagi Senegal di kancah Piala Dunia.

Pencapaian manis ini sekaligus menjadi buah manis dari konsistensi Sarr yang selama ini lebih banyak membuktikan kapasitas lewat performa di lapangan.

Empat hari sebelum memecahkan rekor bersejarah itu, Sarr lebih dulu menyamai catatan gol Papa Bouba Diop lewat dua gol ke gawang Norwegia.

Melalui catatan dalam laga kontra Norwegia itu pula, ia menorehkan tinta emas sebagai pilar Senegal pertama yang sanggup mencetak gol pada dua edisi Piala Dunia berbeda.

Kini, tambahan satu gol ke gawang Irak mengantarkan Sarr berdiri kokoh sendirian di pucuk daftar pencetak gol terbanyak Senegal sepanjang sejarah turnamen.

Meski tidak dikenal sebagai figur yang vokal di ruang ganti, kontribusi besarnya membuat rekan-rekan setim memberikan penghormatan tinggi.

Gelandang senior Senegal, Idrissa Gueye, menyatakan bahwa rekor prestisius tersebut memang sangat pantas untuk diraih oleh Sarr karena faktor dedikasinya.

Menurut penilaian Gueye, Sarr merupakan tipe pemain yang selalu mencurahkan seluruh kemampuan terbaiknya, baik dalam sesi latihan maupun saat bertanding.

"Dia benar-benar pantas mendapatkannya. Dia memberikan segalanya dalam setiap hal yang dia lakukan," ujar Gueye.

Pilar lini belakang Senegal, Moussa Niakhate, turut menggambarkan karakter unik Sarr sebagai sosok yang sangat rendah hati dan cenderung pendiam.

Namun, kepribadian tersebut akan berubah drastis menjadi sosok pemain yang sangat menakutkan dan berbahaya ketika peluit tanda pertandingan dimulai.

Bagi Niakhate, kehadiran Sarr merupakan sebuah sumber inspirasi yang nyata bagi rekan-rekan setimnya di dalam skuad.

"Dia adalah inspirasi. Dia sangat pemalu dan pendiam, tetapi yang paling penting adalah apa yang Anda lakukan di lapangan," kata Niakhate.

"Di lapangan dia tidak pemalu. Dia menunjukkan apa yang bisa dia lakukan dan selalu memberikan kemampuan terbaiknya untuk negara," lanjutnya, sebagaimana dilansir Reuters.

Sanjungan serupa juga mengalir dari penjaga gawang Mory Diaw, yang pada laga ini dipercaya tampil guna menggantikan Edouard Mendy yang cedera.

Diaw menilai keberhasilan Sarr dalam memecahkan rekor gol legendaris tersebut merupakan buah dari kerja keras konsisten yang dilakukannya setiap hari.

"Dia pantas mendapatkannya karena dia pemain yang sangat bagus. Setiap hari dia bekerja sangat keras, jadi dia pantas mencetak gol ini. Saya berharap akan ada lebih banyak gol lagi darinya," ujar Diaw.

Mengenal profilnya, Ismaila Sarr merupakan seorang penyerang sayap berbakat kelahiran 25 Februari 1998 yang memiliki kekuatan dominan pada kaki kanan.

Sejak memutuskan bergabung dengan Crystal Palace, Sarr tercatat sudah mengemas lebih dari 100 penampilan dengan sumbangan 27 gol serta 13 assist.

Atribut kecepatan tinggi, tusukan tajam dari sektor sayap, serta ketenangan eksekusi akhir menjadi senjata utama eks pemain Metz, Rennes, dan Watford ini.

Di level internasional, Sarr sukses memantapkan posisinya sebagai salah satu pilar penyerang terbaik yang pernah dilahirkan oleh negara Afrika Barat tersebut.

Mengingat Senegal kini berpeluang lolos ke fase gugur babak 32 besar lewat jalur peringkat ketiga terbaik, peran Sarr dipastikan masih sangat dibutuhkan.

Ketajaman sang pemain akan kembali diuji demi menjaga asa skuad The Lions of Teranga melangkah lebih jauh dalam turnamen Piala Dunia 2026.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index