JAKARTA - Menanamkan nilai kejujuran pada diri anak sejak usia dini merupakan salah satu langkah krusial yang wajib diperhatikan oleh setiap orang tua. Pasalnya, jika karakter mulia ini tidak dibentuk sejak kecil, terdapat kekhawatiran bahwa buah hati akan terbiasa melakukan kebohongan hingga mereka beranjak dewasa.
Oleh sebab itu, ayah dan bunda perlu memahami dengan baik bagaimana metode yang tepat dalam membentuk karakter jujur pada anak semenjak usia dini.
Pada dasarnya, tindakan berbohong yang sesekali dilakukan oleh balita merupakan hal yang wajar dan menjadi bagian dari fase perkembangan mereka. Kendati demikian, bukan berarti sikap tidak terpuji tersebut boleh dibiarkan begitu saja tanpa adanya arahan.
Merujuk ulasan dari laman All Pro Dad, terdapat beberapa langkah nyata yang dapat diterapkan oleh orang tua untuk membiasakan buah hati mereka berkata jujur.
Langkah pertama adalah dengan memberikan teladan nyata dalam aktivitas sehari-hari karena tindakan orang tua jauh lebih mudah dicontoh daripada sekadar kata-kata. Pastikan untuk selalu berkata apa adanya di depan buah hati dan hindari kepalsuan, sekecil apa pun bentuk kebohongan tersebut.
Jika buah hati kedapatan melihat orang tuanya tidak jujur, mereka bisa berasumsi bahwa perilaku manipulatif semacam itu merupakan hal yang lumrah.
Strategi berikutnya adalah dengan menerapkan sanksi atau konsekuensi secara konsisten saat anak kedapatan berbohong demi menghindari hukuman atas kesalahannya. Berikan hukuman yang mendidik dan terukur bukan untuk menakuti, melainkan agar mereka paham bahwa tiap perbuatan menuntut tanggung jawab.
Selain itu, sebisa mungkin hindari menjebak buah hati menggunakan pertanyaan yang sengaja diajukan hanya untuk menguji tingkat kejujuran mereka.
Upaya memojokkan anak lewat pertanyaan justru membuka celah bagi mereka untuk melontarkan kebohongan baru demi membela diri dari kesalahan. Sebagai contoh, jika anak menumpahkan air, alih-alih menginterogasi, sebaiknya ajak mereka bersama-sama membersihkan lantai tersebut.
Orang tua juga wajib mengajari anak tentang esensi dari menepati janji serta menanamkan keberanian untuk menyuarakan kebenaran walau situasinya sulit.
Ketika anak menunjukkan iktikad baik dengan berkata jujur, berikan apresiasi yang tulus berupa pujian, pelukan hangat, atau ungkapan rasa bangga. Terakhir, bimbing anak untuk selalu menyampaikan sesuatu selaras dengan kenyataan dan melatih mereka bijak dalam memilih kata saat berucap.