Mengenal Tren Rebahan Floor Time dan Manfaatnya Bagi Kesehatan Mental

Mengenal Tren Rebahan Floor Time dan Manfaatnya Bagi Kesehatan Mental
Ilustrasi Tren Floor Time.

JAKARTA - Fenomena tren floor time belakangan ini sedang ramai menjadi bahan perbincangan hangat di berbagai platform media sosial. Berbeda dari metode relaksasi konvensional yang biasanya diterapkan lewat posisi duduk atau meditasi, konsep floor time dikerjakan dengan langkah yang sangat simpel.

Langkah tersebut berupa berbaring telentang di atas permukaan lantai selama beberapa menit tanpa diselingi dengan pengerjaan aktivitas lainnya.

Banyak kalangan pengguna jejaring sosial mengklaim bahwa rutinitas sederhana ini sanggup memicu rasa rileks pada tubuh, menjernihkan isi pikiran, hingga meredakan rasa pegal usai seharian penuh beraktivitas.

Berdasarkan tinjauan para ahli, praktik floor time ini memang terbukti mampu mendatangkan sejumlah khasiat spesifik, walau bukan menjadi jalan keluar utama dalam mengatasi problem stres berat atau gangguan psikologis.

Seorang pakar terapi keluarga sekaligus instruktur yoga berlisensi, Lauren Maher, mengutarakan bahwa floor time dapat diandalkan sebagai sarana praktis untuk mengistirahatkan fisik dan nalar di tengah padatnya rutinitas.

"Sebagai guru yoga dan psikoterapis, saya sangat mendukung floor time. Ini bisa menjadi cara yang cepat dan mudah untuk beristirahat secara fisik maupun mental, membuat seseorang merasa lebih membumi, serta memperoleh perspektif baru," ujarnya, disadur dari Everyday Health, Selasa (7/7/2026).

Maher menguraikan bahwa aktivitas berbaring pasrah di lantai berpotensi menstimulasi individu untuk mengambil jeda sejenak dari tekanan rutinitas harian yang menguras energi.

Sikap tubuh yang ditopang secara utuh oleh dataran lantai juga mempermudah seseorang untuk mencurahkan fokus pada ritme napas serta dinamika sensorik tubuh, sehingga nalar menjadi jauh lebih tenteram.

Menurut pandangan terapis Rio Wilson, prosedur ini sejatinya telah lama diimplementasikan di ranah terapi fisik, yoga, serta penanganan kesehatan jiwa untuk memacu kepekaan jasmani sekaligus menolong proses relaksasi.

Di samping mengondisikan pikiran agar lebih rileks, floor time dinilai berkhasiat meminimalkan ketegangan otot pada area leher, pundak, dan punggung yang kerap dipicu oleh kebiasaan duduk terlalu lama atau posisi membungkuk menatap layar gawai.

Maher mengemukakan, struktur lantai yang rigid memfasilitasi posisi anatomi tubuh berada dalam keadaan yang jauh lebih netral sehingga mempermudah deteksi titik otot mana saja yang mengalami kaku.

Rio Wilson menyisipkan catatan bahwa floor time sama sekali bukan merupakan sebuah metode instan untuk merekonstruksi bentuk postur bodi seseorang.

"Perbaikan postur yang bertahan lama umumnya diperoleh melalui latihan penguatan otot, peningkatan mobilitas, dan perubahan kebiasaan bergerak sehari-hari, bukan hanya dengan berbaring di lantai," ungkap Wilson.

Meski demikian, aktivitas floor time andal mendongkrak kepekaan terhadap posisi anatomi tubuh sehingga mempermudah seseorang dalam mengidentifikasi kekeliruan postur harian mereka.

Walaupun menyimpan sederet dampak positif, jajaran praktisi kesehatan mengingatkan bahwa aktivitas floor time ini tidak dapat diaplikasikan secara general untuk semua kelompok orang.

Masyarakat yang mengidap gangguan radang sendi, problem pada persendian pinggul, cedera fisik, kendala mobilitas, atau mengantongi problem kesulitan untuk bangkit dari lantai direkomendasikan menghindari teknik ini.

Maher memberikan masukan bagi kelompok rentan tersebut untuk mengalihkan latihan fokus atau mindfulness di atas permukaan sofa atau kasur apabila posisi di lantai memicu rasa tidak nyaman.

Wilson turut memberikan penekanan bahwa floor time bukan merupakan instrumen pengganti bagi modalitas terapi klinis yang telah sahih secara ilmiah dalam menangani kendala stres, cemas, atau depresi.

"Floor time bukan obat untuk kecemasan atau depresi. Namun, ini dapat menjadi alat yang bermanfaat untuk membantu seseorang memperlambat ritme aktivitas, mengurangi rangsangan berlebihan, dan menjadi lebih hadir pada momen saat ini," imbaunya.

Efek optimal dari floor time baru akan dirasakan secara nyata bila diintegrasikan dengan pola hidup bersih dan sehat, seperti tidur yang cukup, olahraga rutin, penjagaan relasi sosial, serta konsultasi ke medis jika stres berlarut-larut.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index