Pergerakan IHSG Hari Ini 27 Januari 2026: Analis Rekomendasikan Saham Pilihan

Selasa, 27 Januari 2026 | 12:05:29 WIB
Pergerakan IHSG Hari Ini 27 Januari 2026: Analis Rekomendasikan Saham Pilihan

JAKARTA - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia pada Selasa, 27 Januari 2026 diproyeksikan berlangsung dengan pergerakan terbatas. 

Setelah mencatat penguatan tipis pada awal pekan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan belum akan menunjukkan arah tren yang tegas. Kondisi ini membuat pelaku pasar lebih selektif dalam memilih saham, terutama yang memiliki prospek teknikal dan fundamental relatif stabil di tengah dinamika global.

Tim riset Phintraco Sekuritas menilai bahwa pergerakan IHSG masih berada dalam fase konsolidasi. Situasi tersebut membuka peluang bagi investor untuk mencermati saham-saham tertentu yang dinilai menarik berdasarkan analisis teknikal dan sentimen pasar. Beberapa emiten seperti PT Pertamina Geothermal Energy Tbk. (PGEO), PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA), hingga PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) masuk dalam radar rekomendasi analis pada perdagangan hari ini.

IHSG Menguat Tipis pada Awal Pekan

Mengacu pada catatan Phintraco Sekuritas, IHSG ditutup menguat 0,27 persen pada perdagangan Senin, 26 Januari 2026. Penguatan tersebut terutama ditopang oleh saham-saham sektor basic materials yang bergerak positif seiring dengan kenaikan harga komoditas global. Kinerja sektor ini memberi kontribusi signifikan terhadap pergerakan indeks secara keseluruhan.

Namun, tidak semua sektor mencatatkan performa serupa. Sektor energi justru menjadi yang paling tertekan pada perdagangan kemarin. Koreksi terdalam tercatat pada saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI), PT Petrosea Tbk. (PTRO), dan PT Darma Henwa Tbk. (DEWA). Pelemahan saham-saham energi tersebut disinyalir berkaitan dengan sikap pelaku pasar yang tengah mengantisipasi pengumuman metodologi perhitungan free float saham di Indonesia oleh MSCI.

Dengan kondisi tersebut, IHSG dinilai belum memiliki dorongan kuat untuk melanjutkan reli. Pasar masih menunggu kejelasan arah sentimen, baik dari dalam negeri maupun global. Hal ini membuat pergerakan indeks diperkirakan cenderung datar dengan fluktuasi terbatas.

Level Teknis IHSG dan Indikator Pasar

Untuk perdagangan hari ini, IHSG diproyeksikan bergerak di area resistance 9.100 dan support 8.850, dengan level pivot di 8.950. Secara teknikal, indikator Stochastic RSI tercatat berada di area oversold, namun belum menunjukkan sinyal pembalikan arah yang kuat. Di sisi lain, histogram negatif pada MACD justru mengalami pelebaran.

“Secara teknikal, indikator Stochastic RSI berada di area oversold, namun belum menunjukkan sinyal pembalikan arah. Di sisi lain, histogram negatif pada MACD mengalami pelebaran. Kondisi ini mengindikasikan IHSG masih berpotensi berkonsolidasi di kisaran 8.850–9.100,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, Selasa (27/1/2026).

Kondisi teknikal tersebut mencerminkan bahwa tekanan jual belum sepenuhnya mereda, meskipun ruang penurunan relatif terbatas. Oleh karena itu, strategi perdagangan jangka pendek dinilai lebih tepat dibandingkan mengambil posisi jangka panjang dalam situasi pasar yang belum stabil.

Sentimen Global dan Nilai Tukar Rupiah

Dari sisi eksternal, pasar saham mendapatkan sentimen positif dari pergerakan nilai tukar rupiah. Rupiah ditutup menguat ke level Rp16.782 per dolar AS pada perdagangan Senin (26/1/2026), seiring dengan pelemahan indeks dolar AS menjelang pertemuan Federal Reserve pada pekan ini. Penguatan rupiah tersebut memberi dukungan psikologis bagi pasar keuangan domestik, termasuk pasar saham.

Meski demikian, penguatan rupiah terjadi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat dengan sejumlah negara. Situasi global yang penuh ketidakpastian ini membuat pelaku pasar tetap berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi.

Harga emas dunia juga mencatatkan penguatan dan menyentuh level tertinggi baru, mendekati US$5.100 per troy ounce. Kenaikan harga emas dipicu oleh meningkatnya permintaan aset lindung nilai (safe haven) di tengah ketidakpastian politik dan perdagangan global. Kondisi ini menjadi indikasi bahwa investor global masih mencari instrumen aman di luar aset berisiko seperti saham.

Dari kawasan Asia, pergerakan indeks bursa ditutup bervariasi pada perdagangan Senin (26/1/2026). Sentimen geopolitik masih membayangi pasar, terutama setelah Kanada menyatakan tidak berniat mengejar perjanjian perdagangan bebas dengan China. Pernyataan tersebut muncul menyusul ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang akan memberlakukan tarif hingga 100 persen terhadap Kanada jika menandatangani kesepakatan perdagangan dengan China. Di Jepang, Perdana Menteri juga memberi sinyal akan mengambil langkah terhadap aktivitas perdagangan spekulatif yang dinilai meningkatkan fluktuasi pasar.

Rekomendasi Saham Pilihan Analis

Dalam kondisi pasar yang cenderung bergerak terbatas, Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham untuk dicermati investor. Saham PGEO direkomendasikan dengan target harga di kisaran Rp1.350, Rp1.400, hingga Rp1.470. Emiten ini dinilai memiliki prospek menarik di sektor energi terbarukan, yang masih menjadi fokus pengembangan jangka panjang.

Selain itu, saham PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) direkomendasikan dengan target harga Rp458. Saham PT Jasa Marga (Persero) Tbk. (JSMR) juga masuk dalam daftar rekomendasi dengan target harga Rp3.800 dan Rp4.000, seiring dengan perannya di sektor infrastruktur yang relatif stabil.

Untuk saham AKRA, target harga yang direkomendasikan berada di level Rp1.360. Sementara itu, saham MEDC dipatok dengan target harga Rp1.630. Rekomendasi tersebut diberikan dengan mempertimbangkan kondisi teknikal serta sentimen yang berkembang di pasar saat ini.

Secara keseluruhan, IHSG pada perdagangan Selasa, 27 Januari 2026 diperkirakan masih bergerak dalam fase konsolidasi dengan rentang pergerakan terbatas. Penguatan tipis yang terjadi pada awal pekan menunjukkan adanya dukungan dari sektor tertentu, terutama basic materials, namun tekanan di sektor energi menjadi penyeimbang pergerakan indeks.

Sentimen global yang dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik, pergerakan nilai tukar rupiah, serta kenaikan harga emas dunia turut membentuk suasana pasar yang cenderung berhati-hati. Dalam situasi ini, strategi selektif terhadap saham-saham pilihan menjadi pendekatan yang lebih relevan bagi investor.

Dengan mempertimbangkan faktor teknikal dan fundamental, rekomendasi saham seperti PGEO, ERAA, JSMR, AKRA, dan MEDC dapat menjadi alternatif bagi pelaku pasar yang tetap ingin memanfaatkan peluang di tengah pergerakan indeks yang relatif datar.

Terkini