Bapanas

Bapanas Pastikan Harga dan Mutu Pangan Jawa Timur Tetap Aman Jelang Ramadhan 2026

Bapanas Pastikan Harga dan Mutu Pangan Jawa Timur Tetap Aman Jelang Ramadhan 2026
Bapanas Pastikan Harga dan Mutu Pangan Jawa Timur Tetap Aman Jelang Ramadhan 2026

JAKARTA - Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan hingga perayaan Idul Fitri 2026, stabilitas harga dan kualitas pangan menjadi perhatian utama pemerintah.

Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat, Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan bahwa pasokan, harga, serta mutu pangan di Jawa Timur berada dalam kondisi aman dan terkendali.

Langkah pengawasan diperkuat untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa kekhawatiran lonjakan harga bahan pangan pokok. Jawa Timur sebagai salah satu lumbung pangan nasional menjadi fokus utama dalam menjaga keseimbangan pasokan dan keterjangkauan harga.

Satgas Saber Turun Langsung Awasi Harga dan Mutu Pangan

Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Bapanas, Andriko Noto Susanto, menjelaskan bahwa upaya pengendalian dilakukan melalui keterlibatan langsung Satuan Tugas Sapu Bersih (Satgas Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Provinsi Jawa Timur.

“Satgas Saber ini turun ke lapangan ntuk memperkuat pengendalian harga serta pengawasan keamanan dan mutu pangan menjelang Ramadhan dan Idul Fitri,” kata Andriko dalam keterangan di Jakarta, Jumat.

Menurutnya, pengawasan lapangan menjadi langkah strategis untuk memastikan harga bahan pangan tetap stabil sekaligus menjamin kualitas produk yang beredar di pasar. Dengan pengawasan ketat, potensi penyelewengan harga maupun penurunan mutu pangan dapat dicegah sejak awal.

Harga Pangan Relatif Terkendali di Bawah HET dan HAP

Berdasarkan hasil pemantauan sementara, Andriko menyampaikan bahwa kondisi harga pangan di Jawa Timur masih relatif terkendali. Meski terdapat kenaikan pada beberapa komoditas, namun secara umum masih berada di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP) dan Harga Eceran Tertinggi (HET).

Ia menegaskan bahwa pengawasan harga menjelang Ramadhan dan Lebaran merupakan arahan langsung dari Kepala Bapanas yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman.

“Jadi sesuai arahan Kepala Bapanas Bapak Andi Amran Sulaiman, tidak boleh ada harga-harga kebutuhan bahan pangan pokok yang lebih dari HET maupun HAP,” ujar Andriko saat meninjau Pasar Pucang Anom, Surabaya.

Menurutnya, pemerintah tidak akan mentoleransi lonjakan harga yang merugikan masyarakat, khususnya menjelang hari besar keagamaan yang biasanya diikuti peningkatan permintaan.

Pengawasan Distribusi dan Margin Pedagang Diperketat

Dalam pengawasan di lapangan, Andriko mengakui masih ditemukan beberapa komoditas yang harganya berada di atas HET dan HAP. Namun, kondisi tersebut akan segera ditelusuri lebih lanjut hingga ke tingkat distributor.

“Harga-harga masih terpantau normal, ada kenaikan tapi masih di bawah HET, masih di bawah HAP, ada beberapa tadi yang di atas HET dan HAP, nanti kita akan telusuri ke distributornya,” tambahnya.

Ia menekankan bahwa pengaturan margin keuntungan di setiap mata rantai distribusi terus diperkuat. Langkah ini bertujuan agar pedagang eceran tetap memperoleh keuntungan yang wajar tanpa harus menaikkan harga secara berlebihan.

“Kadang-kadang kan pedagang ini menaikkan karena di distributor naik,” jelas Andriko.

Dengan pengawasan distribusi yang ketat, diharapkan tidak terjadi praktik spekulasi harga yang dapat membebani konsumen.

Tantangan Cabai, Minyakita, dan Daging Sapi

Terkait komoditas cabai, Andriko mengungkapkan bahwa hambatan distribusi antarwilayah masih menjadi tantangan utama yang memengaruhi dinamika harga. Perbedaan kondisi pasokan antara daerah surplus dan daerah minus menyebabkan fluktuasi harga di pasar.

“Ini akan kami perkuat melalui penguatan jaringan distribusi dari daerah surplus ke daerah minus, nanti kita akan telusuri lebih dalam,” kata dia.

Sementara itu, untuk komoditas Minyakita, Bapanas menegaskan harga eceran tetap mengacu pada ketentuan Rp15.700 per liter. Bersama Perum Bulog, Bapanas akan menambah titik distribusi serta menelusuri penyebab fluktuasi harga yang masih terjadi di tingkat pengecer.

Pada komoditas daging sapi, kenaikan harga disebut dipicu oleh keterbatasan pasokan sapi hidup dari hulu. Meski demikian, harga daging sapi di pasaran masih berada di bawah Harga Acuan Penjualan.

“Daging tadi kita tanya harganya masih di bawah Rp130.000/kg artinya ada kenaikan tapi masih di bawah HAP, jadi nanti yang kita jaga adalah jangan sampai lebih dari HAP, kalau ada tekanan dari sisi pasokan, itu yang akan kami telusuri ke pemasoknya,” ujar Andriko.

Komitmen Jaga Ketahanan Pangan Jelang Hari Besar Keagamaan

Bapanas menegaskan komitmennya untuk terus memantau dan mengendalikan harga serta mutu pangan hingga Idul Fitri 2026. Upaya ini dilakukan sebagai bentuk kehadiran negara dalam melindungi daya beli masyarakat dan menjaga ketahanan pangan nasional.

Dengan keterlibatan Satgas Saber, penguatan distribusi, serta koordinasi lintas lembaga, pemerintah optimistis stabilitas pangan di Jawa Timur dapat terjaga. Masyarakat pun diharapkan dapat menjalankan ibadah Ramadhan dengan lebih tenang tanpa kekhawatiran lonjakan harga maupun penurunan kualitas bahan pangan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index