Atasi Kelangkaan BBM di Sumenep Pertamina Tambah Kapasitas Tangki

Atasi Kelangkaan BBM di Sumenep Pertamina Tambah Kapasitas Tangki
Ilustrasi Pertamina Sumenep.

JAKARTA - Antrean kendaraan bermotor untuk mendapatkan pasokan BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Biosolar dilaporkan konsisten terjadi pada deretan SPBU di wilayah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, sepanjang lebih dari dua pekan belakangan. Selain antrean yang mengular, sejumlah stasiun pengisian bahan bakar tersebut juga berulang kali kehabisan ketersediaan stok produk.

Berdasarkan hasil pantauan langsung di lapangan dalam kurun waktu beberapa hari terakhir, sejumlah pengelola SPBU kedapatan kerap menempelkan papan pengumuman di gerbang masuk yang menginformasikan bahwa bahan bakar masih dalam perjalanan pengiriman. Situasi ini memaksa para pengendara berpindah-pindah mencari SPBU lain yang masih memiliki sisa stok. Ketika armada pengirim tiba, penumpukan kendaraan langsung menyemut hingga memakan area badan jalan raya.

Rahmat, seorang warga asal Kecamatan Lenteng, mengungkapkan bahwa fenomena krisis energi tersebut kini seolah bertransformasi menjadi pemandangan harian yang lumrah terjadi. Menurut pengakuannya, lapisan masyarakat kini kian dihadapkan pada situasi pelik dalam memburu pasokan Pertalite maupun Biosolar.

"Sekarang (SPBU) sering kosong. Kalau BBM datang, antrean langsung sampai ke jalan raya. Menunggu lama," kata Rahmat kepada Kompas.com di Sumenep, Senin (29/6/2026).

Rahmat yang sehari-hari menggantungkan mata pencaharian menggunakan mobil pikap tersebut turut memaparkan dirinya sangat kesusahan memperoleh pasokan Biosolar. Bahkan, ia mengaku sudah terhitung dua kali terpaksa menganggur dan gagal beroperasi akibat tidak mendapatkan jatah bahan bakar minyak.

"Kayaknya sudah dua kali saya tidak (bekerja) nyetir pikap. Sulit mendapat solar," tambahnya.

Menyikapi polemik kelangkaan tersebut, Area Manager Communication, Relations and CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, memberikan konfirmasi bahwa kegiatan suplai logistik BBM bersubsidi di Jawa Timur sejatinya masih berjalan selaras dengan kuota alokasi.

Ahad memaparkan, angka realisasi dari penyaluran produk Pertalite sejauh ini telah menyentuh porsi 96,6 persen dari total kuota kumulatif pada tahun berjalan, sementara untuk jenis Biosolar terpantau sudah menembus angka 103,3 persen.

"Hingga saat ini penyaluran Pertalite mencapai 96,6 persen dan Biosolar 103,3 persen dari kuota kumulatif tahun berjalan. Untuk memperkuat distribusi, kami menambah kapasitas angkut armada mobil tangki sebesar 608 kiloliter sehingga total kapasitas distribusi menjadi 22.196 kiloliter per hari," jelas Ahad.

Di samping itu, pihak Pertamina juga tengah mengoptimalkan strategi skema distribusi dengan menginstruksikan keberangkatan armada mobil tangki secara lebih awal. Hal ini ditujukan agar pasokan bahan bakar sudah mendarat aman di SPBU sebelum puncak aktivitas warga bergulir pada pagi hari.

"Distribusi juga dipantau secara real time melalui sistem monitoring operasional. Dengan pemantauan ini, kami dapat segera menyesuaikan suplai apabila terjadi peningkatan kebutuhan sehingga penyaluran BBM tetap cepat dan merata," ungkap Ahad.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index