JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tengah mengkaji rencana penambahan kelompok atau golongan warga yang berhak menikmati layanan transportasi umum secara gratis.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengutarakan bahwa perluasan daftar penerima manfaat ini digulirkan selaras dengan munculnya wacana kenaikan tarif armada Transjakarta serta Transjabodetabek.
“Kalau nanti akan ada penyesuaian harga, maka pasti ada golongan yang akan terkena. Kami sedang menghitung kelompok mana yang mungkin kita akan berikan tambahan di luar yang 15 yang sudah kami putuskan,” ujar Pramono di Jakarta Pusat, Kamis.
Ia menjelaskan bahwa saat ini jajaran Pemprov DKI bersama DPRD DKI Jakarta sedang menggodok draf kenaikan ongkos angkutan tersebut, di mana formulasinya telah bergulir ke babak akhir.
Sebelumnya, Pramono menyebutkan pihak eksekutif dan legislatif Jakarta bakal mengalkulasi ulang alokasi dana subsidi untuk kedua moda transportasi publik itu sebelum menetapkan nominal harga tiket final.
Dirinya juga menyampaikan bahwa berkas rekomendasi resmi dari Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) mengenai tarif baru tersebut sudah diterima untuk kemudian dipertimbangkan lebih dalam.
“Laporan DTKJ sudah masuk kepada kami. Kami sedang mempelajari itu. Dalam minggu-minggu depan ini, kami segera menghitung kembali,” kata Pramono.
Bagi dirinya, penentuan kebijakan tarif baru bagi moda angkutan massal ini menjadi agenda kerja mendesak yang harus segera mendapatkan keputusan resmi.
“Karena memang untuk memutuskan kenaikan tarif Transjakarta dan semuanya, termasuk Transjabodetabek, tentunya kami harus melihat bagaimana dengan subsidi yang harus dihitung,” tutur Pramono.
Kendati demikian, ia memastikan bahwa keputusan besaran biaya tiket ini dikaji secara matang bersama Wakil Gubernur Rano Karno agar tidak membebani kehidupan perekonomian warga.
Pramono juga memberikan amanat agar program perjalanan gratis bagi 15 kategori kelompok masyarakat yang sudah berjalan saat ini terus dioptimalkan penyerapannya di lapangan.