44000 Anak dari Keluarga Miskin Kembali Nikmati Pendidikan Gratis

Sabtu, 19 September 2026 | 16:57:01 WIB
Siswa Sekolah Rakyat Natuna.

JAKARTA - Kementerian Sosial Republik Indonesia menjamin bahwa 44.000 lebih siswa dari keluarga kurang mampu di tingkat SD, SMP, dan SMA bisa kembali mengenyam pendidikan gratis yang berkualitas. Langkah ini diambil untuk menghentikan siklus kemiskinan lintas generasi di Tanah Air.

Devi Deliani, selaku Kepala Biro Humas Kemensos, pada hari Sabtu menyatakan bahwa pengembangan program ini merupakan bukti nyata intervensi negara. Hal ini bertujuan mengatasi kemiskinan lewat pendidikan, sehingga kendala finansial tidak lagi menghalangi masa depan anak-anak.

"Program ini menjangkau 182 sekolah, melonjak signifikan dari 166 titik dan lebih dari 14.700 peserta didik di tahun pertama. Ini adalah komitmen negara untuk terus memperluas jangkauan agar anak-anak yang selama ini tidak tertampung bisa kembali duduk di bangku sekolah," kata dia.

Devi juga menekankan pentingnya akurasi dalam penyaluran bantuan bagi masyarakat rentan ini. Oleh karena itu, pemilihan penerima manfaat disaring secara ketat menggunakan sistem basis data terpadu berskala nasional.

"Setiap siswa terdaftar berdasarkan nama dan alamat melalui Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Dengan sistem ini, bantuan negara dipastikan sampai tepat pada anak-anak yang benar-benar membutuhkan, bukan sekadar angka di atas kertas," katanya.

Bersamaan dengan peningkatan akses bagi siswa, pemerintah juga mempercepat penyediaan fasilitas pendidikan permanen. Terdapat 93 lokasi yang sudah selesai dibangun dan beroperasi secara maksimal mulai pertengahan Juli sampai awal September 2026.

Fasilitas fisik gedung Sekolah Rakyat ini sengaja dibangun supaya anak-anak miskin dapat menikmati pendidikan unggul secara cuma-cuma. Standar kualitas pembelajarannya pun dibuat setara dengan sekolah-sekolah favorit.

Pemerintah sangat yakin bahwa pemerataan pendidikan bermutu bisa terealisasi di seluruh Indonesia. Hal ini didukung oleh peningkatan kapasitas sekolah, sinkronisasi data DTSEN, serta pengadaan infrastruktur yang modern.

Tags

Terkini