Beruang Liar Muncul di Perbatasan Dua Kecamatan Muratara, Warga Diimbau Waspada

Minggu, 20 September 2026 | 05:30:00 WIB
Beruang Liar Muncul di Perbatasan Dua Kecamatan Muratara, Warga Diimbau Waspada

PINDAIINDONESIA.COM — Seekor beruang liar dilaporkan keluar dari kawasan hutan di wilayah perbatasan Kecamatan Rawas Ilir dan Kecamatan Nibung, Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan. Penampakan satwa itu diduga berkaitan dengan musim kemarau yang membuatnya kesulitan mendapat makanan dan air di dalam hutan. Polisi menyatakan belum menerima laporan resmi, tetapi warga diimbau berhati-hati saat melintas.

Informasi kemunculan beruang itu menyebar setelah seorang warga, Agung Firdaus, mengunggahnya melalui akun Facebook miliknya. Menurut keterangan Agung, satwa tersebut terlihat di kawasan persimpangan jalan baru Triaryani menuju SP2.

Lokasi penampakan berada di simpang empat dekat pos keamanan. Agung mengaku mendapat peringatan dari petugas keamanan saat melintasi jalan itu sepulang berjualan.

"Siang tadi di simpang menuju jalan baru Triaryani tembusan SP2 pas di simpang 4 pos keamanan. Pas pulang jualan ditegur sama petugas keamanan, dibilang ngebut aja lewat jalan ini, jangan pelan (karena ada beruang)," tulis Agung dalam unggahannya.

Polisi Belum Terima Laporan Resmi

Kanit Reskrim Polsek Rawas Ilir Ipda Rilo Waskitha menyatakan pihaknya belum menerima laporan dari warga terkait penampakan satwa yang diduga beruang tersebut. Hingga kini, informasi yang beredar masih bersumber dari unggahan media sosial.

Rilo menyebut pihaknya belum bisa memastikan jenis satwa yang terlihat. Pihak kepolisian juga belum melakukan penelusuran langsung ke lokasi yang disebut dalam unggahan.

Musim Kemarau Diduga Picu Satwa Turun ke Permukiman

Mengenai penyebab keluarnya satwa itu dari kawasan hutan, Rilo menduga kondisi musim kemarau turut berpengaruh. Kekeringan membuat beruang sulit mencari makanan dan minuman di dalam hutan.

"Diduga dia ini keluar karena musim kemarau, jadi mencari makan sama minum. Selain itu bisa juga karena karhutla karena takut sama api," katanya.

Kebakaran hutan dan lahan menjadi faktor lain yang disebut polisi. Satwa liar cenderung menghindari kawasan yang terbakar dan bergerak ke area lain, termasuk yang berdekatan dengan jalan warga.

Riwayat Kemunculan dan Imbauan untuk Warga

Kabupaten Musi Rawas Utara memiliki kawasan hutan yang cukup luas dan berbatasan langsung dengan sejumlah permukiman serta jalan lintas. Pembukaan jalan baru di kawasan Triaryani memperpendek jarak antara habitat satwa dan jalur yang dilalui manusia.

Warga yang melintas di jalur itu diminta tidak memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi. Petugas keamanan setempat sudah menyampaikan imbauan serupa secara lisan kepada pengendara.

Polsek Rawas Ilir belum merinci langkah lanjutan, termasuk kemungkinan koordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Selatan. Warga yang melihat satwa liar di sekitar jalan diminta segera melapor ke pos keamanan terdekat atau pihak kepolisian.

Kemunculan beruang di luar habitatnya menambah daftar laporan konflik satwa-manusia di sejumlah daerah Sumatera selama musim kemarau. Pembukaan lahan dan kekeringan memperkecil ruang jelajah satwa, sehingga mereka kerap mendekati area permukiman untuk mencari sumber air.

Terkini