Macron Perintahkan Rencana Perlindungan Infrastruktur Vital dari Serangan Hibrida Rusia

Macron Perintahkan Rencana Perlindungan Infrastruktur Vital dari Serangan Hibrida Rusia

PINDAIINDONESIA.COM — Presiden Prancis Emmanuel Macron memerintahkan pemerintah menyusun rencana perlindungan infrastruktur vital negara itu dari serangan hibrida Rusia yang kian meningkat. Perintah itu disampaikan usai pertemuan dengan para pemimpin politik Prancis, menjelang keberangkatannya ke Sidang Umum PBB. Macron menyebut ancaman operasi terselubung Rusia terhadap warga Eropa dan Prancis telah meningkat intensitasnya.

Menurut Macron, ancaman yang ditimbulkan operasi terselubung Rusia semakin meningkat di seluruh Eropa. Ia menyatakan telah menginstruksikan langkah-langkah konkret untuk melindungi infrastruktur vital Prancis dari apa yang disebutnya sebagai serangan hibrida Rusia.

Infrastruktur yang Menjadi Sasaran Perlindungan

Rencana perlindungan yang diperintahkan Macron mencakup infrastruktur vital serta lokasi industri pertahanan dan teknologi yang paling sensitif. Ia menyebut dua bentuk serangan yang menjadi perhatian utama, yakni serangan pesawat nirawak (drone) dan serangan siber.

Menteri Dalam Negeri Prancis telah menggelar pertemuan dengan para prefek regional. Pertemuan itu bertujuan meningkatkan kewaspadaan di daerah-daerah dalam menanggapi serangan hibrida Rusia.

"Ancaman hibrida Rusia terhadap warga Eropa dan Prancis telah meningkat intensitasnya," ujar Macron seperti dilansir Al Arabiya dari AFP.

Komitmen Dukungan untuk Ukraina Tidak Berubah

Meski menghadapi tekanan dari operasi terselubung Rusia, Macron menegaskan Prancis akan terus mendukung Ukraina. Dukungan itu berlanjut menyusul invasi skala penuh Rusia terhadap negara pro-Barat tersebut pada Februari 2022.

Macron juga menyatakan Prancis akan merespons serangan terselubung Rusia. Ia menekankan hal itu tidak akan dibiarkan tanpa tanggapan, meski tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai bentuk respons yang disiapkan.

"Hal ini tidak akan dibiarkan tanpa tanggapan," kata Macron.

Ia menilai tujuan operasi terselubung Rusia adalah mengintimidasi Prancis dan menggagalkan upaya mendukung rakyat Ukraina. Namun, menurutnya, dampak yang muncul justru akan sebaliknya.

"Tujuannya adalah untuk mengintimidasi kita dan menggagalkan upaya mendukung rakyat Ukraina. Namun, dampaknya justru akan sebaliknya," lanjutnya.

Pertemuan dengan Pemimpin Partai Jelang Pemilu

Pertemuan Macron dengan para pemimpin politik Prancis berlangsung menjelang pemilihan umum tahun depan. Forum itu dihadiri para calon presiden dan pemimpin partai, yang membahas sejumlah isu strategis termasuk ancaman keamanan dari Rusia.

Dalam kesempatan itu, Macron menegaskan Prancis tidak merasa terintimidasi oleh tekanan Rusia. Ia menyebut yang dipertaruhkan dalam situasi di Ukraina saat ini adalah keamanan Prancis sendiri.

"Kita tidak merasa terintimidasi, karena kita tahu bahwa yang dipertaruhkan di Ukraina saat ini adalah keamanan kita sendiri," tandas Macron.

Langkah perlindungan infrastruktur vital yang diperintahkan Macron menandai respons konkret Prancis terhadap meningkatnya operasi terselubung Rusia di Eropa. Pemerintah Prancis kini menyiapkan rencana yang mencakup pengamanan lokasi industri pertahanan dan teknologi paling sensitif.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index