PT Balikpapan Wana Lestari Raih Sertifikasi Pengelolaan Hutan

Sabtu, 19 September 2026 | 18:28:31 WIB
PT Mutuagung Lestari Tbk.

JAKARTA - PT Mutuagung Lestari Tbk atau MUTU memberikan sertifikasi Sustainable Forest Management dengan skema Indonesian Forestry Certification Cooperation kepada PT Balikpapan Wana Lestari.

PT Balikpapan Wana Lestari atau BWL pun resmi menjadi pemegang perizinan berusaha pemanfaatan hutan alam pertama di Kalimantan yang memperoleh sertifikasi skema IFCC tersebut.

Sertifikat dengan nomor registrasi SFM-IFCC-MUTU-020 diterbitkan pada tanggal 7 September 2026 dan masa berlakunya akan berlangsung hingga 6 September 2029.

Manager Forest Resources Division PT BWL, Margana, menyatakan bahwa perolehan sertifikat ini merupakan langkah awal bagi perusahaan untuk terus melakukan inovasi dalam pengelolaan hutan berkelanjutan.

“Pencapaian mendapatkan sertifikat SFM-IFCC bukanlah suatu ending dari pengelolaan hutan lestari, tapi justru menjadi langkah awal untuk terus dan terus melakukan inovasi atau pembaharuan dan perbaikan sistem dalam mengelola hutan yang berkelanjutan untuk menjawab tuntutan pasar global,” kata Margana dalam keterangan resmi pada hari Jumat, 18 September 2026.

Di dalam proses sertifikasi ini, pihak BWL telah mempersiapkan sejumlah aspek penting secara matang dan menyeluruh.

Aspek tersebut dimulai dari komitmen manajemen, kelengkapan dokumen administratif, pemenuhan persyaratan bangunan fisik di lapangan, hingga penerapan pengelolaan hutan alam secara lestari.

Berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh pihak MUTU, pengelolaan hutan yang diterapkan oleh BWL dinyatakan telah memenuhi seluruh persyaratan sertifikasi standar.

Standar tersebut mengacu pada ketentuan Sustainable Forest Management IFCC ST 1001:2021 yang berlaku secara nasional maupun internasional.

Perlu diketahui bahwa sertifikasi SFM-IFCC ini merupakan salah satu skema sertifikasi pengelolaan hutan yang bersifat sukarela bagi pelaku usaha.

Skema IFCC tersebut juga telah diakui serta disahkan oleh Programme for the Endorsement of Forest Certification, sehingga standar pengelolaan hutan di Indonesia memenuhi tolok ukur global.

Melalui perolehan sertifikasi bergengsi ini, BWL kini tercatat sebagai unit usaha ketiga dalam Korindo Group yang sukses mendapatkan sertifikasi pengelolaan hutan alam.

Sebelumnya, sertifikasi pengelolaan hutan alam serupa telah berhasil diperoleh oleh PT Tunas Timber Lestari dan PT Inocin Abadi yang keduanya beroperasi di Papua.

Margana menegaskan kembali bahwa perolehan sertifikasi ini sama sekali bukan menjadi akhir dari penerapan praktik pengelolaan hutan yang lestari.

Perusahaan tetap harus memastikan seluruh persyaratan standar SFM-IFCC 1001:2021 dapat terus dipenuhi demi menjaga keberlakuan sertifikat di masa mendatang.

Menurutnya, keberlanjutan penerapan standar tersebut sangat membutuhkan dukungan penuh dari manajemen, termasuk pemenuhan aspek empat M.

Aspek empat M yang dimaksud mencakup man, money, material, serta method agar konsistensi pengelolaan hutan tetap terjaga dengan baik.

Tags

Terkini