Polytron Fest 2026: Penjualan Motor Listrik Tembus 70.000 Unit

Minggu, 20 September 2026 | 14:09:00 WIB
Polytron Fest 2026: Penjualan Motor Listrik Tembus 70.000 Unit

PINDAIINDONESIA.COM — Polytron mencatat penjualan motor listriknya mendekati 70.000 unit, diumumkan dalam perayaan ulang tahun ke-51 bertajuk Polytron Fest 2026 di Parkir Selatan Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat, 19-20 September 2026. Angka tersebut menegaskan pergeseran produsen elektronik asal Kudus ini dari peralatan rumah tangga ke kendaraan ramah lingkungan. Sebanyak 98 persen konsumen motor listrik Polytron memilih skema baterai sewa ketimbang membeli baterai secara terpisah.

Polytron Fest 2026 menjadi panggung bagi perusahaan untuk memamerkan transformasi bisnisnya. General Manager Corporate Communications Polytron, Diantika, menyebut perusahaan menerapkan strategi 3I yang terdiri dari invention, innovation, dan improvement secara berkelanjutan.

Strategi itu disebut menjadi dasar agar produk Polytron tetap sesuai kebutuhan konsumen dari berbagai generasi. Pengembangan produk dilakukan dengan mendengarkan masukan dan mengamati perubahan perilaku konsumen, lalu diterjemahkan ke dalam teknologi serta fitur yang menjawab kebutuhan harian.

Dari Televisi hingga Fox-R

Polytron berdiri di Kudus pada 1975 dan lebih dari lima dekade dikenal sebagai produsen elektronik rumah tangga. Portofolionya berkembang dari televisi, lemari es, mesin cuci, dan perangkat audio hingga pendingin udara, oven listrik, dispenser, laptop, serta monitor.

Perubahan kebutuhan masyarakat kemudian mendorong Polytron masuk ke sektor kendaraan ramah lingkungan. Langkah awal dilakukan lewat kendaraan listrik roda dua melalui sejumlah model seperti Fox-R, Fox-S, Fox-350, dan Fox-200 yang menyasar mobilitas perkotaan.

Head of Group Product EV 2W Polytron, Ilman Fachrian Fadly, mengungkapkan total penjualan motor listrik perusahaan kini mendekati 70.000 unit.

"Penjualan motor listrik Polytron sampai saat ini sudah hampir 70.000. Selain masyarakat retail, individu, ada juga business to business," kata Ilman.

Skema Baterai Sewa Rp125 Ribu-Rp200 Ribu per Bulan

Salah satu strategi yang diterapkan Polytron pada bisnis motor listrik adalah skema Battery-as-a-Service (BaaS) atau baterai sewa. Konsumen membayar biaya berlangganan baterai setiap bulan, dengan besaran bergantung pada model motor listrik yang dipilih, yakni berkisar Rp125 ribu hingga Rp200 ribu per bulan.

Ilman menyebut mayoritas konsumen motor listrik Polytron memilih skema tersebut. Menurutnya, skema itu memberi rasa aman bagi konsumen yang khawatir terhadap penurunan performa baterai seiring pemakaian.

"Secara persentase itu 98 persen banyaknya yang Battery as a Service, baterai sewa. Karena di sana user itu lebih tenang kalau misalnya ada khawatir baterai drop," ujar Ilman.

Rentokil Pakai 325 Unit untuk Armada Operasional

Selain konsumen individu, penggunaan motor listrik Polytron berkembang ke segmen korporasi atau business to business (B2B). Salah satu perusahaan yang memakainya adalah Rentokil, perusahaan jasa pengendalian hama, yang tercatat menggunakan sekitar 325 unit motor listrik Polytron.

Human Resources Director Rentokil, Budi Santoso, mengatakan kebutuhan kendaraan operasional menjadi pertimbangan perusahaan. Rentokil memiliki jaringan bisnis di lebih dari 48 cabang di Indonesia sehingga membutuhkan armada untuk mendukung mobilitas teknisi dalam melayani pelanggan.

Rangkaian Acara dan Kampanye Ulang Tahun

Polytron Fest 2026 tidak hanya menjadi ajang perayaan ulang tahun perusahaan. Berbagai aktivitas digelar untuk masyarakat, mulai dari fun run dan fun walk, compact hybrid race, kompetisi basket 3 on 3, zumba, kompetisi tari, bazar, festival kuliner, hingga pertunjukan musik.

Polytron juga menghadirkan kampanye "Bangga Terus Melangkah" melalui kolaborasi dengan grup musik Maliq & D'Essentials. Diantika menyebut kolaborasi itu punya benang merah berupa perjalanan panjang, kemampuan menjaga eksistensi, dan relevansi lintas generasi.

"Tidak penting langkah besar atau langkah kecil, yang penting melangkah. Karena semangat itu paling penting. Kalau ada harapan, kita bisa maju," ujar Diantika.

Terkini